Miracle of Love

Miracle of Love
Buah Simalakama



Sudah dua hari sejak kejadian itu, mamih Rita belum pulang dari rumah sakit. Rega juga belum menjenguknya. Masih ada rasa kesal dalam dirinya, tapi rasa bersalah Rega lebih besar. Ia sudah membentak mamihnya dan membuat mamihnya masuk rumah sakit.


Selama dua hari ini juga ia menghindari keluarga yang lainnya. Rega berangkat pagi-pagi sekali ke kantornya dan pulang larut makan. Sampai sarapan dan makan malam pun ia lakukan diluar.


Rega masih bingung dengan keputusan mana yang harus dia ambil. Bagai makan buah simalakama.


Dia juga tidak fokus dalam bekerja, yang ia lakukan hanya melamun.


Ddrrrttt..ddrrrtt.. Handphone Rega bergetar.


Regi is calling..


Rega hanya melihat dan mengabaikannya, tapi Regi terus menelpon dan Rega pun terus mengabaikannya, sampai di panggilan yang ke lima Rega baru mengangkatnya.


"Ap..." Belum juga Rega menyelesaikan ucapannya, Regi langsung menyela dan detik itu juga Rega langsung menutup telponnya, bergegas pergi.


"Andin, saya ada urusan penting diluar. Kalau ada yang nyari, jadwalkan di hari besok. Kemungkinan saya gak balik lagi ke kantor." Perintah Rega ke sekretarisnya.


"Baik Pak." Jawabnya


Entah apa yang dikatakan oleh Regi sehingga membuat Rega pergi dengan tergesa-gesa menuju ke rumah sakit. Rega menghubungi supir pribadinya dan menyuruhnya untuk bersiap-siap.


Semenjak kecelakaan beberapa tahun yang lalu, Rega selalu kehilangan kendali saat mengemudi sehingga dia hampir mengalami kecelakaan lagi jika dia tidak ditemani Regi waktu itu. Jadi keluarga memutuskan untuk menggunakan supir pribadi untuk Rega. Selain rasa trauma, mereka juga berpikir jika menggunakan supir, Rega bisa beristirahat disela-sela kesibukannya bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Rega langsung menuju keruang perawatan mamihnya. Disana keluarganya sudah berkumpul, mereka sangat sedih melihat keadaan mamih Rita.


Rega bersimpuh di samping ranjang mamih Rita dan menggenggam tangannya.


"Mih.. maafin Rega, miih.." ucap Rega sambil terisak.


"Rega gak ada maksud buat bentak mamih waktu itu, Rega kebawa emosi, mih." Rega mencium tangan mamihnya lama.


"Demi mamih sama papih, Rega mau dijodohin sama Rena."


"Benarkah itu, nak ?" Tanya mamih Rita serak dan membuka matanya perlahan.


"Iya mih. Demi mamih sama papih, Rega pengen kalian bahagia." Jawab Rega


Mamih Rita menggeleng pelan.


"Bukan demi kebahagiaan kami, Nak. Tapi demi kebahagiaan kamu. Dengan kamu membuka hati untuk perempuan lain, hati kamu juga akan ikut menghangat dan melupakan masa lalu kamu."


"Iya mih. Rega akan mencobanya."


"Mamih percaya Rena adalah perempuan yang tepat untuk kamu. Dia akan mampu membantu kamu melupakan perempuan itu."


"Iya mih."


"Iya mih, terserah mamih aja. Rega serahin semuanya sama mamih, Rega percaya sama pilihan mamih."


"Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan mamih, biar mamih bisa cepet pulang kerumah." Ucap Papih Rian


"Iya pih, mamih sekarang udah baikan. Apalagi tadi denger kabar bahagia dari Rega, mamih langsung sembuh pih." Mamih Rita terkekeh.


Semuanya tersenyum bahagia dan saling berpelukan.


Akhirnya kamu mau menerima perjodohan ini juga Ga. Gak sia-sia mamih pura-pura sakit kaya gini. Batin mamih Rita


Iya, itu semua merupakan sandiwara yang sudah di atur oleh mamih papihnya. Adegan Regi meninju Rega merupakan adegan diluar skenario. Regi dan Gita tidak tau akan hal itu sebelumnya, sampai akhirnya mereka tau yang sebenarnya ketika mereka sedang berada didalam mobil, ketika akan mengantar mamih Rita ke rumah sakit.


Mengetahui itu cuma sandiwara, Regi sangat merasa bersalah sudah berbuat kasar kepada Rega.


"Gue juga minta maaf bang udah nonjok Lo. Gue kebawa emosi juga bang ngeliat Lo bentak mamih sampe pingsan kaya gitu."


"Gak semudah itu gue maafin Lo, Gi. Idung gue ampe berdarah karena Lo tonjok, ini merupakan salah satu aset ketampanan gue, Gi. Gimana kalau calon istri gue kabur gara-gara liat idung gue jadi bengkok."


"Alaaahh.. lebay Lo bang. Idung Lo gak apa-apa juga, cuma berdarah setetes aja. Lagian kalau entar calon istri Lo kabur, gue dengan senang hati akan menangkapnya. Hahaha.."


"Denger tuh mih, masa dia mau rebut calon istri aku."


"Ciiieeeeeeee... Jadi sekarang Rena jadi rebutan nih.." Goda Gita


"Huuussshh.. kamu ini Git, mulut kamu gak ada filter nya yah." Ucap papih Rian


"Iikkhh papih.." Gita merajuk


"Kamu juga Ga, suka banget godain Regi." Bela Papih Rian


"Abis dia kaku banget pih, kaya kanebo kering. Hahahaha.."


"Pantes aja Lo ampe sekarang belum punya pacar." Ejek Rega


"Lo gak pernah ngaca iya bang."


"Eiiitttsss... Masalah kita berbeda, broo.. hahaha.."


"Sialan Lo bang."


"Hahahaha".. mereka tertawa kompak


Gue seneng liat kalian bahagia. Gue akan berusaha gak ngecewain kalian lagi. Batin Rega