Mr. Arrogant, My First Love

Mr. Arrogant, My First Love
Perpustakaan



aku tidak berharap kita bertemu kembali.


...****************...


"El bangun el, elyora wake up please" pinta andin sambil mengguncang tangan El yang tertidur pulas,


"apaan sih din, aku ngantuk banget, liat ni mata panda el," ucap el memanyunkan bibirnya


"lagian kamu kok begadang ,tapi tugas kamu juga gak selesai ,heran bisa bisa nya kamu tidur diruangan sebising ini"cerewet andin


" keterusan baca komik, hiks, lagian ibu nana gak masuk din jadi gakpp dong aku tidur,sebentar aja din please! " pinta el


klotak klotak klotak


ada aura aura menyeramkan dari bunyi sepatu itu,


"Mana ketua kelasnya?" tanya bu Rea


"tuhkan bener, mati aku, " batin el " saya bu, saya ketua kelasnya " ucap el sembari berdiri dan merapikan rambut nya yang acak acakan.


"kenapa gurunya tidak dicari,? tanya bu rea


"yang masuk bu nana bu, dan hari ini bu nama ada urusan mendadak jadi tidak bisa hadir bu" jelas el


" ooo pantes kelas kamu bising, sekarang kalian semua ke perpustakaan cari buku yang terkait materi pelajaran kalian hari ini, segera saya terganggu dengan kebisingan kalian! " perintah bu rea kesal


el dan teman sekelasnya menuju perpustakaan


"yang nabrak kamu, yang kesal juga kamu ,lagian saya jalan pakai kaki gak loggika jalan pakai mata " ucap pria itu seketika el merasa kesal dan mendongak keatas, kebetulan yang ia tabrak ketua kelas x Ips1 ,bryan anggara,


" eh yang nabrak itu kamu ya ," cetus el gak terima disalahkan


" bryan kamu yang salah, kamu yang nabrak el"ucap nadin membela el, bryan adalah teman nadin di club atlet .


"yaudah, nama kamu siapa? tanya bryan kepada el


"elyora " jawab el singkat


"elyora saya minta maaf karena menabrak kamu, makanya jangan pendek " ejek bryan dan melanjutkan langkahnya tanpa menunggu jawaban el ,bisa dibayangkan bagaimana kesalnya el .


"bryan, saya tau pasti kamu sengaja nabrak el?" tannya jeno penasaran


" iya jen, saya suka sama el, saya pengen dekat sama el, tapi kamu tauu kita itu udah tiga kali kenalan dan beberapa kali ketemu karena el selalu menunggu andin jika ada jadwal laatihan lari, tapi sampai sekarang sikap nya gakda ramah ramahnya bahkan namaku saja el tidak ingat, "?


"saya salut sama kamu bryann ,hahhaah sanggup kamu menyukai el, ekspresi nya aja flat gitu gakda manis manisnya bryan, iya el memang pintar tapi dia terlalu cuek " ucap jeno terkecohh bisa bisanya sahabat nya menyukai wanita berekspresi flat dan nyaris tidak pernah terlihat senyum ramah.


" mau gimana lagi jen, aku gak bissa mengatur perasaan ku,, aku terus memikirkannya ,bahkan melihat wajah kesalnya seperti barusan membuat ku semakin suka " ucaap brayn tersenyum mengingat ekspresi el barusan.


"dasar bucin, buta kareana cinta, ahaha " ejek jeno


sementara di perpustakaan ,el bertemu kembali dengan sam, ketika el mencari buku el kaget ada seseorang tidur dilorong rak buku itu, el gak habis pikir sam diperpustakaan bukannya membaca buku malah tidur nyenyak dan bersandar ketembok.


" aku kerjain ah, hihihi " batin el terkekeh,sebelum el melaksanakan aksinya dia mengambil ponsel dari sakunya dan membuka kamera ponselnya,kemudian el menggambar kumis mirip kumis kucing diwajah sam menggunakan spidol, kebetulan el selalu membawa spidol kecilnya setelah nya el memotret wajah sam dan pergi dari tempat itu dengan perlahan sambil terkecoh.