Mr. Arrogant, My First Love

Mr. Arrogant, My First Love
Reki dan Andin



"Ay nanti malam tidak sibuk kan?" Tanya Reki yang sedang menyetir disebelah Andin


"Tidak ay,emang kenapa ay,mau ngajak ngedate ya?" Andin sedikit senang jika diajak ngedate betulan karena sudah lama mereka tidak menikmati waktu berdua.


"hmmm, aku berharap kamu tidak marah dan kamu bersedia,aku ingin mengajak kami dinner dengan orang tua ku nanti jam 07:00 ay ,apakah kamu bisa?" Reki penuh harap Andin akan bersedia


"hmmm sebenarnya aku agak gimana ya takut, tapi harus kan,kita juga sudah sangat lama menjalani hubungan kita ,kita juga harus melangkah lebih jauh ,yaudah nanti malam jemput aku ay " Andin bertekad dan memberanikan diri, pasalnya mereka juga sudah cukup umur untuk memikirkan hubungan mereka dengan serius.


"yes,thanks ay" ujar Reki dengan senang


Seharian Andin tidak bisa fokus bekerja,mengingat nanti malam akan bertemu orang tua Reki.


tepat pukul 16:00 ,Andin bergegas pulang kerumah dan mencari baju yang bagus untuk dipakai dinner dengan orang tua Reki.


sudah mencoba semua isi lemari tapi tidak ada yang sesuai,dan akhirnya Andin dengan memberanikan diri meminta bantuan Queen memilih kan baju untuk nya.


Dengan senang hati Queen membantu Andin memilih baju dan Queen juga merias wajah Andin , Queen sangat puas dengan hasil nya,Andin terlihat sangat Anggun dengan Gaun berwarna biru langit malam dan dengan riasan yang tipis.


"makasih kk Queen," ujar Andin memeluk Queen


"you're welcome ,Semoga berhasil ya Ndin,kk pulang dulu" Queen langsung melangkah pergi dan pulang


Sebelum pukul 07:00 ,Reki sudah menjemput Andin.


Andin sangat gemetaran sangat jelas terlihat, Andin terus meremas Gaun yang dipakai nya.Reki yang melihat Andin sangat gemetaran langsung menggenggam tangan Andin.


"jangan takut ay ada aku, mama papa ku tidak makan Manusi" Reki agak bercanda


" heheh bukan begitu,Aku cuman takut orang tua kamu tidak menyukai aku ay" itulah yang dikawatirkan Andin,Andin tidak sanggup membayangkan jika harus berpisah dengan Reki.


Sesampainya di restoran yang sudah di reservasi oleh Reki, Ternyata orang tua Reki sudah menunggu .


Andin takjub dengan desain restoran itu,unik dan mewah.


"Ma ,Pa ini Andin" Ujar Reki


Papa nya Reki langsung berdiri menyambut tangan Andin yang hendak menyalami nya,


"salam kenal Andin Saya Ryuji,papanya Reki" ujar Papa nya Reki


sedangkan mama nya hanya duduk ,dan menyalam tangan Andin sekilas dengan tatapan malas.


Darah Andin berdesir,sangat terasa jika mama nya Reki tidak menyukai nya,Namun Reki langsung menggenggam tangan Andin.


"Silahkan duduk nak Andin" ujar Ryuji papa nya Reki


Andin dan Reki mengambil posisi duduk di depan orang tua Reki


setelah memesan makanan,Andin tidak merasa asing dengan makanan makanan dihadapan nya,dia sering memakan itu bersama Reki dan Elyora.


Selesai menyantap makanan mereka.Papanya Reki bertanya mengenai Andin,dimana sekolah dan bekerja,Andin dengan senang hati memberitahu bahwa dia sekolah di SMA yang sama dengan Reki, kemudian kuliah S1 di Jepang dan bekerja di Perusahaan S sebagai Manager.


"Kami hebat di usiamu yang masih muda kamu sudah menjadi manager" puji Ryuji karena mendapat kan posisi Manager tidak mudah.


