Modern God Of War

Modern God Of War
Bab 12. Menawan



"Tuan Lee Anggara Davidson, aku,-" belum sempat Airi Cyntia melanjutkan kata-katanya, Yoona Larasati berjalan mendekat.


"Nona Airi Cyntia, bukankah Tuan Lee Anggara Davidson sudah mengatakan dengan jelas? Jadi, kenapa Nona Airi Cyntia masih bisa bersikap seenaknya di sini?" tanya Yoona Larasati.


Lee Anggara Davidson melirik Yoona Larasati. Ia kini mengenakan celana hot pants sepaha, lalu di padukan dengan atasan sweater model crop berwarna kuning lengan panjang. Lalu rambutnya yang hitam legam, ia kepang menjadi dua.


Yoona Larasati ini. Wanita lain seusianya saja, justru berpenampilan heboh luar biasa untuk memikatku. Sedangkan dia? Lee Anggara Davidson cukup terpana dengan penampilan dari Yoona Larasati.


"Nona Yoona Larasati, apa-apaan ini? Apa kau tidak melihat ke arah cermin? Lihat penampilanmu, begitu memalukan! Kau seperti anak kecil, Yoona Larasati. Bukankah sebagai seorang aktris, kita harus tampil dengan elegan? Tapi … yah. Kita memang berbeda," ucap Airi Cyntia dengan pongah. Wanita licik itu, menyibakkan rambutnya.


Tuan Lee Anggara Davidson ini, kemarin telah membantuku. Kupikir, aku harus membantunya. Yah, aku paling tidak suka berhutang budi. Yoona Larasati membatin.


"Benar. Kau dan aku berbeda. Mengapa aku begini? Aku tidak perlu bersolek apapun itu. Lagipula, untuk apa? Aku bukan gadis yang bisa ganjen, rayu laki-laki sana-sini. Opps, maaf. Bukan mau nyindir sih. Tapi, itu kenyataan!" kata Yoona Larasati dengan senyuman yang lebar. Seketika membuat Airi Cyntia skakmat.


Wah. Yoona Larasati ini, luar biasa. Bisa menjatuhkan wanita sialan itu. Astaga! Yoona Larasati, kau benar-benar sesuatu! Lee Anggara Davidson membatin riang.


"Ka-kau! Yoona Larasati, dasar ******!" desis Airi Cyntia dengan kesal.


Para penonton juga menyaksikan bahwa, Yoona Larasati mengganggu rencana Airi Cyntia yang ingin mendekati Lee Anggara Davidson. Mereka tertawa lantaran Yoona Larasati menjawabnya dengan mutlak.


"Benar. Memangnya, untuk apa berdandan heboh begitu?"


"Kau ini, bagaimana? Tentu saja untuk menggoda raja film kita! Bukankah, paling enak jika kita memiliki jalur belakang? Begitulah, wanita."


"Benar, apa yang dikatakan oleh Yoona Larasati ini. Tidak perlu bersolek, secara berlebihan. Harus bisa menjaga diri! Jangan seperti badut, yang mempermalukan diri! Ha-ha-ha!"


"Aku semakin kagum pada Yoona Larasati."


"Benar. Dia hebat, bisa menjadi dirinya sendiri."


"Bukan hanya cantik, tapi dia begitu rendah hati."


Begitulah, para orang-orang mengkritik Yoona Larasati. Mereka mulai menyukai Yoona Larasati. Kecuali seseorang, Satria Hermawan. Tiba-tiba pria itu mendekati Airi Cyntia dan Yoona Larasati.


"Benar, apa yang dikatakan oleh Nona Airi Cyntia. Yoona Larasati, kau tidak perlu ikut campur dengan apa yang Tuan Lee Anggara Davidson dan Nona Airi Cyntia debatkan. Kau juga harus bercermin. Lihat, penampilanmu. Tidak ada elegantnya sama sekali." Satria Hermawan berkata dengan nada bicara yang ketus. Seolah, memusuhi Yoona Larasati. Padahal semua orang juga tahu, jika Yoona Larasati ini adalah kekasihnya.


Yoona Larasati tersenyum smirk. "Tuan Satria Hermawan, aku tidak mengerti apa yang kau katakan? Anda mengatakan kepada saya untuk bercermin? Mengapa tidak Anda dan Nona Airi Cyntia saja, yang bercermin? Kalian berdua ini, sungguh lucu. Yah, sejauh ini kalian sangat serasi!" ejek Yoona Larasati.


"Yoona Larasati! Jangan keterlaluan kau! Nona Airi Cyntia ini adalah yang terbaik! Dia selalu mendapatkan bimbingan tentang dunia hiburan. Sangat berbeda jauh denganmu, Yoona Larasati. Kau kan jarang ikut bimbingan! Dari attitude saja, sudah bisa dibedakan. Nona Airi Cyntia ini, lebih elegan dan anggun!" bela Satria Hermawan. Pria itu terlalu ngotot dan begitu mencolok.


