Modern God Of War

Modern God Of War
Bab 25. Tawaran Kerjasama.



"Bukankah, Nona Yoona Larasati ini terlalu luar biasa?" tanya Lee Anggara Davidson.


Sang manager menatap tak percaya akan sikap Lee Anggara. Sang raja film yang tak pernah tersentuh. Dingin dan mematikan lawan. Bukan hanya itu saja. Dalam dunia bisnis, siapa yang tidak mengenal Lee Anggara Davidson? Seorang pria yang terkenal dengan berbagai tender luar biasa yang berhasil dimenangkannya.


"Sepertinya Anda sangat menyukai sosok Nona Yoona Larasati, Tuan Lee Anggara?" Tuan Ricky tersenyum tipis. 


Sebagai manager Tuan Lee Anggara ia begitu lega, mengingat Lee Anggara sedikit berbaik hati. Biasanya, Lee Anggara pasti akan selalu bersikap dingin, dan tak bisa ditebak. Bahkan, senyuman selalu menghiasi wajah sang tuan majikan.


"Aku bersyukur karenamu, Nona Yoona Larasati. Mengingat, berkatmu sikap Tuan Lee Anggara sedikit menghangat. Aku akui, Nona Yoona Larasati ini memang berbeda dari wanita ataupun aktris kebanyakan. Mungkin, itu yang membuat Tuan Lee Anggara sedikit terhibur." Ricky membatin.


"Em, Tuan Ricky. Menurutmu, bagaimana sosok Nona Yoona Larasati ini?" tanya Lee Anggara. Lagi, senyum menghiasi wajahnya.


"Saya rasa, Nona Yoona Larasati memiliki dedikasi yang tinggi di dunia hiburan," jawaban Ricky lagi-lagi membuat senyuman di bibir Lee Anggara.


"Teruslah seperti ini, Tuanku. Daripada Anda marah-marah tak jelas kepada saya. Terlebih, mempersulit pekerjaanku dalam mengatur jadwalmu," batin Ricky.


"Aku minta tolong padamu. Ajaklah, Nona Yoona Larasati bergabung dengan perusahaanku. Aku yakin, agensinya tidak sehat. Jangan sampai, kita kehilangan sosok yang berbakat seperti Nona Yoona Larasati," tukas Lee Anggara.


Mendengar pernyataan dari Lee Anggara, membuat Ricky terkejut. Selama bekerja pada Lee Anggara, pria itu sama sekali tak pernah memberikan undangan secara pribadi tentang tawaran bergabung di agensi mereka. Agensi mereka telah memiliki nama besar. Siapa yang tidak ingin bergabung? Ricky mematung di tempatnya.


"Kau pasti kaget? Aku memiliki alasan untuk memberikan tawaran itu. Dia aktris yang hebat dalam aksi. Kau melihatnya sendiri bukan? Di samping itu, dia tegas dan profesional. Lagipula, dia sekarang menjadi topik hangat di kalangan netizen. Sudah jelas akan laku," papar Lee Anggara.


Lagi, Ricky cukup terkejut mendengarnya. Ricky sangat antusias."Anda benar juga! Kalau begitu, saya akan menghubungi Nona Yoona Larasati sekarang."


Ricky mengambil ponselnya. Lalu mengirimkan email untuk menghubungi Yoona Larasati. Lama, pesan itu belum di balas. Membuat Lee Anggara menyodorkan ponselnya.


"Hubungi pakai ini. Ada nomor barunya di sana," ucap Lee Anggara.


"Baik, Tuan Lee." Ricky menyambar ponsel Lee Anggara. Lalu mencari nomor Yoona Larasati. Tanpa menunggu lagi, ia segera menghubungi nomor tersebut.


"Sial*n!" umpat Satria Hermawan.


Pria itu menjambak rambutnya sendiri. Percakapan history terdahulu bersama Yoona Larasati hilang tak berbekas. Satria Hermawan kembali berfikir keras. Ia benar-benar dendam terhadap Yoona Larasati.


