Miracle of Love

Miracle of Love
Malam Pertama



"Selamat iya Ka Rena atas pernikahannya, kadonya udah aku siapin di dalam kamar. Hhe". Ucap Gita


"Panggil Rena aja Git, seperti biasa. Berasa canggung aku di panggil Kaka sama kamu." Ucap Rena


"Nanti aku bisa di jitak bang Rega kalau gak sopan sama kamu." Jawabnya.


"Ga mungkin lah, Ka Rega juga pasti ngertiin."


"Iya udah sana masuk duluan, awas jangan tidur duluan iya, tungguin bang Rega." Goda Gita sambil mengedipkan matanya.


"Apaan sih Git, sudah sana masuk kamar kamu." Jawab Rena malu-malu.


"Iya udah, bye. Sampai ketemu nanti pas sarapan, jangan Ampe kesiangan loh." Godanya lagi.


"Iya udah, sana..sana.." wajah Rena memerah dan buru-buru masuk ke kamarnya.


Saat memasuki kamarnya Rena sangat terkejut melihat keadaan kamarnya yang redup dihiasi lilin-lilin kecil yang membentuk lambang hati dengan ditengah-tengahnya bertaburan kelopak mawar merah.


Ada sebuah kado di atas tempat tidur nya, lalu Rena membukanya dan isinya adalah sebuah lingerie berwarna hitam yang sangat seksi. Di atasnya terdapat sepucuk surat dengan kertas berwarna merah muda, Rena mulai membuka dan membacanya.


Dear Kaka ipar tersayang.


Jangan sia-siakan malam ini, kalau perlu begadang sampai pagi biar ponakan ku cepet dateng.


Tertanda


Gita, adik iparmu ter'uwu'


"Dasar anak itu, tetep ga berubah kelakuannya." Ucap Rena sambil tersenyum


Rena duduk di tepi ranjang, ia mulai melepas satu persatu benda yang ada d tubuh nya, termasuk hijabnya.


Ketika sedang membuka resleting yang ada di punggungnya, Rega masuk ke dalam kamar dan melihat Rena sedang kesusahan.


Seketika ia kembali terpana dengan keadaan kamar yang redup melihat penampilan Rena yang tanpa hijab, dengan rambut panjang dengan bagian bawah yang bergelombang yang di sampirkan ke samping lehernya.


Rena menyadari kehadiran Rega.


"Ka, bisa tolong aku bukain ini ?" Tunjuk Rena ke punggungnya.


Rega terperanjat kaget mendengar suara Rena,.


"Ekhem.. iya.." Rega berdehem dan mendekati Rena yang sedang berdiri di samping tempat tidurnya.


Rena membelakangi Rega, dan Rega pun mulai membukanya.


Rega menelan ludahnya kasar, ada hawa panas yang mengelilingi tubuhnya. Ia kembali berdehem.


"Aku mandi duluan." Ucapnya gugup.


Rega segera mandi untuk mendinginkan tubuhnya.


Sementara itu Rena menyalakan lampu utama dan mulai membersihkan wajahnya dari make up. Ia juga sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur.


Tak lama Rega sudah keluar dari kamar mandi dengan kaos putih polos dan celana boxer favoritnya.


"Iya." Jawab Rega singkat


Rena langsung gantian masuk untuk membersihkan dirinya. Sebenarnya Rena juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mandi tapi ia berdiam diri di depan cermin yang ada di kamar mandi cukup lama. Ia ragu dengan lingerie yang diberikan oleh Gita, apa ia harus memakainya sekarang.


Rena tidak berharap lebih untuk malam ini, karena ia cukup tahu diri akan perasaan Rega untuknya.


Akhirnya Rena menyimpan kembali lingerie itu kedalam kotak kado sebelumnya dan menyimpannya di atas meja rias.


Rena melihat Rega berbaring di atas sofa besar yang ada di kamar tersebut dengan lengan sofa sebagai bantalannya.


"Ka, kenapa gak tidur di kasur aja ?


"Lebih nyaman disini." Jawab Rega dengan mata terpejam.


"Nanti sakit loh lehernya kalau tidur kaya gitu."


"Udah deh gak usah debatin hal yang gak penting, aku cape pengen istirahat." Masih dengan mata yang terpejam.


Rena menyadari ketidaksukaan Rega padanya. Iya berjalan ke arah kasur dan mengambil bantal serta selimut untuk Rega.


"Se-enggak nya Kaka pake ini." Rena menyerahkan bantal dan selimutnya. Rega mengambilnya dan memakainya lalu berbaring lagi membelakangi Rena.


Rena pun kembali ke kasur dan langsung terlelap tanpa memakai selimut.


*****


Adzan subuh sudah berkumandang, Rena segera bangun dan membersihkan dirinya lalu berwudhu.


Rena melihat Rega masih tertidur pulas, ia tidak tega untuk membangunkannya tapi ini tugasnya sebagai seorang istri untuk mengingatkan suaminya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Ka, bangun yu.. udah subuh.. kita shalat berjamaah.. ka.." Rena menggoyang-goyangkan tubuh Rega.


"Apa ?" Rega terbangun dengan mata yang masih terpejam.


"Udah subuh.. kita shalat berjamaah."


"Hhhmmm.." Rega malah tertidur lagi.


"Ka.. ayo cepet bangun, nanti kesiangan shalatnya." Rena kembali menggoyangkan tubuh Rega.


"Iya Ren.." Rega memaksakan membuka matanya dan langsung pergi ke kamar mandi.


"Cepet iya, aku tungguin." Ucap Rena tapi tidak dijawab oleh Rega.


****


Setelah selesai shalat Rena mencium tangan suaminya, Rega merasakan sejuk di hatinya.


Rega masih merasakan kantuk, ia segera merapikan perlengkapan shalatnya dan kembali berbaring di atas sofa. Karena waktu sarapan masih lama Rena memutuskan untuk membaca Qur'an, ia membacanya dengan suara yang kecil karena takut mengganggu tidurnya Rega.


"Kencengin dikit lagi suaranya Ren, aku suka dengernya, bikin nyaman." Ucap Rega lembut.


Wajah Rena merona mendengar ucapan Rega yang lembut.