Miracle of Love

Miracle of Love
Bab. 2 Dilema Leony.



 


Pagi ini langit masih diselimuti embun meski sinar matahari terasa hangat menyentuh tubuh. Di beberapa ruas jalan terlihat masih menyisakan rinai- rinai hujan tadi malam.


Jalan-jalan yang selalu Dygta lintasi setiap hari juga masih tergenang air, menandakan bahwa hujan turun deras semalam.


"Pantas saja semalam aku ketiduran di kursi," gumannya menjaga langkahnya agar tidak kecipratan air yang mengenang. Mencoba mencari mobil yang sudah dipesannya melalui aplikasi online, yang mungkin saja sudah akan sampai.


"Mengapa mimpi itu datang lagi semalam?" guman Dygta lagi yang tiba-tiba mengingat mimpinya. Menatap langit yang kurang cerah, seperti perasaannya saat ini.


Entah, firasat apa lagi yang akan datang. Kembali merangkai mimpi dan kejadian yang telah dilalui. Namun Dygta sama sekali tidak menemukan jawaban dari mimpinya.


Tapi kenapa hatinya tiba-tiba ikut merasa kelam dan hampa? Apa semua gara-gara mimpi itu? Sejuta pikiran mulai menghantui otaknya.


"Mengapa rasanya aneh gini sih? apa aku terlarut dalam cerita yang aku garap sekarang?" pikir Dygta lagi, mencoba mencari pembenaran guna meredam suasana hatinya yang tiba-tiba berubah 180% , karena kisah masa kecilnya, yang tiba-tiba sering mampir dimimpi nya akhir-akhir ini.


Sebenarnya bukan kali ini saja hatinya merasa mendung atau melow,. Jika gadis itu mengarap cerita dia mencoba sebisa mungkin untuk larut dalam tokoh dalam ceritanya, agar bisa larut dalam cerita dan emosi yang inginkan dapat tersampaikan.


Tidak pernah sampai terbawa dalam mimpi. Hingga membuat mood nya berubah. Baru kemarin dia semangat karena akan menandatangi kontrak untuk salah satu cerita yang pernah dikirimnya disebuah event kepenulisan di sebuah group.


"Ta, bisa gak sih. Sedikit saja kamu kayak cewek yang lainnya? lama-lama jalan sama kamu, hambar banget."


"Loe itu kayak anak ayam, ngintilin melulu. Bisa gak sih, loe bersikap normal dikit kek? cemburu kek? marah kek? loe itu pacar gue apa pembokat gue?.


"Udahlah, Ta. Mending kita jalan masing-masing" Dan beberapa bayangan masa lalu, mulai bermunculan di otaknya.


Kisah yang hampir mirip dengan dirinya beberapa tahun lalu, Dygta coba menuangkan dalam cerita kali dan juga sebuah kisah yang usai tanpa ada awalnya."terlalu rumit,"pikirnya lagi.


Suara klakson mobil membuyarkan pikiran-pikiran yang berkecamuk di hati Dygta yang mulai menguasai otaknya.


######


Sebuah kedai minimalis berwarna hijau tosca, dengan dua kaca besar terpasang diantara pintu masuk berfungsi sebagai jendela, yang bisa membuat penghujung yang ada di dalam atau pun yang berada di luar terlihat dengan sejelas.


"Li, kau lagi mikirin apa? dari tadi pasang tampang galau melulu," ujar Angel, sambil menyuapi cake brownis pada Baby G, yang asyik main sedotan, sesekali memperlihatkan dua giginya yang baru tumbuh.


Tadi Angel habis membeli beberapa keperluan buat Baby G dan keperluan dapur juga di salah supermarket yang tidak jauh dari lokasi tempat Kedai kopi Leony. Dia pun memang ada rencana buat main ke sini.


"Gel, loe tahu gak sih rasanya dihianati?" tanya Leony tiba-tiba, sambil menatap lekat coffe late di depannya, menggenggam dengan kedua tangannya.


