Modern God Of War

Modern God Of War
Bab 8. Hasil Voting



Samuel Jo pun berbicara, "baiklah. Kepada raja film kita, Tuan Lee Anggara Davidson silahkan untuk mengevaluasi penampilan dari keempat aktris ini."


Lee Anggara Davidson lantas menilai dengan sangat ketat pada keempat aktris. Tiba-tiba ia berkata, "Yoona Larasati. Kau memiliki bakat apa lagi yang sedang kau sembunyikan. Akan tetapi, penampilan dan keahlianmu dalam menggunakan pedang, sangat baik dan terlihat sudah ahli."


Lee Anggara Davidson berhenti berbicara. Ia menatap tajam kepada Yoona Larasati. "Apa kau masih memiliki segudang kemampuan yang kau sembunyikan? Kau sangat menarik. Untuk itu kau harus berada di misi selanjutnya."


"Apakah ini menunjukkan, jika Yoona Larasati ini bisa maju ke babak selanjutnya begitu?"


"Bukankah secara tidaj langsung raja film telah memilih Yoona Larasati?"


"Apakah Yoona Larasati memakai jalur pintu belakang?"


"Jika benar, maka Yoona Larasati ini benar-benar licik!" 


"Hei! Apa Yoona Larasati ini, selain tarian pedang memiliki kemampuan yang lain? Kurasa aku tidak pernah mendengarnya."


"Bukankah selama ini dia hanyalah sampah yang tidak berguna?"


Dasar netizen! Bukankah, tadi mereka yang bersorai untuk kemampuan Yoona Larasati yang menarikan tarian pedang? Memang, manusia julid selalu ada di mana-mana. Tidak bisa dihindari, Yoona Larasati juga mendengar hal itu. Wanita itu masih berdiri dengan santai dan enggan untuk membuang waktunya berceloteh, menanggapi netizen yang maha benar. Bahkan, Yoona Larasati memutar kedua bola matanya dengan kesal.


"Baiklah, aku akan mengumumkan hasil voting kami. Tuan Satria Hermawan, Tuan Haris Maulana, dan saya, memilih Yoona Larasati. Sedangkan Tuan Dion Leonardo, memilih Nona Nana Maharani. Tetapi maaf, untuk Nona Airi Cyntia tidak ada voting untuk Anda!" ucap Lee Anggara Davidson.


"Apa?" Airi Cyntia cukup syok saat mendengar dirinya tak mendapat voting apapun. "Bagaimana mungkin? Coba cek lagi? Mungkin saja, ada beberapa kekeliruan!" Airi Cyntia merasa tidak menerima kekalahan ini.


"Benar, Anda dan Nona Kiran Anggraini tidak mendapat satu voting pun," ketus Lee Anggara Davidson.


Sial! Airi Cyntia menghentakkan kakinya ke lantai. Ini semua karena Yoona Larasati sialan ini! Ini adalah penghinaan seumur hidup! Yoona Larasati, kau benar-benar duri dalam daging untuk karirku! Airi Cyntia menatap Yoona Larasati penuh dengan aura permusuhan.


Astaga! Brengsek sekali Yoona Larasati ini! Dia memiliki tiga voting, sementara Nona Airi Cyntia tidak mendapatkan voting satupun! Sialan! Harusnya tadi aku memilih Nona Airi Cyntia saja! Yoona Larasati! Wanita itu, benar-benar mengganggu rencanaku untuk bersama Nona Airi Cyntia! Satria Hermawan menatap Yoona Larasati penuh arti. Leher pria itu terlihat mengerat. Yoona Larasati yakin, jika saat ini dirinya pasti sedang dimaki oleh Satria Hermawan.


Makilah aku sesukamu, bodoh! Kau pikir, kau siapa? Dengus Yoona Larasati dalam hati.


"Hai!" sapa Dion Leonardo pada Nana Maharani. "Kita secara otomatis, dipasangkan. Nona Nana Maharani tidak keberatan bukan?" tanya Dion Leonardo dengan halus.


"Ti-tidak! Terima kasih!" Nana Maharani membungkukkan badannya. Membuat Dion Leonardo semakin gemas. Pria itu terkekeh geli.


"Hai, apa kau tidak sadar. Jika kau ini menggemaskan sekali?" goda Dion Leonardo. Tetapi, pria itu sebenarnya berkata dengan jujur.


Sontak saja, kedua pipi Nana Maharani terlihat memerah. Nana Maharani semakin malu. Pria di depannya ini, seolah tidak menyadari jika perkataannya mampu membuat hati seorang Nana Maharani berbunga.