"Lah, Satria Hermawan ini mabok ya?"


"Nah benar! Kenapa malah si Satria Hermawan ini, membela Nona Airi Cyntia yang licik?"


"Ini membingungkan. Akan tetapi, aku lebih memilih Nona Yoona Larasati. Males, punya cewek arogan begitu!"


"Yang ada, kita makan ati tiap hari!"


"Memang, Yoona Larasati ini yang terbaik!"


"Satria Hermawan saja, yang matanya buta!"


Ejekan dan makin terlontar dari penonton yang julid. Menyayangkan kebodohan seorang Satria Hermawan. Jelas-jelas, di depan mata Yoona Larasati ini yang terbaik. Malah memilih Airi Cyntia yang notabenenya adalah wanita licik dan sombong.


"Bisakah, kalian berdua pergi dari sini? Aku rasa, kalian bisa duduk saling berdampingan. Nona Yoona Larasati, jika Anda tidak keberatan, Anda boleh duduk di samping saya. Saya telah berubah pikiran. Silahkan!" Lee Anggara Davidson memperbaiki letak duduknya.


Mendengar hal itu, kedua mata Airi Cyntia melotot sempurna. Bukankah dirinya saja ditolak mentah-mentah? Mengapa dengan mudahnya, justru Yoona Larasati yang mendapatkan kesempatan untuk duduk di sebelah Lee Anggara Davidson? Terlebih, Lee Anggara Davidson sendiri yang menawarinya.


Ini namanya penghinaan! Sialan! Yoona Larasati, lagi-lagi kau! Argh! Aku membencimu, Yoona Larasati! Airi Cyntia membatin penuh kebencian. Bahkan kedua tangannya terkepal sempurna.


Yoona Larasati! Ilmu pelet apa yang kau gunakan? Kenapa raja film yang terkenal saja, melirikmu! Aku semakin yakin. Jika penampilan kemarin, adalah kecurangan Yoona Larasati untuk memikat raja film. Kata Satria Hermawan membatin kesal.


"Benarkah? Anda mengundang saya untuk duduk, di dekat Anda Tuan Lee Anggara Davidson?" tanya Yoona Larasati. Gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Karena bisa mempermalukan sosok Airi Cyntia dan Satria Hermawan.


Dasar mereka berdua ini! Masih belum bisa menempatkan dirinya? Astaga, bodoh sekali mereka ini. Kalau begitu, lihat bagaimana aku membakar emosi mereka berdua ini. Ah, lebih baik, aku menerima tawaran dari Tuan Lee Anggara Davidson ini. Yoona Larasati membatin senang.


"Tentu saja. Dengan senang hati saya mengundang Anda." Lee Anggara Davidson tersenyum lebar. Memperlihatkan sederet gigi-giginya yang terjejer rapi dan putih.


"Ah! Dengan senang hati, Tuan Lee Anggara Davidson! Minggir, Nona Airi Cyntia. Saya mau duduk!" Yoona Larasati menyenggol tubuh Airi Cyntia dengan sengaja. Membuat Airi Cyntia hampir saja terjatuh. Beruntung, Satria Hermawan segera menangkapnya.


"Yoona Larasati! Kenapa kau tidak berhati-hati?" Satria Hermawan pun menatap Yoona Larasati dengan tajam. Yang lebih mengesalkan lagi, Yoona Larasati malah mengabaikan kata-katanya tadi.


"Yoona Larasati, kau,-" belum sempat Satria Hermawan memaki Yoona Larasati lagi, Airi Cyntia terlebih dahulu mencekal tangannya. Lalu wanita licik itu, menarik tangan Satria Hermawan pergi menjauh.


"Terima kasih, Nona Yoona Larasati. Anda membantu saya, menyingkirkan wanita licik itu. Ah, mengesalkan!" Lee Anggara Davidson berdecak kesal. Mengingat kelakuan Airi Cyntia, yang begitu nekat dan gigih untuk sekedar berdekatan dengannya.


Aku yakin, wanita licik itu pasti memiliki rencana. Dan yang jelas, rencana untuk memanfaatkanku. Sedangkan Yoona Larasati ini, begitu berbeda. Benar. Seperti sekarang. Apa dia ini normal? Kenapa malah memakai earphone, dan memilih mendengarkan lagu? Yoona Larasati, apa kau benar-benar tak tertarik padaku, apa hanya ingin mengujiku? Lee Anggara Davidson sungguh tak habis pikir.


Tak lama kemudian, bis berhenti di sebuah rumah hantu. Sutradara Samuel Jo membagi para bintang tamu pria dan wanita. Satu kelompok, berisikan dua orang kini bersiap untuk masuk ke rumah hantu.