Modern God Of War

Modern God Of War
Bab 27. Variety Show Lagi



Minggu kedua syuting variety show. Yoona telah bersiap. Gadis itu tampak manis dengan pakaian casual yang ia kenakan. Sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan Cyntia Airi yang mengenakan gaun dengan make up tebal di wajahnya. Semua mata yang memandang tahu perbedaan itu. Yoona, gadis yang memiliki pesona luar biasa tanpa harus menonjolkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya.



Berbeda sekali dengan Airi Cyntia yang memakai gaun di atas lutut dan tanpa lengan. Wajahnya disapu make up yang sangat kentara jika wanita itu ingin menampakkan kecantikannya. Semuanya menatap sinis ke arah Airy Cyntia. Mengingat kelakuan terakhir kali Airi, semua orang sedikit malas jika harus berhubungan dengannya.


"Saya rasa semuanya telah berkumpul?" Samuel Jo membuka suara.


Mata hijaunya meneliti setiap bintang tamu. Tampaknya semua telah hadir. Begitu pula dengan seorang pria yang baru saja datang. Dengan kacamata hitam, pria itu terlihat tampan dan berkharisma. Semua orang memandang ke arahnya.


"Perkenalkan, dia adalah Tuan Aaron Atalarik. Salah satu konglomerat di negara ini. Kalian semua kenal bukan? Dia akan menggantikan posisi Tuan Satria Hermawan." Suara sutradara Samuel Jo terdengar menekankan strata sosial pria yang baru saja datang.


Tiba-tiba pria yang baru saja dikenalkan sebagai Aaron itu membuka kacamata hitamnya. Mata elang pria itu menyorot tajam Yoona yang mematung di tempat tanpa ekspresi apapun. Sudut bibir Aaron tertarik. Jika wanita lain, pasti akan berteriak heboh tatkala melihatnya.


"Baiklah, permainan hari ini adalah, bintang tamu wanita harus bersembunyi di taman bermain. Entah di mana, yang pasti kalian harus bersembunyi di sana. Lalu bintang tamu pria akan mencari para bintang tamu wanita yang bersembunyi. Jika bertemu, kalian boleh saling memilih pasangan. Intinya, jika kalian telah menemukan salah satu bintang tamu wanita, kalian boleh memilihnya sebagai pasangan untuk permainan berikutnya. Apa Tuan dan Nona sekalian mengerti?" Samuel Jo berbicara dengan lantang memberitahukan bagaimana permainan itu berlangsung. Wajah-wajah para bintang tamu itu mengerut.


"Baik, paham." Yoona menganggukkan kepala berulang kali.


"Aku berarti harus menemukan Nona Yoon terlebih dahulu." Aaron membatin.


"Nona Yoona, tunggu aku." Lee Anggara menggumam lirih.


Yoona memberengut ketika telah sampai di taman bermain. Ia tak memiliki ide untuk bersembunyi di mana. Semua bintang tamu wanita telah bersembunyi hanya Yoona yang masih menyipitkan mata. Hingga sutradara Samuel Jo mengeraskan suaranya di pengeras suara memberitahukan jika waktunya hampir habis. Mendadak Yoona berlari menuju sebuah tempat permainan yaitu perosotan yang membentuk lingkaran besar.


"Ah, apa peduliku!" Yoona pasrah.


Sutradara menginstruksikan kepada bintang tamu pria untuk mulai mencari para bintang tamu wanita. Entah bagaimana Lee Anggara dengan mudah menemukan Yoona dan menyapa di ujung lingkaran.


"Halo, Nona Yoona?" Mendengar suara, Yoona berjingkat kaget. Terlihat Lee Anggara tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi. "Anda sangat buruk mencari tempat bersembunyi!"


Yoona mendelik. Bukankah daripada bersembunyi lebih baik menyerang musuh secara langsung? Yoona hanya mengetahui siasat perang dan strategi menundukkan musuh. Bukan bersembungnyi seperti pengecut.


"Halo, Nona cantik." Yoona menoleh ketika di ujung yang lain terlihat Aaron Atalarik.


Benar sekali. Aaron curiga ketika Lee Anggara berjalan tergopoh-gopoh serta merta terburu-buru. Pria seperti Lee Anggara tidak mudah tertarik begitu saja dengan wanita sembarangan. Terbukti bukan? Ternyata Lee Anggara menargetkan Yoona Larasati.


"Nona Yoona bahkan belum bersama Anda, Tuan Lee. Saya rasa, saya bisa juga mendapatkannya." Aaron berucap percaya diri.


Yoona pun memilih keluar dan merangkak menuju Lee Anggara berada. Yoona paham jika Lee Anggaralah yang menemukannya terlebih dahulu. Begitu Yoona telah keluar dari lingkaran, tiba-tiba saja tangannya dicekal seseorang. Aaron mencekal satu tangannya yang lain. Sedangkan tangan kirinya, dipegang oleh Lee Anggara.


"Situasi apa ini?" Yoona membatin kesal.


Lee Anggara yang paling tidak suka miliknya disentuh, hendak mengambil tindakan. Namun sebelum Lee Anggara bergerak, Yoona menepis tangannya dan dengan cepat memelintir tangan Aaron Atalarik.


"Argh! Ampun! Maafkan aku, Nona Yoona." Aaron Atalarik terduduk di tanah pasir. Tubuhnya bergetar merasakan tangan yang tengah sakit luar biasa.


Lee Anggara yang merasa ngilu, membantu Aaron dengan mengurut lengan pria itu. Setelah dirasa persendian kembali ke semula, Lee Anggara dengan cepat menarik tangan Yoona. Aaron membiarkan keduanya pergi.


"Ternyata Nona Yoona begitu tegas. Merinding tadi rasanya. Ah, belum apa-apa aku memiliki utang budi dengan Tuan Lee Anggara." Aaron bergumam menyesali tindakannya yang memiliki niat licik.


"Kita kemana, Nona Yoona?" tanya Lee Anggara.


"Itu permainan apa?" Yoona menunjuk sebuah roller coaster. Hei, di masa lalu Yoona belum pernah melihatnya. Dahi Lee Anggara mengerut. Tidak percaya jika Yoona tidak mengetahui nama permainan yang ditunjuknya.


"Itu roller coaster. Mau coba?" tawar Lee Anggara.


Yoona tersenyum. "Boleh."


"Kita berjodoh?" Dion Leonardo sebagai leader boyband terkekeh melihat rona jingga bersemu di kedua pipi Kiran Anggraini si anggota girlband.


"Sepertinya kita sekutu lagi, Nona Nana Maharani?" Haris maulana aebagai aktor menggoda Nana Maharani si aktris baru yang polos. Lagi-lagi Haris terpana melihat Nana yang tersipu.


Sedangkan yang paling tidak terduga adalah Airi Cyntia dengan Aaron. Anak konglomerat itu memaki dalam hati. Sungguh hari yang sia*l.