My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 21 : Hubungan yang rumit.



Sesampainya di tempat parkir rumah sakit Sera turun dari mobil, tapi bukannya pulang Eun-Woo juga ikut turun.


"Kenapa kamu ikut turun?" Tanya Sera.


"Memang tidak boleh??" Eun-Woo memakai kacamata hitamnya.


"Mau ikut masuk??" 


"Iya, mau bertemu ayah tirimu, mau menyapanya." Eun-Woo berjalan masuk ke rumah sakit.


"What?? Apa sih maunya? Yak! Jang Eun-Woo tunggu!" Sera mengikuti Eun-Woo masuk ke rumah sakit.


"Kamu mau apa sih sebenarnya?"


"Sudah aku bilang mau menyapa ayah tirimu, tidak sopan kan kalau tunangan anak tirinya belum pernah menyapa secara resmi." Eun-Woo berjalan terus.


"Hahhh.. apa-apaan sih anak itu." Sera mengikuti langkah kaki Eun-Woo yang berjalan semakin cepat.


Saat Eun-Woo dan Sera sudah hampir sampai di ruangan Tae-Hyun tiba-tiba Nami datang.


"Tae-Hyun sedang tidak di ruangan, dia baru menghadap kepala rumah sakit." Kata Nami pada Sera.


"Oh.. terima kasih infonya kalau begitu aku akan menunggu di ruangannya." 


Nami menghalangi Sera untuk melangkah.


"Apa sih? Kenapa menghalangi jalanku?" Sera mulai kesal dengan sikap Nami yang kekanak-kanakan itu.


"Menjauhlah dari Tae-Hyun jangan membuat dia bingung dengan perasaannya sendiri." 


"Haha.. apa sih bibi? Aku dan paman Tae-Hyun sudah sama-sama menyatakan perasaan kami. Jadi tolong jangan mengganggu hubungan kami." Sera tidak kalah garang, dia mencoba lepas dari tatapan mengintimidasi dari Nami.


"Lee Sera, mungkin bagimu semua mudah-mudah saja. Tapi tidak bagi Tae-Hyun, bagaimana jika atasan tahu bahwa dia berpacaran dengan anak mantan istrinya, apalagi seluruh warga negara ini tahu kau sudah punya tunangan. Hal itu tidak baik bagi Tae-Hyun." 


"Apapun masalahnya aku dan dia yang berhak memutuskan jalan keluarnya, tapi terima kasih sudah mengkhawatirkan kami." Sera berjalan melewati Nami.


"Jika terjadi sesuatu pada karir Tae-Hyun kau pasti akan merasa bersalah juga kan??" Suara Nami meninggi.


"Bibi.. sudah aku bilang semua masalah akan kami selesaikan sendiri dengan cara kami jadi tidak usah repot-repot mengkhawatirkan kami." Sera berjalan meninggalkan Nami, diikuti oleh Eun-Woo.


"Sepertinya wanita itu menyukai ayah tirimu." Kata Eun-Woo.


"Memang, sudah lama sekali. Sejak ibuku masih hidup." Sera memasuki ruang kerja Tae-Hyun.


"Oh.. pantas saja dia marah seperti itu. Ternyata dia kalah oleh ibu dan anak, lucu sekali." Eun-Woo duduk di sofa di sebelah Sera.


"Kau benar-benar mau bertemu paman?" Tanya Sera sekali lagi.


"Benar Lee Sera."


"Buat apa sih ngotot bertemu dengannya??"


Tae-Hyun masuk ke ruangan, dia kaget melihat Sera dan Eun-Woo ada di ruangannya.


"Selamat siang ayah mertua, saya Jang Eun-Woo, tunangan Sera." Eun-Woo berdiri lalu mengulurkan tangannya, dengan malas Tae-Hyun membalas salaman Eun-Woo.


"Yak! Jang Eun-Woo apa-apaan sih?" Sera ikut berdiri, dia kesal melihat tingkah aneh Eun-Woo.


"Sudah aku bilang aku mau menyapa AYAH TIRIMU." Eun-Woo menekankan kata AYAH TIRI, seolah dia ingin membuat Tae-Hyun sadar siapa dirinya.


'Tampaknya lelaki ini mulai menyukai Sera, makanya sikapnya seperti ini.' Batin Tae-Hyun.


"Mau apa kalian kesini?" Tanya Tae-Hyun.


"Aku sih mau bertemu paman, kalau dia….." Sera melirik Eun-Woo.


"Aku mau mengantar TUNANGANKU dan memastikan dia aman, itu adalah tugas dari ayahku." Eun-Woo kembali menekankan status mereka.


"Tidak usah berlebihan, ayah kita kan tidak akan tahu. Jadi kamu pulang saja sana."


"Hmm.. baiklah, kalau butuh jemputan aku siap menjemputmu." Kata Eun-Woo.


"Tidak usah terima kasih, sana pulang." Sera dengan santai mengusir Eun-Woo.


Eun-Woo akhirnya keluar dari ruangan Tae-Hyun.


"Sudah makan?" Tanya Sera.


"Belum."


"Kalau begitu ayo kita makan." Sera menggandeng tangan Tae-Hyun tapi ditepis.


"Kenapa sih?" Sera tampak sedih.


"Ini di rumah sakit, tidak enak jika orang-orang melihat kita seperti itu."


"Hmm.. jadi kita harus menyembunyikan hubungan kita dari semua orang?" 


"Hmm.. aku rasa begitu lebih baik." 


"Hah.. oke baiklah, tapi tidak untuk selamanya, aku akan cari jalan keluar agar kita bisa berpacaran seperti pasangan lain." Sera memeluk Tae-Hyun.


Kali ini Tae-Hyun tidak menolak bahkan dia membalas pelukan Sera, dan membelai lembut rambut Sera.


"Rasanya aku ingin menangis, aku sudah lama sekali menunggu momen ini." Kata Sera sambil terus memeluk Tae-Hyun.


"Sudah.. sudah.. ayo makan." Tae-Hyun melepaskan diri dari pelukan Sera lalu keluar dari ruangan tanpa menunggu Sera.


"Gemas sekali." Gumam Sera.


Bersambung...