"Aku rasa, kita bisa menjadi teman sekaligus partner yang bagus setelah ini!" Dion Leonardo kembali berbicara.


"Kenapa Anda memilih saya?" tanya Nana Maharani. Ia cukup bingung, padahal yang lain memilih Yoona Larasati. Atau paling tidak si Kiran Anggraini. Selebihnya ada Airi Cyntia yang cukup mempesona dan berbakat.


"Kalau begitu, terima kasih." Nana Maharani mengulum senyuman. Membuat Dion Leonardo ikut terhanyut dalam senyuman itu.


Dia cantik juga! Batin Dion Leonardo.


"Baiklah, Nona Yoona Larasati. Anda disini memiliki 3 ria yang memvoting pada diri Anda. Ngomong-ngomong, siapa yang Anda pilih?" Samuel Jo berbicara dengan pengeras suara.


Yoona Larasati menatap ketiga pria itu. Akan tetapi pandangannya lantas mengunci sosok Satria Hermawan. Menatap pria itu dengan sorot yang nyalang.


Jika aku tidak memilih Satria Hermawan, takutnya ia akan membuat onar. Jangan sampai hal itu terjadi. Yoona Larasati membatin.


"Em, aku memilih Satria Hermawan!" Yoona Larasati menjawab dengan tegas.


Hal itu membuat syok Lee Anggara Davidson dan Nana Maharani. Padahal ada begitu banyak wanita yang ingin berpasangan dengan Lee Anggara Davidson. Seorang raja film terkenal berikut dengan kerajaan bisnisnya. 


"Astaga! Yoona Larasati tidak memilih raja film? Kenapa memilih Satria Hermawan ini?"


"Hei, apa kalian tidak mendengar rumor jika kedua orang itu adalah sepasang kekasih?"


"Benarkah? Aku rasanya tidak percaya."


"Ya ampun, Yoona Larasati ini! Kenapa dia tidak memilih Tuan Lee Anggara Davidson? Padahal ada raja film. Dia ini benar-benar! Hihh!" Nana menghentakkan kakinya ke lantai.


"Dia yang memilih Satria Hermawan, kenapa kau yang kesal?" selidik Dion Leonardo dengan nada tidak suka.


"Bukan begitu! Untuk aktris kecil seperti kami, berpasangan dengan raja film yang terkenal akan membuat nama kita dikenal juga! Dengan reputasi Yoona Larasati selama ini, bukankah bagus jika dia berpasangan dengan Tuan Lee Anggara Davidson?" papar Nana.


"Benar juga! Aku juga mendengar rumor itu. Tapi, kupikir itu hanya rumor. Melihat Nona Yoona Larasati yang asli di depan mataku, dia memiliki aura yang tegas dan berwibawa. Aku pikir, dia juga memiliki alasan lain di balik ia memilih Satria Hermawan itu." Dion Leonardo mengatakannya seraya memindai gerak gerik Yoona Larasati diatas panggung.


"Begitukah? Kalau begitu Tuan Dion Leonardo memilihku, karena ada alasan lain?" bidik Nana.


Lantas Dion Leonardo membawa jari telunjuknya pada dahi Kim Nana. Kata Dion Leonardo, "dengar ya! Aku memilihmu, ya karena aku suka pertunjukan konyolmu tadi! Kau ini! Kenapa masih saja berpikiran buruk padaku!"


"Uh! Baiklah, maafkan aku!" cicit Nana.


Kini semua yang berada di tempat itu merasakan aura hitam yang tengah berkobar. Membuat mereka merinding seketika. Siapa lagi, jika bukan Lee Anggara Davidson yang marah. Begitu pula dengan Airi Cyntia. Wanita itu begitu iri dan malu. Dari sekian banyak wanita, mengapa raja film memilih Yoona Larasati? Airi Cyntia merasa kalah saing.


Dari dulu hingga sekarang, bertahun-tahun Airi Cyntia ingin sekali mendekati raja film Lee Anggara Davidson. Ia telah memakai banyak sekali jalan pintas untuk sampai pada titik ini. Lantas, saat ini ia harus dihempaskan begitu saja? Ah. Airi Cyntia benar-benar membenci Yoona Larasati hingga ke tulang-tulang.


Yoona Larasati! Lagi-lagi kau, membuat harga diriku terjatuh! Aku benar-benar akan membuatmu jatuh ke pelukanku! Lee Anggara Davidson mengepalkan kedua tangannya.