
"Regita Oktaria Utomo..." Panggil mamih Rita menggelegar
"Apa sih mamih Rita Sugiarto.." balas Gita tak kalah menggelegar sambil menuruni anak tangga.
"Emangnya mamih penyanyi dangdut.."
"Iya, suara mamih kalau manggil kaya gitu merdu syekaleee, seperti penyanyi dangdut."
"Bisa aja kamu ngejeknya Git, pas banget. Rasanya tuh jleeb banget."
"Hehehe.. sayang mamih Rita cantik. Mmuuacch.." Gita memeluk ibunya sambil mencium pipinya.
"Takut dikutuk kan, makanya langsung muji-muji kaya gini." Mamih Rita melepaskan pelukan Gita dan langsung pergi pura-pura ngambek..
"Jangan ngambek gitu dong mamih cantik, nanti kerutannya makin banyak. Hhe..". Rayu Gita.
"Kamu ini,. Ayo kita berangkat, mamih udah nunggu dari tadi Ampe lumutan gini." Ucap mamih Rita kesal.
"Iya maaf mih,. Yuu.." Gita menggandeng lengan mamihnya.
Mereka pergi diantar oleh supir pribadi papih Rian. Mereka pergi ke toko perhiasan langganan mamih Rita.
Tidak lama mereka berada disana, mereka langsung menemukan cincin sepasang yang cocok.
Mereka tidak membuang waktu lagi, setelah selesai mereka langsung menuju ke butiq.
Sesampainya di butiq, mereka langsung disambut dengan ramah oleh seorang pelayan.
"Selamat siang ibu, kaka. Ada yang bisa saya bantu ?" Ucap sang pelayan ramah..
"Saya mau nyari baju couple untuk acara resmi." Jawab Mamih Rita
"Mari saya antar ibu, kebetulan hari ini ada barang yang baru di pajang, silahkan ikut saya ke lantai atas Bu." Ajak pelayan menuju ke lift transparan yang akan mengantarnya ke lantai dua.
Butiq itu cukup besar dengan tiga lantai yang masing-masing lantainya cukup luas, dengan beberapa sekat ruangan.
Dilantai paling atas terdapat 4 ruangan, yaitu ruangan kerja untuk sang pemilik, ruangan rapat atau biasa di pakai oleh para karyawan untuk beristrhat, ruangan untuk menerima tamu dan ruangan khusus pakaian pengantin, karena butiq itu juga membuka jasa Wedding Organizer yang cukup terkenal di Indonesia.
TATA BUTIQ & WO.Ind
Mereka begitu mengagumi setiap design yang ada. Mereka cukup lama berada disana, mereka malah asik sendiri memilih baju mereka masing-masing.
Ponsel mamih Rita bergetar.
My hubby is calling..
"Iya pih, kenapa ?"
"............"
"Masih di butiq."
"............"
"Iya ampun papih, maaf. Kita pulang sekarang." Mamih Rita langsung menutup telponnya dan mencari Gita yang sejak tadi terpisah karena keasyikan memilih baju.
"Git, udah beres ? Tanya mamih Rita
"Udah mih."
"Ayo cepetan pulang, papih udah nungguin."
"Iya mih.."
Sesampainya di rumah
"Cape mih.." Gita langsung merebahkan tubuhnya di sofa
"Sama git." Mamih Rita pun ikut-ikutan
"Yang abis shopping Ampe lupa waktu, seru iya." Ucap Papih Rian keluar dari kamar.
"Hehe..papih udah pulang." Mamih Rita tersenyum malu.
"Udah makan malam pih?"
"Belum, kan nungguin kalian."
"Hehehe, iya udah ayo pih kita makan, ayo Git." Ajak mamih Rita
********
Malam lamaran pun tiba.
"Mih, baju buat aku mana ?" Gita masuk ke kamar mamihnya.
"Bukannya kamu yang milihin baju iya?" Tanya mamih Rita bingung
"Gak, aku kira mamih yang pilih. Aku cuma beli buat aku aja. Jangan bilang kalau mamih juga gak milih baju buat acara sekarang.."
"Aaaaaaaaakkkkhhhh..." Mereka kompak berteriak sampai papih, Rega dan Regi buru-buru masuk ke dalam kamar..
"Ada apa ? Tanya mereka kompak..
"Kita gak beli baju buat acara sekarang." Jawab Gita
Papih, Rega dan Regi kompak menepuk jidat.
"Terus yang kalian beli kemarin baju apaan ?" Tanya Regi gemas.
Mamih dan Gita hanya cengengesan.
" Dasar perempuan, kalau udah shopping suka lupa segalanya." Ucap Papih Rian sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya udah pake baju yang ada aja. Masih banyak juga kan baju keluarga yang belum di pakai."
"Iya pih, Git ayo bantu mamih milih baju." Ajak mamih Rita..
Dan akhirnya mereka memakai baju yang ada tapi tetap kompak dengan seragam batik berlatar hitam dan bercorak emas.
Sesampainya di rumah keluarga Rena, mereka di sambut dengan hangat. Tidak ada tamu yang datang, karena mereka sepakat hanya keluarga kedua belah pihak saja yang hadir, berhubung acaranya dadakan dan keluarga besar mereka berada di luar kota.
Papih Rian selaku wali dari pihak pelamar yang memulai pembicaraan dan disambut oleh Ayah Rena selaku pihak yang dilamar.
Acara lamaran pun dilaksanakan dengan sederhana namun tetap mendapat momen yang berkesan.
Rega memasangkan cincin di jari manis Rena dan sebaliknya, selanjutnya mereka berfoto bersama dan dilanjutkan dengan acara makan malam.
Setelah acara selesai mereka mengobrol santai sambil menikmati hidangan penutup.
Mereka sepakat acara pernikahan akan dilaksanakan satu bulan lagi.
"Aku mau ngomong berdua sama kamu." Ucap Rega berbisik ke Rena.
Duh Bang Rega udah gak tahan aja mau ngobrol berdua sama Rena, sambil berbisik lagi. Kepoin yuu apa yang mereka obrolin di part berikutnya. Cekidot.