My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 23 : Sera dihukum lagi.



Sera baru saja masuk ke rumah namun tiba-tiba di hadang oleh ayahnya.


PLAK..


Tidak ada angin tidak ada hujan Sera langsung menerima tamparan di pipinya.


Sera membelalakan matanya karena kaget.


"Ada apa ayah?? Aku baru saja pulang tapi tiba-tiba ayah menanparku??"


"Sudah ku peringatkan jangan menemui Gong Tae-Hyun lagi…!!" Dong-Gun murka.


"A..aku.. tidak…" Sera tergagap karena takut.


"Tidak apa?? Tidak menemuinya?? Jangan mengelak, ayah ada buktinya!!." Dong-Gun semakin murka.


Dong-Gun menarik tas Sera, membalikan handbag berwarna merah itu hingga semua isi tas Sera berjatuhan ke lantai.


"Ayah!!"


Dong-Gun mengambil ponsel Sera.


"Masuk ke kamarmu sekarang juga!!!" Dong-Gun pergi, ponsel Sera dibawa.


Sera memungut semua isi tasnya lalu masuk ke kamarnya.


Dari jauh Seol-Hyun tersenyum bahagia, dia mengirim foto Sera dan Tae-Hyun saat makan di cafe.


"Kerja bagus anak ibu yang cantik." Subin membelai rambut Seol-Hyun.


"Anak haram itu sudah terlalu banyak dapat fasilitas dari ayah. Dia juga dapat saham, dan dapat Eun-Woo oppa. Tapi dia bukannya bersyukur malah main-main begitu." Kata Seol-Hyun, dia merasa sangat iri pada Sera.


"Soal saham kau tidak usah khawatir, saat kau berulang tahun yang ke dua puluh ayah akan memberimu saham perusahaan. Soal Eun-Woo, sudahlah relakan saja, masih banyak lelaki yang lebih kaya dan lebih tampan darinya. Jujur ibu tidak suka sikapnya yang arogan itu."


"Tapi aku suka, dia terlihat seksi karena arogan." Seol-Hyun pergi meninggalkan ibunya.


"Hahh.. memang di usia segitu masih belum bisa membedakan mana pria baik mana yanv tidak."


...----------------...


Selesai mandi Sera melakukan perawatan kulit dan rambut sebelum tidur.


Sera bercermin dan melihat pipinya masih merah bekas tamparan ayahnya.


"Sepertinya aku butuh air es." Sera keluar kamar untuk mengambil air es.


"Makanya jangan jadi anak yang melawan orang tua. Ayahmu sudah cukup bersabar selama ini, jadi jangan berulah. Kau hanya akan mencoreng nama baik keluarga dan perusahaan." Subin mendekat ke Sera.


"Aku juga tidak ingin tinggal bersama dan diakui sebagai anak ayah. Tapi ayah tidak melepasku. Aku tahu kau pasti sudah muak tinggal bersamaku, jadi tolong buat ayah mengusirku, aku rela melepaskan semua harta dan fasilitas dari ayah." Sera lalu lergi begitu saja.


"Suaranya terdengar tak berdaya begitu? Aneh sekali, biasanya dia akan membuat suara yang membuat emosimu meledak-ledak tapi kenapa kali ini dia begitu tenang?" Subin sedikit curiga pada sikap Sera.


...----------------...


Pagi hari Dong-Gun, Subin dan Seol-Hyun sudah duduk manis menunggu makan pagi.


"Dimana Sera?" Tanya Dong-Gun.


"Masih tidur mungkin." Jawab Subin.


Seperti tahu kalau sedang dibicarakan Sera datang masih memakai kimono tidur.


Sera duduk di kursi makan.


'Wajahnya tampak pucat, pipinya lebam belas tamparanku semalam. Apa aku terlalu keras menamparnya?' Dong-Gun merasa bersalah sendiri dalam hati.


"Kata Ju-Hwan hari ini kau tidak ada jadwal. Jadi kau diam saja di rumah." Perintah Dong-Gun ke Sera.


"Hmm.. baiklah." Jawab Sera pasrah.


Dong-Gun, Subin dan Seol-Hyun sedikit kaget dengan reaksi Sera yang tanpa perlawanan, padahal biasanya dia pasti akan adu mulut.


'Ada apa dengannya? Apa dia sakit?' Dalam hati Dong-Gun merasa bersalah.


'Aneh sekali sikapnya, apa dia memang sudah bertobat? Dan memilih damai dengan ayahnya?' Subin juga menerka-nerak dalam hati.


Sera makan dengan lahap, setelah selesai makan dia pamit untuk masuk ke kamar.


Sera meminum obat tidur lagi, dia ingin tidur saja, dari pada otaknya stress sendiri.


Bersambung...