
Semua masih membeku di tempatnya. Berikut dengan keterkejutannya, yang tidak bisa dihindari. Mereka menatap Yoona Larasati dengan tatapan penuh kekaguman. Hanya dua orang yang menatap Yoona Larasati dengan tatapan yang berbeda. Atau lebih tepatnya, tatapan oenuh kebencian dan dendam. Siapa lagi jika bukan Airi Cyntia dan Satria Hermawan? Dua orang tersebut, begitu tidak menyukai Yoona Larasati. Penampilan yang ditampilkan, sungguh luar biasa.
Mengapa Yoona Larasati bisa melakukan tarian pedang? Sejak kapan dia mempelajarinya? Bahkan, aku saja tidak pernah diajari. Meskipun ada banyak guru terbaik yang melatihku! Yoona Larasati, semakin lama kau semakin membuat posisiku terancam!
"Yoona Larasati, aku berharap kau segera meninggal! Dengan begitu, aku Airi Cyntia, bisa mencari cara lain untuk selangkah lebih dekat dengan Lee Anggara Davidson. Sialan, kau Yoona Larasati!" Airi Cyntia menggumam lirih. Ia bahkan menghentakkan kakinya ke lantai.
"Wah … bukan hanya tariannya saja yang indah, akan tetapi dalam memainkan pedang pun terasa hidup."
"Bukankah, selama ini dia menjadi orang yang tidak berguna? Menyanyi saja, ia selalu salah nada."
"Atau, selama ini dia memang menyembunyikan semua kemampuannya? Lalu pada akhirnya, ia mau mengeluarkan semua kemampuan itu?"
"Sekarang, dia bukan hanya cantik! Tapi dia bisa menjadi seorang aktris yang fenomenal! Bukankah nanti, beberapa diantara aktris biasanya memakai pemeran pengganti? Jika itu Yoona Larasati, maka hanya perlu membayar satu orang saja! Mengagumkan!"
Begitulah kasak-kusuk yang terdengar. Sekarang, semua pusat perhatian tertuju pada Yoona Larasati! Para bintang tamu pria yang ada di ruang tunggu, juga tidak menyangka bahwa Yoona Larasati akan menampilkan pertunjukan seperti ini. Saking takjubnya, mereka semua sampai membelalakkan mata mereka.
Dion Leonardo terus berseru, “Wah luar biasa! Keren sekali! Ahhh! Peri macam apa ini!” Dion Leonardo terlalu terkejut dengan pertunjukkan ini. Sampai tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang lain, ini sungguh luar biasa.
Padahal aku sendiri adalah orang yang sering berolahraga di gym. Namun kekuatan lenganku pun tidak bisa melakukan hal itu. Bisa dibayangkan, pelatihan seperti apa yang telah dilalui Yoona Larasati untuk mencapai sejauh ini. Sungguh, kau luar biasa Yoona Larasati! Aku menandaimu. Dion Leonardo tersenyum menyeringai.
Berbeda dengan ketiga pria yang lain. Satria Hermawan langsung membuka mulutnya dengan lebar. Tak hanya itu, ia bahkan mencubit dirinya sendiri berkali-kali. Berpikir dia mungkin sedang bermimpi. Ia sendiri sudah memahami karakter Yoona Larasati dengan baik.
Ini tidak mungkin! Sejak kapan Yoona Larasati mempelajari hal ini? Atau ini semua bohong? Kurasa benar. Yoona Larasati ini pasti memalsukannya! Satria Hermawan merasa tidak terima.
"Benar! Aku akan mencari tahu dan membuktikan semuanya. Jika Yoona Larasati berbohong. Aku yakin, itu hanyalah pedang yang paksu. Kau curang sekali, Yoona Larasati. Lihat, bagaimana aku akan mengeksposemu nanti!" Satria Hermawan menggumam dengan lirih.
Satria Hermawan lalu menyapukan pandangannya kepada Airi Cyntia. Ia Pun menyadari raut muka Airi Cyntia, menjadi suram dan terlihat tidak senang karena penampilan Yoona Larasati saat ini.
Wajah Lee Anggara Davidson terlihat yang paling datar, tetapi keterkejutan di matanya tidak bisa disembunyikan. Yoona Larasati benar-benar luar biasa! Sepertinya benar. Jika semua gosip yang beredar selama ini, hanyalah hoax semata. Lee Anggara Davidson membatin.
