My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 29 : Beban hidup Sera.



Ting!


Pintu lift terbuka.


Sera dan Tae-Hyum baru saja sampai di kantor Dong-Gun.


"Tunggu.. tunggu.." Sera menarik tangan Tae-Hyun, dia masih tidak rela berpisah dengan Tae-Hyun.


"Kenapa sih?" Padahal Tae-Hyun sudah mau masuk ke dalam lift.


"Emm.. kita kembali ke apartemen paman saja yuk." Sera tidak ingin bertemu ayahnya, dia masih ingin bersama Tae-Hyun.


"Tidak bisa, aku sudah berjanji akan mengantarmu pulang sore ini." Tae-Hyun berhasil menarik Sera masuk ke dalam lift.


"Hah.. padahal aku ingin kabur dari rumah, tapi paman malah mengajakku mendatangi ayah, hish.." Sera memanyunkan bibirnya.


"Belum saatnya untuk kabur. Katanya kau mau mengumpulkan banyak saham dari ayahmu." Tae-Hyun menekan lantai 8 pada lift.


"Mengumpulkan banyak saham sama dengan mengumpulkan banyak derita, tidak akan! Aku mau kabur saja bersama paman, lalu kita menikah." Sera memeluk Tae-Hyun.


"Hish.. kau tidak liat ada cctv?" Tae-Hyun melepaskan diri dari pelukan  Sera.


"Memang kenapa kalu ada cctv?" Dengan ayahnya saja dia tidak perduli apa lagi cctv.


Ting..


Tae-Hyun mengenggam tangan Sera sebelum masuk ke ruangan Dong-Gun. Dia sengaja ingin memperlihatkan pada Dong-Gun bahwa dirinya berani mempertahankan Sera.


"Apa-apaan ini?? Kenapa kalian kesini?!" Belum apa-apa Dong-Gun sudah menyambut dengan nada tinggi.


"Sesuai janjiku, aku akan memulangkan Sera padamu."


"Memangnya aku ini barang yang di pinjam??" Sera protes pada Tae-Hyun.


"Kau kan bisa mengantarnya ke rumah kenapa malah kesini? Kau sengaja ingin memperlihatkan hubungan kalian pada orang banyak??" Sindir Dong-Gun.


"Baguslah kalau kau tahu maksudku." Jawab Tae-Hyun santai.


"Yak! Gong Tae-Hyun ku peringatkan kau sekali lagi! Aku tidak akan melepaskan Sera begitu saja. Mengerti kau?" Dong-Gu menarik Sera hingga genggaman Tae-Hyun terlepas.


"Apa-apaan sih ayah? Sakit.." Rengek Sera pada ayahnya.


"Jaga Sera baik-baik, perlakukan dia selayaknya anak. Jangan semena-mena padanya, atau aku akan melakukan hal yang tidak kau inginkan." Tae-Hyun mulai berani mengancam Dong-Gun.


"Coba saja lalukan, aku tidak takut. Kau tidak akan bisa mengalahkanku." Kata Dong-Gun sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Aku pamit, kau hati-hati ya Sera." Tae-Hyun keluar dari ruangan Dong-Gun.


"Ihhh.. lepas." Sera menarik tangannya dari cengkraman sang ayah.


"Kembalikan ponselku." Pinta Sera pada Dong-Gun.


"Tidak."


"Hahh.." Dong-Gun menghela nafas.


"Kalau aku lama tidak update di media sosial orang-orang pasti akan curiga. Nanti ayah juga lho yang kena imbasnya." Sera mencoba mengusik pikiran ayahnya.


"Hmm.. baiklah." Dong-Gun mengambil ponsel Sera di loker. Sera berhasil mencuci otak ayahnya, dia tahu oersis bahwa ayahnya paling tidak suka saat image-nya tercemar.


"Jangan berbuat aneh-aneh." Dong-Gun memberikan ponsel pada Sera.


"Seharusnya aku yang bilang begitu pada ayah." Sera mengambil ponselnya.


"Kau tinggalah bersama Eun-Woo di apartemennya."


"Apa??! Tidak!! Ayah ini bagaimana sih? Kenapa malah meminta anak perempuannya tinggal bersama lelaki??" Sera tidak setuju.


"Eun-Woo akan menjagamu."


"Menjaga apanya?? Aku pasti juga akan dijadikan tawanannya." 


"Eun-Woo meminta izin padaku untuk membawamu tinggal bersamanya. Ayah percaya dia bisa diandalkan." Dong-Gun duduk di kursi kerjanya.


'Diandalkan untuk mengekangku kan maksudnya?' Batin Sera.


"Pokoknya aku tidak mau." Sera bergegas keluar dari ruaang kerja ayahnya, tapi….


"Jang Eun-Woo??" Sera kaget saat melihat Eun-Wol berdiri di depan pintu.


"Hai." Sapa Eun-Woo.


"Kenapa bisa tepat sekali?? Ayah meminta mu kesini??"


"Tidak, ini murni kebetulan, aku kesini untuk urusan bisnis bukan mau membahasmu. Tapi kata sekertaris ayahmu bilang kau ada di dalam, jadi aku tunggu di sini."


"Oiya.. kau rupanya tidak punya nyali juga ya?" Sindir Sera.


Eun-Woo mengerutkan dahinya. "Apa maksudnya?"


"Ayahku bilang kau minta izin untuk membawaku tinggal di apartemenmu kan?"


"Hmm.."


"Itu namanya curang, kau tidak bisa menghadapiku jadi kau minta bantuan pada ayah, chh.. aku kira kita bisa kerja sama sebagai partner, ternyata tidak." Sera melangkah, namun Eun-Woo menahannya.


"Lepaskan! Aku mau pulang." Sera mencoba menarik tangannya tapi Eun-Woo lebih kencang menggenggamnya.


"Aku mulai menyukaimu." Kata Eun-Woo lirih.


"Jangan katakan itu, jangan menyukaiku. Jangan menambah beban hidupku." Sera menarik tangannya lalu pergi meninggalkan Eun-Woo.


"Apa katanya? Beban hidup? Dia menganggapku ini bebam hidup? Ckck.. Baru pertama kali ada wanita yang bilang begitu padaku." Eun-Woo bukannya membenci Sera tapi dia malah semakin tertarik padanya karena merasa Sera lain dari semua wanita yang menyukainya.


Bersambung..