Miracle of Love

Miracle of Love
Perjodohan



"Jadi Rena udah ada yang gandeng ?"


"Truk kali gandengan, Ta. Hhe.. Rena tuh malam mingguan sama temen-temen perempuannya, dia tuh belum punya pacar." Jawab Bu Anita.


"Huhh... syukur deh." Gumam mamih Rita yang masih bisa didengar oleh Bu Anita yang duduk disampingnya.


"Emang kenapa, Ta?" Tanya Bu Anita


"Pih.." mamih Rita berbisik memberi kode.


"Jadi, kedatangan kita kesini tuh buat ngomongin soal Rena dan Rega. Mumpung kalian ada di Jakarta." Jawab papih Rian.


"Maksudnya gimana ?" Tanya Bu Anita bingung.


"Kita mau jodohin Rega sama Rena." Jawab Mamih Rita to the point.


"Memangnya Rega mau sama Rena ?" Giliran Pak Arya yang bertanya.


"Mana mungkin sih Rega gak mau sama Rena, udah cantik, Solehah lagi." Jawab Mamih Rita.


"Kita sih tergantung sama anaknya iya, yah ?" Tanya Bu Anita kepada Pak Arya.


"Iya Bu Rita. Waktu itu juga udah beberapa kali kita coba cariin calon buat dia, tapi Rena suka nolak. Katanya mau ngembangin dulu usahanya." Ucap Pak Arya


"Owh gitu iya.. sama kaya Rega iya pih, kalau gak di cariin jodoh, mana mau dia nyari sendiri. Buktinya sampe sekarang kita udah kasih waktu dia buat nyari sendiri, gak ada yang pernah dia kenalin ke kita." Ucap mamih Rita.


"Iya nanti kita coba tanya aja dulu sama Rena. Aku sih seneng banget kalau kita bisa jadi besan, kita juga udah kenal lama." Ucap Bu Anita.


"Assalamualaikum.." tiba-tiba Rena datang


"Wa'alaikumsalam.." jawab semuanya kompak.


"Ren, sini duduk dulu, ada om Rian sama Tante Rita." Panggil Bu Anita


Rena ikut duduk bersama, dan mencium tangan kedua orang tuanya dan orang tua Rega. Mereka menceritakan maksud kadatangan orang tua Rega. Bagaikan gayung bersambut, Rena tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Terlihat jelas di wajahnya yang merona bahagia. Akhirnya penantian yang selama ini ditunggu oleh Rena datang juga.


Iya dari dulu, sejak SMP sebelum dia dan keluarganya harus pindah ke Surabaya karena Ayahnya yang seorang Abdi Negara harus pindah tugas ke kota tersebut. Rena mulai menyukai Rega, memang waktu itu mungkin hanya bisa di bilang cinta monyet, cintanya anak-anak ingusan. Hhe (tawa author)


Rena dari kecil sudah berteman dengan kedua kakak beradik kembar, Regi dan Gita. Selain rumah mereka bersebelahan, mereka juga seumuran, dari mulai Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Pertama mereka satu sekolah. Mereka sangat akrab, tidak jarang mereka bergantian menginap di rumah si kembar maupun Rena. Mereka bagaikan roda becak, kemanapun selalu bertiga.


Rasa suka Rena mulai muncul ketika dia kelas 1 SMP, di masa-masa pubertasnya. Waktu itu Rega sudah kelas 3 SMA, aura ketampanannya sudah keluar. Rega sudah pintar merawat diri, berbeda dengan Regi yang waktu itu masih cuek dengan penampilannya.


Dari dulu Rena hanya bisa curi-curi pandang, karena Rega tidak pernah memperhatikannya. Terkadang Rena suka cari-cari perhatian Rega, tapi Rega hanya merespon biasa, karena hubungan mereka di mata Rega hanya sebatas tetangga. Rega memang ramah terhadap semua orang, pembawaannya yang ceria dan penuh semangat membuatnya disukai banyak orang.


Sampai akhirnya, dia harus pindah ke luar kota pun, cinta monyetnya tak terbalaskan.


"Kamu memang naksir sama Rega iya ? Keliatan dari senyum kamu, lebar banget kaya iklan pasta gigi." Goda ibunya sambil berbisik.


"Ibu nih.." ucap Rena sambil menunduk malu.


"Jadi gimana Ren ? Kamu mau kan di jodohin sama Rega ? Tante pengen banget punya menantu seperti kamu, udah cantik, Solehah, mandiri, sopan, baik hati, tidak sombong, rajin..."


"Ikh Tante nih, berlebihan banget mujinya.." sela Rena malu-malu


"Tapi bener Ren, Tante kan udah kenal kamu sejak dari kecil. Iya kan Pih ?" Tanya Mamih Rita


"Iya bener".. jawab Papih Rian


"Tapi Ren, sebelum kamu jawab kamu harus tau dulu kalau Rega pernah punya masa lalu yang kelam." Ucap mamih Rita serius.


Mamih Rita mulai menceritakan kejadian waktu dulu dari awal tanpa ada yang di tutup tutupi.


Sesekali mamih Rita terisak menceritakan tentang bagaimana menderitanya Rega waktu itu.


"Begitulah Ren. Tante ceritain ini sama kamu, biar kamu gak ngerasa di bohongin sama kami. Kami gak mau kamu tau cerita Rega dari orang lain." Jelas mamih Rita


"Memang iya Tante, selalu ada penderitaan sebelum menjadi orang yang sukses. Syukur Alhamdulillah, ka Rega dikelilingi sama orang-orang yang menyayanginya. Jadi ka Rega bisa bangkit lagi." Ucap Rena prihatin


"Jadi gimana jawaban kamu ?" Tanya papih Rian tidak sabar.


Rena melirik kedua orangtuanya.


"Kami menyerahkannya semuanya sama kamu. Kami yakin dan akan mendukung setiap keputusan kamu." Ucap Ayahnya.


Jadi menurut kalian, apakah Rena mau menerima pinangan kedua orang tuanya Rega ? Nantikan di episode selanjutnya. Cekidot.. Ting..ting.. (kedip mata author) hhe