Karena pertunjukan itu, semua staf di tempat bercucuran keringat. Karena takut penampilan Yoona Larasati itu akan melukai mereka tanpa sengaja. Tanpa lelah, Yoona Larasati masih memainkan pedangnya. Meliukkan tubuh atau sesekali menjatuhkan tubuhnya di lantai. Seperti ia telah ahli dalam membawa pedang.
"Ya ampun! Aku tidak pernah melihat ini semua, seumur hidupku. Permainan pedang yang sungguh mengerikan namun indah dimata. Bukankah, tariannya seperti seorang yang telah ahli? Benarkan kataku, Kiran Anggraini? Dia benar-benar tanpa cela!" ucap Nana Maharani. Di sampingnya, Kiran Anggraini menganggukkan kepalanya. Menyetujui apa yang dipikirkan oleh Nana Maharani.
"Benar. Sangat berbeda sekali dengan gosip yang beredar bukan, Na? Sepertinya aku mulai menyukai Yoona Larasati ini. Dia tidak pernah sombong. Berbeda sekali dengan seseorang," ucap Kiran Anggraini seraya melirik seseorang. Airi Cyntia yang duduk sedikit jauh dari mereka berdua. Atau lebih tepatnya, Airi Cyntia menghindari untuk berteman dengan mereka berdua.
"Ya ampun! Yoona Larasati ini, sangat keren sekali! Dia pantas dikagumi, karena kemampuannya berbeda dengan kita semua! Bagaimana menurutmu, Kiran Anggraini?" Nana Maharani menoleh kepada Kiran Anggraini.
"Ya! Dia bukan hanya cantik. Dia cukup memiliki sesuatu yang aku rasa, sulit untuk ditebak. Karakternya berubah-ubah. Tapi ketimbang Airi Cyntia, aku lebih menyukai Yoona Larasati!" Kiran Anggraini nampak mengulum senyuman.
Yoona Larasati telah selesai dalam menampilkan tarian pedang itu. Lantas Nana Majarani yang merasa penampilan Yoona Larasati sangat keren, dia bergegas menghampirinya.
"Aduh!" pekik Nana. Dia benar-benar gadis yang ceroboh. Nana hampir terjatuh karena pergelangan kakinya yang terkilir.
Beruntung, Yoona Larasati berhasil menyelamatkannya tepat waktu. "Kau tidak apa-apa?" tanya Yoona Larasati dengan lembut. Lalu membantu Nana untuk berdiri sempurna.
Sekali lagi, Nana Maharani tertegun mendapati kesigapan Yoona Larasati. "Kau hebat sekali, Sayang! Aku baru melihat tarian tersebut, untuk pertama kalinya! Ah, kau luar biasa, sumpah!" Yoona Larasati terkekeh. Mendapati aksi dari Nana Maharani yang terlewat polos.
"Astaga, mereka berdua ini. Aku baru menyadari, Nana Maharani ini lembut. Sedangkan Yoona Larasati hari ini terlihat tegas. Haha, aku menyukai Nana Maharani dan Yoona Larasati ini. Terlebih, Nana Maharani yang imut dan Yoona Larasati yang cantik!"
"Benar! Hari ini, kita beruntung dapat melihat Yoona Larasati yang hebat. Dengan begini, kita tidak termakan gosip di luar sana. Bukankah, internet seringkali mengatakan jika Yoona Larasati ini aktris tanpa bakat?"
"Benar! Kudengar Yoona Larasati hanya mengandalkan wajahnya yang cantik. Nyatanya, dia memiliki bakat yang luar biasa!"
"Baiklah. Para bintang tamu wanita dan pria silahkan kalian berdiri berhadapan. Kita akan memulai voting!" pembawa acara berkata lewat pengeras suara.
Tak berapa lama, 4 bintang tamu pria muncul. Hingga kini mereka berhadapan dengan 4 bintang tamu wanita. Tatapan keempat pria itu, sesekali melirik Yoona Larasati yang berdiri dengan wajah datarnya. Berbeda dengan Airi Cyntia yang secara blak-blakkan memandang Lee Anggara Davidson dengan tatapan mendamba.
"Tuan Lee Anggara Davidson memang tampan!" gumam Nana Maharani yang masih bisa didengar oleh keempat bintang tamu pria. Seketika Kiran Anggraini menyikut lengan Nana Maharani. Membuat Nana Maharani menyadari kebodohannya. Gadis itu lalu menundukkan kepalanya.
Yoona Larasati, kau benar-benar mengagumkan! Entah, kejutan apa lagi yang akan kau berikan. Aku menandaimu! Jangan kecewakan aku! Batin Lee Anggara Davidson.