Miracle of Love

Miracle of Love
Jawaban



"Tapi Tante, om.. emangnya ka Rega mau nikah sama aku ?" Tanya Rena ragu.


"Siapa sih yang gak mau nikah sama kamu, kamu tuh calon istri idaman." Puji mamih Rita.


"Jadi ?" Tanya papih Rian tidak sabar.


Dan jawaban Rena adalah..... (Jeng..jeng..jeng..)


"MENGANGGUK"


"Kamu yakin, Nak ? Ga masalah sama masa lalu Rega?" Tanya papih Rian memastikan.


"Iya om yakin. Semua orang kan punya masa lalu yang berbeda. Jadi Rena tidak mempermasalahkannya." Jawab Rena bijak


"Terus gimana sama pak Arya ?" Tanya papih Rian.


"Seperti yang sudah saya katakan tadi, kalau kami mendukung setiap keputusan yang diambil sama Rena. Kami percaya sama keputusan Rena. Rena tau mana yang terbaik buat dia." Jawab pak Arya.


"Tapi kamu bisa pastikan kan kalau Rega juga suka sama Rena, bakal tanggung jawab sama Rena dan membahagiakan Rena ?" Tanya Pak Arya serius.


"Rena ini anak perempuan kami satu-satu, kami gak mau dia kecewa." Sambung Bu Anita.


"Iya kami akan pastikan itu Pak Arya, karena kami juga punya anak perempuan, jadi kami tau perasaan kalian." Jawab Papih Rian serius.


Handphone mamih Rita bergetar.


Gita is calling..


"........"


"Mamih lagi di rumah Rena. Kenapa ?"


"........"


"Iya, bentar lagi pulang."


Tut.. sambungan telpon ditutup.


"Duuhh, gak kerasa iya udah malem aja, saking seriusnya ngobrol. Hhe.. kami pamit dulu iya Pak Arya, Anita.." Ucap mamih Rita.


"Iya,. Ayo aku antar sampai depan. Ucap Bu Anita


"Iya makasih, Nit..


Oh iya, kapan kalian pulang lagi ke Surabaya ?" Tanya mamih Rita


"Minggu depan, kebetulan kan Mas Arya lagi cuti.." jawab Bu Anita.


"Iya.. bye Nit.." mamih Rita melambaikan tangannya dan dibalas Bu Anita.


Kediaman 5 R


"Abang sama Kaka kamu belum pulang Git ? Tanya Papih Rian


"Belum pih. Kalian abis ngapain di rumah Rena ?" Tanya Gita


"R..A..H..A..S..I..A". ucap mamih Rita sambil tersenyum.


Gita tak menghiraukan mamihnya, ia hanya fokus ke drama yg sedang d tontonnya.


"Mamih duluan iya, kamu jangan begadang." Ucap mamih Rita


"Hhmm.." Jawab Gita singkat.


Keesokan harinya


Di pagi hari yang cerah, mereka sedang berkumpul dihalaman depan rumah, bersiap-siap mau jogging. Mereka tidak pernah menyia-nyiakan waktu yang ada, mereka selalu menyempatkan untuk berkumpul bersama, melakukan kegiatan bersama-sama. Karena mereka jarang sekali berkumpul seperti ini, apalagi mereka sudah berpisah cukup lama.


Tanpa di duga, mereka bertemu dengan keluarganya Rena di taman komplek. Rena dan keluarganya memang selalu menyempatkan waktu untuk berolahraga, karena memang itulah didikan ayahnya yang seorang Abdi Negara.


Mereka berbincang bersama. Regi sekarang mulai tidak canggung lagi kepada Rena. Mereka membicarakan kegiatan dan pekerjaan masing-masing. Hanya Rega yang terlihat acuh tak acuh, ia hanya menanggapinya dengan tersenyum ramah. Berbeda jika ditanya oleh Rena, ia menjawab sekenanya dan terkesan dingin.


Rega bukannya tidak tau akan perasaan Rena, dia malah tipe laki-laki yang peka terhadap perempuan. Ia bisa tau perasaan perempuan dari sorot matanya. Rega selalu menjaga jarak dengan perempuan yang mendekatinya, ia belum siap membuka hatinya untuk perempuan lain.


Sebenarnya yang mereka lakukan bukannya jogging melainkan berjalan santai sambil ngobrol. Tidak terasa juga mereka sudah sampai di depan rumah keluarga R (sebutan untuk Rega & family).


"Mampir dulu ayo, Nit. Kita sarapan bareng." Ajak mamih Rita


"Makasih Ta, kita sarapan di rumah aja. Bye.." jawab Bu Anita sambil melambaikan tangannya dan di balas oleh mamih Rita.


"Cape iya mih, jadi laper nih." Ucap Gita


"Iya, bentar iya mamih siapin dulu. Kalian tunggu di halaman belakang iya, kita sarapan disana, biar kaya piknik. Hhe."


"Siap Bu bosss.." jawab semuanya kompak.


"Kalian kapan mulai kerja ?" Tanya Rega kepada kedua adik kembarnya.


"Gue sih mulai Minggu depan, magang dulu di rumah sakit "Rumah Sehat". Jawab Regi.


"Kalau aku mulai semester depan, di SMA "Semua Pintar". " Jawab Gita.


"Hebat juga adek-adek Abang yang comel nih, bisa kerja di tempat-tempat elit." Ucap Rega sambil mencubit pipi kedua adiknya dengan gemas.


"Kita bukan anak kecil lagi bang Rega". Jawab mereka kompak sambil mengejar Rega yang lari ke kamarnya.


"Mamih tolong..aku di kejar dua beruang.. akh.. hahahaha..." Teriak Rega sambil tertawa..


"Anak kita memang sudah dewasa tapi kelakuannya masih kaya anak kecil." Ucap Papih Rian menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Iya pih. Seneng banget liatnya."


"Oh iya nanti malam jadi kan ?" Tanya Mamih Rita.


Papih Rian pun mengangguk.


Kira-kira apa iya yang bakal mereka lakuin nanti malam ???? Apakah sesuatu yang panas, hareudang dan menegangkan ??? 🤔


Mari kita buka episode selanjutnya. Ting..Ting.. (kedip mata dari Author) 😉