"Kenapa Loe tanya gitu Li? Kak Bubu selingkuh? Benerkan gue bilang itu cowok emang berengsek, mending Kak Lee daripada dia?" omel Angel panjang lebar, meletakkan Baby G di atas meja karena kesal sendiri, merasa temannya dikhianati.


"Bukan, gitu maksud gue, Gel?" mencoba meredam emosi Angel yang memang gampang tersulut dan mengambil ahli Baby G untuk dipangkunya,"kebanyakan nonton drama nih emak-emak di depan gue,"guman Leony senyum-senyum sendiri.


"Terus maksud loe, nanya gitu apa coba?" potong Angel.


"Mau gimana lagi, Li. Itukah sudah keputusan loe buat ngelepasin dia. Orang yang selalu menganggap kamu hanya sebatas adik," terang Angel,"lagi pula Kak Lee yang memilih pergi karena alasan yang loe tahu sendiri. loe ngapain juga masih kepo soal Kak Lee, ketahuan Kak Bubu, bisa gawat kan, Li" nasehat Angel.


"Entahlah, Gel. Gue juga kadang ngerasa Kak Bubu udah banyak berubah, sejak Lee balik ke Korea," kata Leony,"membuat gue pikir, apa dulu dia dekati gue, hanya karena merasa cemburu dan tertantang buat dapati gue. Loe tahu sendirikan Kak Lee sama Kak Bubu hubungannya kek gimana?" sambungnya.


"Iya hubungan gak jelas, sahabat tapi bohong," canda Angel terbahak,"persis kek kalian temenan tapi ngaku saudara,"lanjutnya. Melihat Angel tertawa Baby G ikutan tertawa dan menepuk meja dengan girang.


"Boleh duduk di sini?" Seorang pria menawarkan diri untuk bergabung dengan kedua wanita yang sedari tadi asyik ngobrol itu.


Angel dan Leony saling berpandangan, merasa terusik tapi tidak enak untuk mengusir tamu tak diundang itu.


Keduanya mengedarkan pandangan ternyata sekelilingnya ramai dengan penghujung, tidak ada tempat lagi. Bahkan meja di depan toko juga sudah penuh, karena memang waktu istrahat makan siang.


"Silakan, Mas,"ucap Angel, meskipun sebenarnya merasa keberatan. Feilling emak-emaknya mulai mencium ada niat niat dibalik kehadiran pria tersebut.


"Iya, Mas silakan duduk," tawar Leony mencoba tersenyum simpul.


"Panggil Saja Joe," menyodorkan tangannya kepada kedua wanita yang ada di depannya. Mencoba mengakrabkan diri dengan mengajak main baby G.


"Leony," menyambut uluran tangan Joe.


"Angel," ucap Angel datar.


"Ini?" sambil menunjuk anak kecil yang dipangku Leony.


"Glenn, tapi biasa dipanggil Baby G," jawab Leony mengulurkan tangan Glenn, mengajak Joe salaman.


Joe menatap Glenn dan Leony. Mencari letak kemiripan di sana, namun apa yang dicarinya sama sekali tidak ada.


"Baby G, anak Angel," sahut Leony, membaca jalan pikiran pria yang baru dikenalnya.


"Hahahh, pantas. Tadi saya kira Glenn itu anak kamu?" terang Joe," maaf, saya tidak biasa memakai kata gue atau loe?" sambungnya.


"Iya, iya. okelah Joe, santai saja kita tidak masalah kok." Kali ini Angel yang angkat bicara.


Mulailah ketiganya larut dalam obrolan ringan selayaknya teman lama yang baru ketemu. Setelah sekian lama terpisah. Berbagi nomor ponsel masing-masing.


#############


STORY SLOW UPDATE, MASIH TAHAP PENGEDITAN DI COLOUR BOOK, JADI ADA SEDIKIT CERITA DIGANTI....


TERUS LAGI ADA KERJAAN JUGA. SEMOGA CERITA GAK MEMBOSANKAN YA, REIDER☺