
Ditengah Sibuknya Sam bekerja
Darius datang keruangan nya.
"Apa apa an ini Sam, lihat lah wajah mu dan anak itu sekarang sudah ada dimana mana, "
Ujar Darius tanpa menyadari Jay ada diruangan itu juga.
"terus kenapa pa,dia memang anak ku" Sahut Sam
" tapi Sam masalah ini merembes ke citra perusahaan kita," Ujar Darius
Tidak heran ,semua artikel yang muncul judul nya buruk semua," Penerus perusahaan Zico memiliki anak diluar Nikah" Dan masih banyak lagi,dan komentar komentar netizen banyak yang menghujat Sam, Dan beruntung nya Sam, netizen tidak dapat mencaritahu mengenai masa lalunya .
"papa sudah mencoba menghapus artikel artikel yang beredar Sam, tapi sudah sempat menyebar jejak digital Sungguh sulit untuk dihapus Sam " ujar papa nya
Sam juga paham karena hal ini saham perusahaan papa nya itu akan jatuh.
"pa ,Sam lebih baik kehilangan kedudukan di perusahaan ini daripada kehilangan Jay, jika perlu Sam akan mengundurkan diri "
"Jangan mengundurkan diri Sam , apakah kamu tidak bisa menyembunyikan anak itu sebentar,dan nanti kita akan mencari waktu yang baik untuk menunjukkan nya ke publik "
"tidak pa " sahut Sam
"ayolah Sam ,lagian dari mana kamu dapat anak itu, dan siapa ibu anak itu, Pantes saja kamu tidak pernah mengikuti kencan buta yang papa aturkan, jangan jangan ibu anak itu wanita tidak baik baik makannya kamu sembunyikan selama ini "Ujar Darius
"stop pa stop,apakah tidak ada kalimat yang lebih baik lagi, Nama anak ku Jay, jangan terus mengatakan "anak itu" dia punya nama dan ibu nya Jay benar benar wanita yang baik baik dan terhormat, aku tidak akan mengikuti saran papa,aku tidak akan kehilangan Jay dan Ibunya lagi, aku tidak mau Jay merasakan yang Sam rasakan,aku tidak mau Jay bertumbuh tanpa merasakan kasih sayang papa nya" ujar Sam dengan volume yang meninggi karena Emosi ,
Mendengar ucapan Sam Darius teringat dengan dirinya yang tidak pernah ada untuk Sam sejak lahir sampai Sam berumur 20 tahun,Itu sedikit menyentil perasaan Darius.
Suara Sam membuat Jay kaget dan terbangun , Perlahan Jay mengusap matanya dan menghampiri Sam ke kursinya.
"Papa kenapa marah?" tanya Jay yang melihat wajah papa nya memerah dan terlihat muncul urat Wajahnya
"Ah Jay ,papa membuat mu terbangun ya, papa tidak marah kepada Jay"ujar Sam sembari mengangkat dan menggendong Jay.
" Apakah kakek tua ini membuat papa marah" tanya Jay sembari mengamati wajah Darius diseberang meja Sam
Darius yang melihat wajah Jay langsung mengamati Jay, "benar benar mirip dengan Sam, rambutnya,mata nya , alisnya bahkan garis wajahnya,apakah sewaktu Sam balita se tampan anak ini " batin Darius
"jangan bilang Kakek tua itu Jay,itu Kakek nya Jay,kakek itu adalah papa nya papa "ujar Sam
" granfa? Jay punya dua granfa, Jay sudah punya grenfa di Korea" ujar Jay mengingat El Dhanva
"iya Jay punya dua grenfa sekarang " jelas Sam
Jay kemudian meminta turun dari Pangkuan Sam dan berjalan ke Arah Darius.
