Modern God Of War

Modern God Of War
Bab 23. Serangan Telak Yoona



"Hah? Ada apa ini?"


"Yang benar saja? Nona Yoona Larasati menyatakan cinta pada Tuan Satria Hermawan? Ini seperti mimpi saja!"


"Benar sekali! Tapi, aku yakin jika Nona Yoona Larasati hanya difitnah!"


"Fitnah apanya? Kita kan tidak tahu yang sebenarnya. Bagaimana jika itu adalah kenyataan?"


"Kenyataan apa brengs*k? Nona Yoona Larasati bagaikan dewi. Justru tidak mungkin menyatakan cinta pada pria tak berguna seperti Tuan Satria Hermawan!"


"Hei! Kalian semua berisik! Coba dengarkan apa yang akan dikatakan oleh Nona Yoona Larasati. Aku yakin, Tuan Satria Hermawan hanya membual!"


"Tutup mulutmu! Jangan lewatkan sesuatu yang menarik seperti ini!"


Para netizen membungkam mulutnya. Mereka tidak lagi berisik atau menghina Satria Hermawan. Para netizen justru menunggu sesuatu yang menarik. Bagaimana tidak menarik? Nona Yoona Larasati sudah terpojokkan tapi masih bisa memasang wajah tanpa ekspresi. Datar seolah tanpa beban.


Airi Cyntia menatap sinis sosok Yoona Larasati. Ia yakin jika Yoona Larasati kali ini tidak akan bisa mengelak. Terlebih, Airi Cyntia tahu semuanya dari mulut busuk Satria Hermawan sendiri. Tentu saja Airi Cyntia merasa menang. Airi Cyntia menyeringai penuh kemenangan.


"Ya! Yoona Larasati, hari ini tamatlah riwayatmu! Kau hanyalah jal*ng, pantas untuk disingkirkan! Kau begitu arogan dan tak tahu malu! Beraninya mendekati Tuan Lee Anggara! Padahal para netizen sebelumnya sudah menjodohkanku dengan Tuan Lee Anggara!" lirih Airi Cyntia. Wajahnya menampakkan seringai picik.


"Sial*n! Apa Tuan Lee Anggara tengah marah melihat fakta bahwa Yoona Larasati itu, mencintai Tuan Satria Hermawan? Itu tidak mungkin! Ta-tapi dari ekspresi wajahnya, aku bisa melihat dia tidak suka pada keadaan ini! Sial*n! Lagi-lagi aku harus kalah dari Yoona Larasati si jal*ng itu?" ketus Airi Cyntia.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Tuan Lee Anggara hanya boleh menjadi milikku. Ya, aku harus memikirkan banyak cara untuk mendapatkan Tuan Lee Anggara. Bukankah hanya aku yang pantas menjadi wanita Tuan Lee Anggara? Aku cantik dan terkenal. Memiliki bakat dan cukup sexy. Siapa laki-laki yang tidak tergoda denganku? Ya, aku harus berusaha lebih keras lagi." Airi Cyntia membatin. Wanita licik itu menyemati dirinya sendiri.


"Apa benar yang dikatakan oleh Tuan Satria Hermawan? Jika Nona Yoona Larasati mencintainya? Tapi bukankah sikap Nona Yoona Larasati hanya biasa-biasa? Meskipun mereka sepasang kekasih, mengapa aku tak merasa begitu? Selama variety berlangsung, Nona Yoona Larasati justru menampakkan ekspresi biasa saja. Apakah ada sesuatu yang mendasari Nona Yoona Larasati bersikap dari apa yang dikatakan oleh Tuan Satria Hermawan? Aku rasa memang si bajing*n itu yang memaksa Nona Yoona Larasati! Ya, tidak mungkin jika dilihat dari sikap Nona Yoona Larasati yang aku pikir cukup tegas dan berpendirian teguh itu." Lee Anggara membatin gelisah. Takut jika apa yang dikatakan oleh Satria Hermawan adalah kenyataan.


"Kenapa Nona Yoona Larasati diam? Benar-benar takut melihat aku berani mebguak fakta diantara kita? Ayolah, katakan saja. Atau Nona Yoona Larasati mau aku sebarkan bukti chat mesra kita ke publik?" ancam Satria Hermawan dengan seringai picik.


"Hei Nona Yoona Larasati! Cepat katakan saja! Kita semua mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Satria Hermawan kok. Aku yakin jika itu semua adalah kebenaran! Ayolah, mengaku saja jika itu benar!" sarkas Airi Cyntia dengan senyuman sinis.


"Diam kau, Nona Airi Cyntia! Ini adalah masalah mereka! Jangan memperkeruh keadaan!" teriak Lee Anggara.


Tentu saja teriakan dari Tuan Lee Anggara membuat senyuman Airi Cyntia lenyap. Digantikan wajah yang begitu kesal. Wanita licik itu menyibakkan rambutnya angkuh. Kembali membungkam mulutnya, karena tak ingin terlihat sebagai wanita arogan di depan Tuan Lee Anggara.


"Tidak. Itu tidak benar. Kenapa Tuan Satria Hermawan berkata buruk tentang saya seperti itu?" kilah Yoona Larasati dengan wajah sedikit memelas. "Ini bisa menjadi pencemaran nama baik. Saya juga bisa menuntut Anda ke pengadilan."