Miracle of Love

Miracle of Love
Bulan Madu



Rega dan Rena sedang bersiap turun untuk sarapan. Mereka sarapan di dalam restoran yang ada di hotel tersebut.


Keluarga besar mereka sudah menunggu.


"Duh.. yang pengantin baru, lama banget turunnya." Goda mamih Rita ketika Rega dan Rena datang.


Rena hanya tersenyum malu.


"Gimana semalem ? Sukses ?" Gita ikut menggoda Rena.


"Apaan sih dek, itu bukan konsumsi publik kali. Kasian Rena nya kan jadi malu." Regi yang menjawab


"Ikh ka Regi, gak asik nih.. ngiri iya udah pengen nikah.." balas Gita


"Udah-udah jangan mulai deh kalian berdua, malu di liatin keluarga yang lain, ayo sarapan dulu." Papih Rian menengahi.


Mereka menikmati sarapan sambil bercanda tawa, si pengantin baru lah yang jadi objek pembicaraan.


Rena memang orang yang mudah bergaul, sebagai seorang wanita karir tidak sulit untuknya berbaur dengan keluarga besar Rega.


Setelah sarapan mereka berpamitan untuk pulang ke kota masing-masing, berhubung besok mereka harus mulai beraktifitas seperti biasanya. Termasuk orang tua Rena.


Rega dan keluarganya ikut dengan Rena mengantarkan orang tuannya ke bandara.


****


"Rega, ibu titip Rena iya, tolong jagain dia, buat dia selalu bahagia." Pinta Ibu Anita


"Iya Bu, itu udah kewajiban saya sebagai suaminya." Jawab Rega


"Iya udah kami berangkat sekarang iya.." ucap Ibu Anita


"Hati-hati iya Bu, yah.." Rena memeluk kedua orangtuanya.


"Iya. Jadilah istri yang Solehah iya, berbakti sama suami." Nasihat Ayah Arya


"Iya yah.." Rena mencium tangan kedua orangtuanya diikuti Rega..


*****


Sesampainya dirumah mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Ga, ini ada hadiah dari kami untuk kalian." Mamih Rita menyerahkan amplop putih.


"Apa ini mih?" Rega membolak balikan amplopnya..


"Coba kamu buka sendiri !" Perintah mamih Rita.


"Tiket pesawat ke Paris ?" Tanya Rega bingung.


"Iya, buat kalian bulan madu, semuanya udah siap, kalian tinggal berkemas aja. Nanti malam pesawatnya berangkat." Mamih Rita menjelaskan.


"Tapi mih dadakan banget. Kita rencananya mau nunda dulu honeymoon nya, soalnya kerjaan kita lagi padat, iya kan Ren." Jelas Rega.


"Iya mih, banyak pesenan dibutiq sama WO juga. Maaf iya mih.." ucap Rena


"Terus gimana dong ini." Ucap mamih Rita


"Gimana kalau buat mamih sama papih aja." Ucap Rena


"Iya mih, untuk honeymoon kalian yang kesekian kalinya. Hhe." Tambah Gita


"Gimana pih?" Tanya mamih Rita


"Kalian gak apa-apa kalau kami tinggal ?" Tanya papih Rian pada anak kembarnya.


"Iya gak lah pih, kita bukan anak kecil lagi ." Jawab Regi


"Iya udah kalau gitu, kita berangkat mih." Ucap Papih Rian.


Setelah makan malam, mereka mengantar keberangkatan orangtuanya ke bandara.


Tidak lama setelah pesawat yang ditumpangi orangtuanya mengudara, mereka kembali pulang.


Mereka langsung memasuki kamar masing-masing, tak butuh waktu lama untuk mereka tertidur pulas. Karena hari ini cukup melelahkan buat mereka.


Di sepertiga malam terakhir Rena sudah terbangun, ia langsung menunaikan shalat malam. Sembari menunggu adzan subuh ia membaca Al-Qur'an.


"Aku berisik iya ka ? Tanya Rena ketika melihat Rega terbangun.


"Gak, aku cuma mau ke kamar mandi. Udah subuh ?"


"Belum ka, bentar lagi." Rena melanjutkan membaca Qur'an.


Setelah adzan subuh berkumandang, mereka melaksanakan shalat berjamaah di akhiri dengan Rena mencium tangan suaminya seperti biasa yang bisa membuat hati Rega melembut.


Rena menyiapkan baju kerja untuk Rega, setelah itu ia menyiapkan sarapan di dapur.


Regi yang pertama turun dan duduk di kursi makan.


"Udah mulai magang, Gi? Tanya Rena yang sedang menata makanan dimeja.


"Iya ka." Jawab Regi canggung


"Panggil nama aja Gi kaya biasa. Rasanya aneh aku dipanggil Kaka sama kamu. Hhe." Ucap Rena


Regi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kamu gak kerja ?"


"Kerja, tapi nanti siangan."


"Good morning all.." sapa Gita yang baru bergabung.


"Kamu gak kemana-mana hari ini Git ?" Tanya Rena yang melihat Rena masih menggunakan piyama tidurnya.


"Gak, Ren. Kamu juga gak kerja ?"


"Kerja tapi nanti siang. Mending ikut aku yuu ke butiq." Ajak Rena.


"Emang gak apa-apa?" Tanya Gita


"Ga ko, hari ini aku cuma ngecek-ngecek aja. Lagi nyantai." Jawab Rena


"Katanya kemarin butiq kamu lagi banyak pesenan." Tanya Regi


"Eemmm, iya...."


"Ekheem.." tiba-tiba Rega datang dan berdehem.


"Eh, ka. Ayo Ka duduk, kita sarapan. Mau sama apa ? Biar aku siapin." Rena mengalihkan pembicaraan.


"Sama yang ada aja." Jawab Rega singkat


"Masih suka roti panggang selai coklat sama kopi kan ?" Tanya Rena antusias


"Hhhmm.."


Rena segera ke dapur dan membuat kopi kesukaan Rega. Selama sebulan terakhir ini Rena sering ngobrol dengan mamih Rita, mencari tahu kesukaan dan kebiasaan Rega sekarang.


"Ini ka. Mudah-mudahan sesuai selera Kaka.." Rena menyimpan kopinya d samping Rega.


Mereka menikmati sarapan dalam diam. Untuk yang pertama memang suasana terasa canggung, apalagi tidak ada orang tua Rega yang biasanya mampu mencairkan suasana.