"Annyeonghaseo grenfa, Jay senang bertemu dengan grenfa,"ujar Jay dan membungkuk kan badanya sedikit
Darius yang melihat Perilaku Jay hatinya menghangat,Darius Berjongkok dan memeluk Jay
"halo Jay, saya juga senang bertemu dengan Jay " ujar Darius
" Sam kenapa logat nya seperti orang Korea," tanya Darius
Belum sempat Sam menjawab Jay sudah menjawab duluan
"Jay memang lahir dikorea grenfa, Jay baru semalam datang ke negara ini bersama mama," ujar Jay Menjelaskan kepada Darius
"tapi Jay sangat fasih berbahasa Indonesia, apakah Ibu yang mengajari?" tanya Darius
" iya mama yang mengajari ,mama dan grenfa selalu memakai bahasa Indonesia jadi Jay cepat mengerti" ujar Jay
Darius Semakin penasaran siapa ibu Jay,Darius kemudian membawa Jay duduk di Sofa, dan diikuti Sam juga .
"Sam siapa Ibu Jay?" tanya Darius
" Elyora Caleste namanya pa " sahut Sam
"segera lah bawa kerumah ujar Darius.
" Nanti Sam tanyakan dulu apakah Elyora bersedia" ujar Sam
"baiklah Papa tunggu" ujar Darius.
Sam kemudian kembali ke kursi nya dan kembali bekerja membiarkan Jay dan Darius berdua disofa.
Jay terus menatap Wajah Darius
"Ada apa Jay kenapa terus melihat wajah kakek apakah ada yang salah dengan wajah Kakek" tanya Darius
" tidak ada yang salah,kakek juga tampan seperti grenfaku di Korea" ujar Jay,
Darius terpesona dengan Jay, Seperti nya Aura Jay memang sangat positif .
Baru tadi Darius ingin Menyembunyikan Jay,tapi Setelah sipuji Tampan Darius malah menculik Jay.
"Pa ,stop papa mau membawa Jay kemana?" tanya Sam kepada Darius yang sudah mengendong Jay dan berjalan ke arah Pintu
"Kami mau membeli mainan" ujar Darius terus berjalan keluar dari Ruangan Sam
"jangan pa,papa tidak bisa membawanya ,nanti mama nya marah," ujar Sam sembari bergegas menghampiri Darius
"Jay apakah kamu tidak mau membeli mainan bersama kakek?" tanya Darius kepada Jay dipangkuan nya
"Jay mau, Jay mau" sahut Jay dengan mata berbinar
" Jay dengarkan papa, nanti papa yang akan membawa Jay membeli mainan baru okey " bujuk Sam mendekat ke arah Jay dan Darius , kemudian melihat Sam yang sepertinya akan merebut Jay darinya, Darius mempercepat langkahnya.
Karyawan yang melihat Jay dan Darius , terpelongo melihat sisi boss nya yang tidak pernah terlihat ,
Queen yang mendengar suara Jay, keluar dari ruangan nya, Queen menepuk jidatnya Melihat pemandangan didepannya.
Sam berusaha merebut Jay tapi Darius tidak mengijinkan dan Jay juga terlihat memeluk leher Darius, Queen juga tidak lupa mengabadikan moment itu , Queen memvideokan kelakuan ayah,anak dan cucu itu .
Queen meng-upload vidio itu di akun sosmed nya, Foto foto sam dengan Jay juga diupload.dengan caption
" Beloved Jay" Don't Judge,Komentar jahat kalian tidak dibutuhkan, Jay memang Anak dari Sam Zico,dan cucu dari Darius Zico, jika kalian mengatakan hal yang menyakiti Jay bersiaplah besok kalian akan ku hancurkan "
Caption yang Disematkan Queen sudah merupakan sebuah pengumuman dan peringatan.
