Miracle of Love

Miracle of Love
New Life



Setelah dua tahun, dengan tekad dan semangat yang baru, Rega mampu membuktikan keyakinan papihnya dengan masuk ke jajaran 100 CEO termuda yang sukses di dunia dan menjadi #1 di Indonesia.


Rega kini benar-benar menjadi laki-laki yang penuh percaya diri, semangat, tampan dan karismatik,.


Kedua orangtuanya pun sekarang lebih sering berada diluar negeri, menemani Regi dan Gita sambil "honeymoon" katanya.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, Rega baru selesai mengerjakan pekerjaannya karena akhir-akhir ini banyak proyek penting yang harus segera di selesaikan. Di akhir pekan pun, ketika orang-orang menikmati waktu liburnya, Rega malah bekerja. Rega kini menjadi seorang workaholic.


Sesampainya dirumah, Rega langsung menuju ke kamarnya untuk mandi. Rega benar-benar lelah, sampai tidur pun tidak sempat memakai baju hanya memakai boxer, celana santai favoritnya ketika sedang di rumah.


Karena terlalu lelah, Rega tidur dengan nyenyak dan bangun kesiangan. Rega melewatkan sarapannya.


Tok..tok..tok..


Pintu kamar Rega di ketuk..


"Masuk aja yuu, tuh kan ga di kunci."


"Tumben gak di kunci, pasti dia kecapean deh, sampe lupa kunci pintu kamar."


"Ssssssttttttt.."


"Satu...dua...tiga. BANG REGA..." teriak Gita dan mamih Rita.


Rega kaget dan bangun seketika..


"Ya ampun, siapa tuh.." ucap Rega setengah sadar.


"Selamat pagi menjelang siang anak mamih." Ucap mamih Rita sambil berjalan ke arah Rega dan memeluknya.


"Good afternoon my broo.." susul Gita


"Ya ampun, mamih.. Gita.. kapan kalian sampe?" Rega membalas pelukan mereka.


"Kita udah nyampe dari kemarin tau, Bang.." ucap Gita


"Dari kemarin juga kita nungguin kamu pulang.." timpal mamih Rita


"Kenapa gak ngabarin dulu sih mih, Rega kn bisa jemput ke bandara.."


"Kan surprise, Bang.." ucap Gita


"Papih sama Regi juga ikut pulang, mih ?"


"Iya dong, tuh mereka lagi nunggu di bawah.." jawab Mamih Rita.


"Ayo cepet mandi, kita tunggu di bawah iya." Ucap mamih Rita.


Tak sampai 15 menit Rega sudah menyusul keluarganya di ruang santai.


"Cepet banget mandinya, bang." Ejek Gita


"Laper dek.. kalian udah pada sarapan ?" Tanya Rega.


"Bukan waktunya sarapan lagi kali bang, udah masuk makan siang." Jawab Regi


"Iya ampun, jam setengah 11. Pantesan laper banget. Kenapa kalian gak bangunin dari pagi sih.." ucap Rega


"Iya kata bi Sum, kamu pulang tengah malem, jadi mamih kasian. Mamih buatin susu ma sandwich iya sebelum makan siang.." ucap mamih Rita


"Terimakasih mamih ku tercinta." Rega memeluk dan mencium pipi mamih Rita.


"Iiiiiiuuuuuu..." Ucap papih Rian ketika melihat perlakuan Rega.


"Cari istri gih sana, Ga. Biar kamu gak meluk sama nyiumin mamih terus. Mamih kan punya papih." Ucap Papih Rian


"Biarin napa sih pih, aku kan udah lama gak ketemu sama mamih. Mamih sibuk sama kalian Mulu. Aku di telantarin." Ucap Rega sambil memasang muka pura-pura sedih.


"Iiiiii...jijik gue bang liat muka Lo kaya gitu." Ejek Regi


"Kita cariin calon istri buat ka Rega yuu pih, aku udah pengen punya keponakan. " Goda Gita


"Kamu aja sana bikin sendiri."


" Aku kan mau kerja dulu bang, belum mapan. Harusnya kalian dulu, aku kan adek, kata ortu jaman dulu mah pamali tau kalau langkahin Kaka nikah, apalagi kakanya cowok. Nanti susah loh jodohnya."


"Amit-amit.. amit-amit.." sela mamih Rita


"Kamu nih Git, ngomongnya ga pernah di saring. Nih Ga rotinya.." ucap mamih Rita sambil memberikan roti kepada Rega.


Gita yang ditegur hanya cengengesan. Mereka menikmati kebersamaannya dengan penuh keceriaan. Melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.


Ting...tong..


"Git, bukain pintu gih, ada tamu tuh. Bibi pasti lagi sibuk masak di dapur.." suruh mamih Rita.


"Iya mih.." jawab Gita


Ketika membuka pintu dan melihat tamunya, Gita diam mengingat-ingat. Setelah beberapa menit..


"Ya ampuuuun... Tante Anita iya ?" Tanya Gita kaget.


"Iya.. kamu Gita kan ?" Tanya balik Tante anita.


"Iya Tante. Tante apa kabar ?" Tanya Gita sambil memeluk Tante Anita dan dia baru sadar dengan perempuan yang ada disampingnya. Gita melepaskan pelukan nya..


"Tante ini siapa ?" Tanya Gita sambil mengamati perempuan yang ada di samping Tante Anita.


"Masa kamu gak ngenalin aku sih ?" Tanya perempuan itu..


"Bentar.. bentar.." gita mengamati dari atas kepala sampai ujung kaki..


"Kayanya familiar gitu sama wajahnya.. ini Tante Anita, berarti kamu.. Renata iya ?" Tanya Gita kaget.


"100 buat kamu.." jawab Renata..


"Ya ampun.. kamu tambah cantik Ren, apalagi setelah pake hijab, aku pangling tau.. ayo masuk Tante, Ren. Lagi pada ngumpul tuh.." ajak Gita


"Terimakasih.." jawab Tante Anita dan Renata kompak.