
Pagi itu Andin dengan berat hati mengantarkan ketiga orang itu ke bandara internasional Tokyo, rasanya baru semalam mereka datang dan kemudian langsung pulang.
Sungguh ingin rasanya Andin Menahan Reki diJepang,tapi itu adalah hal yang tidak mungkin.
dengan Mata yang sendu dan berkaca kaca hampir menangis Andin melepaskan genggaman tangan Reki,dan setelah puas Reki memeluk Andin baru lah Elyora memeluk Andin.
"bye Andin sayang, baik baik belajar disini ya,jangan nakal " ujar Elyora
kemudian melepas dekapannya dan berjalan menuju gate bersama Sam dan Reki
belum sampai di gate Reki berlari kembali menghampirinya Andin dan langsung memeluk nya sampai Andin tersentak dan hampir terjatuh.
"Aku pulang ya ay,I love you take care,baby jangan lupa share jadwal kuliah Andin sama kk ya supaya kk tau Waktu yang tepat menghubungi Andin " ucap Reki sekali lagi dan mengecup kening Andin dan berlari kemudian mengejar Sam dan Elyora.
Andin mengangguk kemudian tersenyum dan melambaikan tangan kepada pria tampan nya itu.
Liburan yang singkat namun mengesankan ,benak Andin
Sesampainya di Indonesia , Elyora Langsung pulang kerumahnya begitu juga dengan Reki.
Lain hal nya dengan Sam, baru saja tiba di di Soekarno Hatta airport Adit meneleponnya seperti nya ada sesuatu yang terjadi di bengkelnya.
Sesampainya dibengkel Adit melihat sekeliling bengkelnya dan mencari keberadaan Adit setelah menemukan Adit ,Barulah Sam bertanya
"sebenarnya apa yang terjadi Dit?" tanya Sam
"haaah rupanya pak tua itu cari masalah lagi ya " gerutu Sam dan mengusap wajahnya tak habis pikir dengan kelakuan pria yang mengaku sebagai papanya itu.
Sam pun memutuskan untuk mendatangi Papa nya kekantor nya,
Sesampainya di depan gedung yang menjulang tinggi dengan desain arsitektur yang menarik Sam langsung masuk dan menaiki lift ke lantai 15 ruangan papa nya Bekerja tepatnya ruangan pemilik perusahaan itu,tanpa mengetuk pintu Sam Langsung masuk sekretaris yang duduk didepan ruangan papa nya sudah melarang Karena belum ada janji bertemu dengan Sam, tapi Sam tidak peduli dan langsung menerobos
"Apa maksud anda merusak desain desain saya yang sudah susah payah saya buat dan juga apakah bawahan Anda tidak ada sopan santun nya merusak bengkel saya sesuka hatinya" ujar Sam tepat dihadapan papanya
"Sam ,tidak bisakah kamu panggil saya papa lagi,apakah sangat berat memanggil saya papa?" tanya balik Darius Zico kepada Sam tanpa menjawab pertanyaan Sam terlebih dahulu ,ya papanya Sam adalah Darius Zico pemilik Mall ternama di Indonesia.
"Tidak akan,"bls Sam
" sebesar itu rasa bencimu sama papa,padahal papa menyayangi kamu Sam" ucap Darius
"sayang,haaa sayang dari mana, saya tidak Sudi menerima rasa sayang anda,, anda tidak pernah ada untuk ku dan mama , saat saya kehilangan mama anda juga tidak ada ,,bukan salah anda tapi mama saya yang tidak pintar dan langsung menerima anda dalam hidupnya dengan tulus tanpa mencaritau mengenai anda dan hidup mama berakhir sebagi pelakor dan sekarang anda mengejar saya memaksa saya masuk kedalam keluarga anda ,maaf saya tidak bisa" ujar Sam dengan nada Sangat Marah
Darius menatap Sam dengan tatapan datar menyembunyikan rasa bersalah nya kepada Sam dan wanita yang dia cintai yaitu mamanya Sam
Sam semakin marah melihat ekspresi Darius
" jangan pernah ganggu kehidupan saya lagi" ujar Sam Lalu meninggalkan ruangan papa nya dengan wajah yang penuh emosi .
"Baiklah Sam saya tidak akan menganggu kamu sampai kamu selesai kuliah ,tapi setelah kamu selesai kuliah apapun caranya saya akan membawa kamu ke perusahaan ini, hanya itu satu satunya cara saya menebus kesalahan saya kepada kamu dan mamamu" ujar Darius dalam ruangannya.