My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 35 : Membuat Eun-Woo kesal.



Sera mengemasi barangnya, dia harus menepati janji pada Eun-Woo karena Tae-Hyun sudah dibebaskan.


Sera keluar dari kamar dengan dua koper di kedua tangannya.


"Tunggu!" Seol-Hyun berlari dari kamarnya.


"Kau pasti senang kan akhirnya aku keluar dari rumah ini?" Sindir Sera.


"Kata siapa? Justru aku kesal kenapa kakak bisa tinggal dengan Eun-Woo oppa."


"Apa?? Kau benar-benar suka ya pada Eun-Woo??" Sera bingung tidak bisa membedakan mana yang serius atau tidak dari seorang Seol-Hyun.


Seol-Hyun mengangguk.


"Hahaha.. tapi maaf ya adikku yang manis. Aku yang akan tinggal dengan Eun-Woo bukan kau." Sera sengaja ingin membuat Seol-Hyun cemburu, dia paling suka saat bisa membuat Seol-Hyun atau ibunya kesal.


"Akan aku buat kakak terdepak dari Eun-Woo oppa."


"Hahaha.. silahkan saja, bye." Sera pergi dari hadapan Seol-Hyun.


"Apa aku manfaatkan saja dia?" Gumam Sera sambil berjalan menuruni tangga.


Di ruang tamu Eun-Woo sedang bercengkrama dengan ayahnya. Sera melihat kesal ke ayahnya yang seolah seperti sedang menjualnya pada Eun-Woo. 


"Itu dia Sera." Wajah berseri-seri terlihat jelas di wajah Dong-Gun.


'Hah.. bahkan wajah ayah terlihat sangat bahagia, padahal dia akan melepaskan anak gadisnya ke tunangannya, ckck..' Batin Sera.


"Aku titipkan Sera padamu Eun-Woo, marhai saja kalau dia nakal." Dong-Gun merangkul Sera tapi ditepis oleh Sera sendiri.


"Sera sudah mau pergi?" Subin keluar dari kamarnya menghampiri.


"Pasti senang kan aku pergi dari sini??" Sera selalu mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Sera jaga sikapmu!" Dong-Gun langsung bernada tinggi.


"Ayo pergi." Sera berjalan menuju pintu tanpa berpamitan.


"Emm.. saya pamit presdir lee, saya akan menjaga Sera baik-baik." Eun-Woo mengejar Sera.


"Bawa." Sera melepaskan handle kedua kopernya berjalan menuju mobil Eun-Woo.


Eun-Woo dengan terpaksa menarik kedua koper Sera, lalu memasukannya ke bagasi mobil.


"Aku lapar." Sera sudah duduk manis dan memakai sabuk pengaman.


"Mau makan apa?" Tanya Eun-Woo.


"Yang mahal."


"Apa?? Makanan yang mahal banyak, aku akan belikan tapi sebutkan dimana kau mau makan." 


Sera sengaja membuat Eun-Woo kesal. "Terserah, aku mau tidur bangunkan aku kalau sudah sampai." Sera memakai kacamata hitamnya lalu memejamkan mata.


"Wahhhh.. aku tidak tahu ternyata kau bisa juga bikin aku kesal." Eun-Woo memasang sabuk pengamannya.


"Kalau begitu turunkan aku, jangan tinggal satu atap dengan wanita yang membuatmu kesal." Sera menurunkan jok mobil, lalu melipat kedua tangannya di dada.


Eun-Woo tidak berkomentar apa-apa dia langsung saja membawa mobilnya.


Eun-Woo menuju ke hotel bintang lima untuk makan di restoran yang terkenal enak dan mahal.


"Tidak jadi, aku ingin makan ramen cup saja di depan minimarket." Sera bermata tanpa merubah posisinya.


"Waaaah.. seleramu benar-benar random ya ternyata?" Eun-Woo sudah mulai kesal dengan sikap Sera, tapi dia tahu bahwa Sera memang sengaja melakukan ini agar membuatnya kesal.


Eun-Woo kembali memasang sabuk pengamannya lalu melaju menuju minimarket.


Sera membeli satu cup ramen instan, beserta kimchi, telur, sosis, dan nasi instan.


"Waaah.. aku benar-benar tidak menyangka makanmu sebanyak ini." Eun-Woo hanya bergeleng-geleng heran.


"Memangnya kenapa?" 


"Tidak apa, habiskan." Eun-Woo meneguk soda kaleng dingin.


Sera dengan lahapnya memakan semua yang dia beli.


"Waaah.. daebak! Habis semua."


"Ayo pulang, aku mengantuk." Sera berjalan masuk ke mobil.


"Waaah.. aku benar-benar diperlakukan seperti supirnya." Eun-Woo meremas kaleng kosong.



Sesampainya di apartemen Eun-Woo, ternyata Tae-Hyun sudah menunggu di depan pintu.


Sera berlari ke arah Tae-Hyun lalu memeluknya erat.


"Paman tidak apa?" Tanya Sera.


SEEEET…


Eun-Woo menarik tangan Sera secara paksa.


"YAAAK!!!" Tae-Hyun menarik lagi tangan Sera.


"—aku tidak akan mengambilnya, justru aku harus berterima kasih padamu karena sudah berhasil membuat Dong-Gun melepaskan Sera dari rumahnya." Tae-Hyun juga melakukan hak yang sama, dia ingin membuat Tae-Hyun kesal.


"Apa? Jadi kau memperbolehkan Sera tinggal di apartemenku??" 


"Iya, aku percaya tidak akan ada sesuatu hal yang perlu aku khawatirkan, aku percaya pada kekasihku." Tae-Hyun mengecup bibir Sera.


Sera menarik Tae-Hyun lalu mengajaknya berciuman mesra.


"CUKUP!!" Eun-Woo berteriak. Lalu Seran dan Tae-Hyun menghentikan aksinya.


"Jang Eun-Woo aku boleh membawa paman ke kamar kan? Aku rasa ciuman yang baru saja sudah membangkitkan hasratku." Sera sengaja mengatakannya.


"Lee Sera cukup, ayo masuk." Eun-Woo menarik Sera masuk ke apartemennya.


"Pamaaaan nantin aku video call ya?" Sera berteriak sambil berjalan masuk ke apartemen Eun-Woo.


"Hmm.. aku mencintaimu Gong Tae-Hyun." Teriak Sera tepat sebelum Eun-Woo menutup pintu.


"Mana kamar untukku?" Tanya Sera.


Bersambung...