"Halo? Aku akan membayarmu mahal. Asalkan, kau bisa mengembalikan sebuah chat percakapan milikku dengan seseorang." Satria Hermawan sedang menelpon seseorang.


"Memangnya, kau akan membayarku berapa?" sahut seseorang dari seberang telepon.


"Seratus juta rupiah!"


"Baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan kesana."


Klik.


"Halo, apa benar ini dengan Nona Yoona Larasati?" tanya Ricky.


"Benar, siapa?" jawab Yoona Larasati.


"Perkenalkan, saya Ricky. Manager dari Tuan Lee Anggara. Saya ingin menawarkan kerjasama dengan Anda. Apakah Anda bersedia bergabung dengan perusahaan kami?" tawar Ricky.


Hening. Sepertinya Yoona Larasati tampak berfikir. "Atas dasar apa, Anda menawarkan kerjasama?"


Ricky tersenyum. Pintar sekali Yoona Larasati ini. Padahal, yang sedang menawarinya adalah agensi besar dan ternama. Masih dengan angkuh, Yoona Larasati bertanya tentang dasar kerjasama itu? 


"Pemikiran Tuan Lee Anggara tidak pernah salah." Batin Ricky.


"Bukankah karena kasus kemarin, Anda mungkin saja ditendang dari agensi yang menaungi Anda, Nona Yoona Larasati? Perusahaan kami menawarkan kerjasama karena melihat kemampuan Anda dalam beladiri. Kami tidak mungkin buta untuk melihat bakat hebat, Nona. Tawaran tidak berlaku dua kali. Anda jawab sekarang, atau tidak sama sekali," tegas Ricky.


Hal itu membuat Lee Anggara tersenyum. Managernya memang memiliki ketegasan dan kemampuan dalam memojokkan lawan bicara. Tidak salah, jika ia dan Ricky bisa berjalan di arah yang sama.


"Baiklah. Saya menerima tawaran Anda, Tuan Ricky. Lalu, bagaimana dengan kesepakatan kerjasama kita?" tanya Yoona Larasati.


Ricky mengukir senyuman. "Saya akan menghubungi Anda perihal selanjutnya. Kesediaan Anda dalam menerima tawaran kami, cukup membuat kami berbangga diri. Setidaknya, agensi kami masih bisa dilirik oleh Nona Yoona Larasati. Kalau begitu, selamat malam, Nona. Selamat beristirahat."


"Baiklah." Klik. Yoona Larasati mematikan sambungan telepon.


"Anda benar, Tuan Lee Anggara. Nona Yoona Larasati memiliki karakter yang tegas dan tajam. Kurasa, pribadi yang mumpuni juga diperlukan dalam bekerja di dunia hiburan," pungkas Ricky. Lee Anggara benar-benar puas dengan kinerjanya.


Tok tok tok.


"Sebentar!" Satria Hermawan segera berjalan menuju pintu apartemen. "Oh, kau? Bagaimana ponselku?"


Seseorang menyodorkan sebuah ponsel. "Tidak berhasil. Ponselmu yang ini benar-benar mati. Makanya, beli ponsel yang mahal. Jangan murahan. Seperti dirimu yang terlalu murahan." Pria itu menatap Satria Hermawan dengan sinis.


"Hei! Aku membayarmu mahal, untuk memulihkan ponselku! Bukan malah menghinaku begini!" teriak Satria Hermawan.


Drrrttt drrtt.


Ponsel baru Satria Hermawan bergetar. Pria itu kini berlari dan segera mengangkat sambungan telepon.


"Tuan Satria Hermawan, mohon maaf. Anda dikeluarkan dari variety Show kami!"


Tut.


Tubuh Satria Hermawan ambruk di lantai. Hancur sudah reputasinya kini. Dia telah ditendang dari Variety Show. Itu artinya, dia telah kehilangan kesempatan untuk menjadi semakin terkenal.