"tidak ada yang hebat dari itu,apa pekerjaan orang tua mu? Patrisia mamanya Reki menyambar perbincangan mereka,dan itu berhasil membuat Andin ciut


"orang tua saya pegawai negeri sipil,Mama saya bekerja di kantor perpajakan dan papa di bea cukai" Ujar Andin dengan Nada rendah


"ooh hanya Pegawai negeri sipil,saya kira kamu anak pemilik sebuah perusahaan " ujar patrisia ketus


"Ma," ujar Ryuji dengan tatapan tajam merasa tidak enak hati kepada Andin karena sikap istrinya itu.


tidak lama kemudian Patrisia Langsung mengajak suaminya pulang,mereka pun pulang terlebih dahulu.


"maaf ya nak Andin kami harus pulang,masih ada pekerjaan yang harus om selesai kan,Dan Reki antar Andin sampai kerumah ya, hati hati"Ryuji langsung membawa istrinya itu pulang


"Ma tidak bisakah kamu bersikap baik didepan Andin," ujar Ryuji


"Tidak,aku tidak menyukainya dan apa untungnya jika kita memiliki besan hanya pegawai negeri sipil,tidak ada untungnya untuk perusahaan kita kan pa" Sahut patrisia


"Ma, jangan lagi mendikte hidup Reki ,cukup Mama mendikte Reiyu ,dan hasilnya apa, bahkan sampai hari ini aku sangat merindukan Reiyu ku yang ceria bahkan untuk berbincang dengan Reiyu sangat sulit ,aku tidak mau hal yang sama terjadi pada Reki ,biar dia memilih hidupnya dan aku tidak menolak Andin menjadi menantuku,dia gadis yang baik juga pintar,tidak ada yang salah dengan nya " Setelah mengatakan itu Ryuji menghidupkan mesin mobilnya dan melaju.


Sedangkan Andin masih di restoran dengan Reki.Andin merasa sangat tertekan mengingat perkataan Patrisia.


"Udahlah Ay,jangan terlalu dipikirkan aku akan berjuang dengan mu, aku akan membantu mu agar mama menyukai mu,oke " bujuk Reki


Andin hanya mengangguk,dan meminta Reki mengantar nya pulang.


"Selamat malam ay" ujar Reki mengecup bibir Andin yang hendak melepaskan sitbelt nya.


"Malam ay,hati hati menyetir ya ay " ujar Andin dan mengecup kembali bibir wangi mint milik Reki


Wajah Reki langsung memerah .


Andin langsung masuk kerumah,dan berbaring di Ranjang, dan hati nya sangat sesak, menimbang imbangi bagaimana jika dia akhirnya berpisah dengan Reki Waktu yang mereka lalui hampir delapan tahun berpacaran akan terbuang sia sia,Andin selalu mencintai Reki dan setiap hari nya semakin mencintai Reki,Andin mulai meneteskan air matanya ,Tidak mau menyimpan itu sendiri,Andin mengambil ponselnya dan menelepon Elyora.


tut tut


"Annyeong andin" sapa Elyora dari seberang sana


"anyeong Elyora,Apakah aku mengganggu mu atau aku menganggu waktu mu dengan Sam dan Jay?" Tanya Andin


"Tidak kok,Jay sedang bermain dengan pamannya sedang kan Kk Sam sedang bekerja, aku tidak pernah merasa terganggu jika itu kamu beb " ujar Elyora dari seberang sana,dan tidak lama kemudian terdengar suara isak tangis Andin


"Wait wait,kenapa menangis ndin, ada apa beb" tanya Elyora


Andin kemudian menceritakan kejadian yang dilalui nya tadi saat makan malam bersama keluarga Reki


"Wahh, tenang lah beb , jika kk Reki masih berada di pihak mu ,kamu masih Aman, hanya perlu berusaha sedikit lagi,aku akan membantu mu beb," ujar Elyora


setelah berbincang agak lama dengan Elyora,Andin merasa tenang dan bisa tidur walapun setelah banyak menangis.


Bersambung