
Sam mengendarai motornya dengan kecepatan normal ,dengan pikiran yang masih kalut, Mata Sam mulai kabur seperti efek kamera ngeblur dan tidak dapat melihat dengan benar, Sam kemudian melepas kaca helm nya dengan sebelah tangan nya dan mengusap matanya perlahan...tapii naas nya
brakkk
sebuah mobil truck menabrak Sam hingga tercampak dan helmnya terlepas menyebabkan kepala Sam terbentur ke Aspal
seketika jalan itu ramai orang orang mulai berkerumun ditempat kejadian polisi mulai berdatangan disertai dengan Ambulans .
Sam langsung dilarikan kerumah sakit.
sesampainya dirumah sakit pihak rumah sakit langsung menangani Sam sementara polisi sibuk mencari keluarga Sam dan tidak mendapatkan hasil apa apa karena yang terdaftar sebagai ibu nya Sam sudah meninggal dan Sam semenjak peninggalan ibu nya didampingi oleh seorang pengacara.polisi segera menelpon pengacara tersebut.
Pengacara itu pun Langsung datang kerumah sakit ,
Pihak rumah sakit kewalahan menangani pendarahan dikepala Sam,
pengacara itu dengan kaki yang gemetar menunggu di depan ruang UGD, kemudian seorang dokter keluar dari ruangan itu
"apakah bpk keluarga pasien? tanya dokter itu
"saya kerabatnya, apakah pasien baik baik saja?" tanya pengacara itu
"kami sedang berusaha,namun pasien kehilangan banyak darah, sehingga membutuhkan penambahan darah,namun stok darah dirumah sakit sekarang hanya ada O sementara darah pasien B+ , apakah golongan darah bapak B+ ?" tanya dokter itu
" Tidak saya o" sahut pengacara itu
"pihak rumah sakit juga sudah menghubungi rumah sakit mitra tapi tidak ada darah B+ ,kita membutuhkan darah nya secepatnya,apakah tidak ada keluarga pasien yang lain?" tanya dokter itu lagi
Pengacara itupun berpikir keras dan akhirnya muncul satu orang lagi dipikiran nya, Presdir iya papanya Sam, Pengacara itu langsung menelpon Darius papanya Sam dan memberitahu Keadaan itu,Darius langsung bergegas dari kantor nya menuju rumah sakit.
pengacara itu tidak memikirkan Sam Yang akan marah besar setalah sadar nanti,yang paling penting adalah keselamatan Sam sekarang dan nyawanya Sam.
tidak butuh waktu lama Darius sudah tiba dirumah sakit ,dan langsung melakukan transpalasi darah sebanyak dua kantong dan sekantong lagi dari kk tiri nya Sam yang saat itu juga datang bersama Darius.
Sejam kemudian Sam dipindahkan ke ruang inap VIP ,Darius ingin memindahkan Sam kerumah sakit luar negri tapi tidak memungkinkan karena keadaan nya saat ini masih koma.
Tidak ada seorang pun dari teman Sam termasuk Elyora,adit,sarah,teman kuliah dan Reki yang mengetahui kejadian itu.
Reki sibuk bekerja pada saat libur akhir tahun Reki memilih untuk beristirahat dirumah dan belajar.
Elyora menikmati'liburan nya dengan bunda dan papanya yang jarang terjadi. sesekali menghubungi Sam tapi tidak pernah dibls, Elyora mengira bahwa Sam kemungkinan sibuk bekerja, Kemudian Elyora juga dibawa bundanya berlibur ke italy
sedangkan Adit kewalahan menyelesaikan pekerjaan dan heran kenapa sudah seminggu boss nya tidak datang kebengkel,Sarah juga sudah mendatangi Apartemen Sam tapi tidak ada siapapun disana bahkan motor milik Sam tidak ditemukan di Parkiran basemen apartemen Sam, jadi mereka tidak tau mencari kemana lagi.
Darius terus memantau perkembangan anaknya itu dengan penuh kecemasan takut terjadi hal yang sama seperti yang terjadi pada wanita yang ia cintai dulu yaitu mama Sam yang sudah meninggal.
Pengacara yang mendampingi Sam juga selalu datang kerumah sakit,dan pengacara itu tidak kepikiran untuk datang ke bengkel milik Sam, sehingga Adit benar benar tidak tau mengenai boss nya sekarang ada dimana.
Darius dan pengacara yang mendampingi Sam menjenguk Sam di waktu yang bersamaan,
"selamat siang,saya Darius papa nya Sam" sapa Darius Kepada pengacara itu
"selamat siang,saya tahu anda papanya Sam makanya saya menelpon anda untuk memberikan darah anda, walapun saya tahu Sam sangat membenci anda dan saya tidak mau kehilangan Sam sehingga saya tidak memikirkan kebencian Sam kepada anda,yang saya pikirkan hanya keselamatan Sam" ujar pengacara itu
"sebelumnya terimakasih, ternyata anda tau banyak mengenai Sam, bagaimana anda mengenal Sam?" tanya Darius
"Saya adalah teman catrine (Mamanya Sam) lebih tepatnya saya mantan pacarnya Catherine sebelum anda merebutnya dari saya, tapi setelah anda bersama catrine pun saya tetap mencintai nya,saya sangat marah kepada anda saat melihat catrine yang berjuang sendirian saat mengandung Sam dan saat Sam lahir pun anda tidak ada, jadi saya selalu menemani catrine menggantikan anda,tapi hatinya tetap untuk anda, saat Sam bertumbuh saya juga menemani Sam , saat Sam kelas 2 SMP saya juga menjadi saksi dimana istri Anda datang kerumah catrine dan memaki Catrine didepan Sam ,Sam sangat marah ketika itu karena mamanya disebut pelakor, dua hari setelah kedatangan istri anda , catrine mengalami kecelakaan sepulang kerja,dan saat pemakaman nya pun anda tidak ada ,dan itu menjadi luka yang dalam untuk Sam, saya juga tidak habis pikir ketika Sam memilih melanjutkan pendidikan nya dikota ini,dikota tempat anda tinggal padahal dia selalu terluka mengingat Anda,oiya perkenalkan saya Fandi,saya seorang pengacara dan wali Sam selama ini " jelas Fandi
Mendengar semua penjelasan Fandi Darius merasa dada nya ditusuk belati,sangat perih dan sakit, karena orang yang sangat dia cintai juga adalah catrine namun tidak bisa meninggalkan istrinya karena memiliki saham yang besar di perusahaan nya ketika itu,namun saat ini tidak lagi karena saham istrinya tinggal 1 persen dan 5 persen miliknya selebihnya milik pemegang saham Yang lain.
"terimakasih telah menjaga mereka pak Fandi" ucap Darius tulu
Fandi hanya diam tidak menanggapi Karena tidak senang dengan ucapan terimakasih dari Darius.
Fandi tidak memberitahu Darius mengenai 3 persen saham yang dimiliki oleh Sam diperusahan Darius, Fandi masih merahasiakan nya.
"saya benar-benar papa yang buruk untuk Sam,saya juga sudah melukai nya beberapa kali ,saya memaksa nya dengan kekerasan untuk tinggal dirumah saya ,saya sangat ingin menebus kesalahan saya semenjak saya tahu dia tinggal di kota ini,tapi dimata nya selalu terpancar kebencian setiap melihat saya, pak Fandi saya sangat berterima kasih karena sudah menjaga anak saya,dan saya akan ambil alih mulai hari ini,saya akan berusaha membujuknya " ujar Darius Tulus.
"silahkan " ujar Fandi