"papa tidak takut nanti wajah papa terpampang besar dimedia bersama Jay" ujar Sam mengingat kan Darius
" ahk terserahlah ,Lagian nasi sudah jadi bubur publik juga sudah Tau" ujar Darius
Akhirnya Sam ikut dengan Darius menemani Membeli mainan baru. dan menyerah kan kantor kepada Queen ,
Sesampainya di mall,Darius dan Sam dibuat kewalahan ,sudah berjam jam tapi Jay belum memilih satu pun
"Jay tidak tau beli mainan apa ,semua itu sudah Jay miliki di Korea" ujar Jay
Darius dan Sam saling memandang.
Sam membawa Jay kelantai mall berikut nya.
Jay melihat ada Robot iron Man setinggi kurang lebih 185 cm ,Jay meminta itu ,Pihak Mall mengatakan itu tidak dijual,tapi setelah mengetahui Ternyata yang membeli adalah Darius pemilik mall , dengan Senang hati pemilik menjualnya ,
Mata jay sangat berbinar melihat melihat Robot itu.
Darius menjadi sangat gemas.
tidak lama kemudian tidak lagi hanya Foto Sam dan Jay yang tersebar di Media tetapi juga Wajah Darius,
ketika keluar dari Mall langit sudah mulai gelap
"ternyata sudah gelap,Selama itu ya kita mencari mainan Jay" keluh Darius
" hahaha lelah kan Pa, lagian papa juga kena angin apa ,awal nya papa menolak kehadiran Jay "ujar Sam
"Papa mengingat kesalahan Papa sama kamu dulu, Papa menjadi merasa bersalah hampir saja papa melakukan hal yang sama kepada Jay,dan Jay juga sangat menggemaskan "ujar Darius
"Makasih Pa, karena sudah Menerima Jay " ujar Sam
"memang sudah seharusnya " sahut Darius
" Pa pulang lah duluan aku harus mengantarkan Jay kepada mama nya " Ujar Sam
"Lah Jay tidak pulang kerumah kita?" Tanya Darius
"Tidak pa," ujar Sam
Jam tangan yang Dipakai oleh Jay berbunyi ,Jay melihat ada panggilan dan menerima panggilan itu.
"Jay mana Papa mu" tanya Elyora dari seberang sana.
Sam yang mendengar suara Elyora dari jam tangan berbasis android milik Jay langsung berbicara.
"iya Yora ada apa?"
" ada apa kk bilang,ini sudah magrib tapi kenapa belum mengantar kan Jay" gerutu Elyora dari seberang
"tenang dulu jangan marah,Ini Saya mau mengantar Jay , Yora masih di rumah sakit?"
tanya Sam memastikan
"tidak Yora sudah Dirumah,antarkan Jay kerumah saja" pinta El Yo Ra.
"baik lah," jawab Sam
"hati hati menyetir ,aku tidak mentolerir sedikit pun goresan jangan sampai ada pada Jay" gerutu Elyora dari seberang
"siap,Tidak akan ada goresan saya juga sayang Jay" ujar Sam dan mengakhiri panggilan
"Jay mama mu sangat cerewet " ujar Sam
Jay berada dipangkuan Sam langsung menjewer Sam ,"jangan mengatai mamaku " ujar Jay menatap marah kepada Sam
"ampun,iya papa tidak akan mengatai mama lagi " Ujar Sam
Darius yang melihat Pemandangan didepannya tersenyum melihat Sam yang terlihat lebih bahagia.
"Yasudah Sam,Papa pulang dulu ya,Hati hati menyetir " ujar Darius
"Jay kakek pergi dulu ya, Salam kepada Mama, jika Jay pengen beli mainan lagi katakan kepada kakek ya," ujar Darius sembari melambaikan tangan nya kepada Jay.
"baik kakek " balas Jay .
Mobil Darius kemudian melaju .
Sam masih mengurus Robot yang tadi mereka beli,dan memesan layanan pengantaran barang menggunakan pick up.
Setelah barang sudah diangkut Sam memberikan alamat rumah Elyora kepada supir pick up tersebut.
Sam melajukan mobil nya menuju rumah Elyora