
"Mamih.. Papih.. Bang Rega.. Ka Regi.. cepet sini !!" Teriak Gita mengabsen.
"Sikap kamu gak berubah iya Git, tetep suka ngabsen kalau masuk rumah.." ucap Renata sambil tersenyum.
"Hehehe..." Gita cengengesan
"Apaan sih dek, teriak-teriak muluuuu.." Regi terpesona melihat perempuan berhijab yang ada di hadapannya.
"Ka tebak ini siapa ?" Tanya Gita.
"Ya ampun.. Anita ?" Tanya mamih Rita menghampiri dan memeluknya..
"Apa kabar ?"
"Alhamdulillah baik.. kamu gimana ?" Jawab Tante Anita.
"Alhamdulillah baik juga Nit. Kamu keliatan awet muda iya, tambah cantik aja pake hijab." Puji mamih Rita.
"Akh.. kamu bisa aja, makasih loh atas pujiannya.. kamu juga makin kesini makin cantik.." ucap Tante Anita.
"Hehe.. ini Renata iya ?" Tanya mamih Rita
"Iya Tante.." renata mencium tangan mamih Rita..
"Tante pangling loh liat kamu.. tambah cantik aja.."
"Makasih Tante.." Renata tersenyum malu.
"Gi, ngapain kamu bengong terus disana ?sini duduk, mana papih sama Abang kamu ?" Tanya mamih Rita.
"Ka Regi pasti terpesona sama Rena tuh mih.." ejek Gita
"Apaan sih Lo Git.." jawab Regi ketus.
"Hai Ren.. apa kabar ?" Tanya Regi canggung..
"Alhamdulillah baik, Gi. Kamu gimana kabarnya ?" Jawab Rena..
"Aku juga baik Ren. "
"Saking terpesonanya sama Rena, pertanyaan mamih ga di jawab." Sela mamih Rita
"A..apa mih ?" Jawab Regi tergagap..
"Dia suka sama ku tuh Ren.." goda Gita
"Apaan sih Lo Git.." jawab Regi malu.
"Pih, Ga.. sini.. masih inget gak sama mereka ? Tanya mamih Rita..
"Siapa mih ? Papih lupa."
"Ini Bu Anita, istrinya pa Arya, tetangga kita dulu yang pindah ke Surabaya." Jawab Mamih Rita.
"Owh iya papih inget sekarang. Kapan Dateng Bu ?" Tanya papih Rian.
"Tadi pagi Pak, kita kesini mau silaturahmi. Sekalian mau nganterin ini. Ada sedikit oleh-oleh dari Surabaya." Jawab Bu Anita
"Terimakasih Nit,. Ngomong-ngomong kalian pindah lagi kesini ?" Tanya mamih Rita
"Gak, Ta. Kita kesini karena yang sewa rumah kan udah pindah lagi ke luar negeri. Pindah tugas lagi katanya. Jadi kesini buat beres-beres. Sekalian nengokin Rena. Jawab Bu Anita
"Nengokin Rena ? Emang kamu tinggal dimana ?" Tanya Gita.
"Aku udah dua tahun terakhir ini tinggal di Jakarta, Git." Jawab Rena
"Kamu kuliah lagi tau kerja ?" Tanya Gita lagi
"Aku kerja Git, lagi buka usaha kecil-kecilan."
"Usaha apa Ren?"
"Aku buka jasa WO dan butiq Git."
"Wiihh hebat kamu Ren. Tuh bang Rega kalau mau nikah pake jasanya Rena aja.." ucap Gita
"Belum Ren. Masih nyari." Jawab Rega sambil tersenyum sopan..
Tanpa Rena sadari, Regi terus memandanginya. Tapi Rena hanya mencuri pandang ke arah Rega.
Perasaan kamu memang gak berubah dari dulu Ren. Batin Regi
"Nyonya, makan siang udah siap." Ucap Bi Sum
"Iya bi. Ayo Nit, Ren kita makan siang bareng. Bi Sum udah siapin tuh." Ajak mamih Rita
"Makasih Ta, kita makan siang di rumah aja. Kasian Mas Arya juga udah nunggu. Kami pamit iya. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi iya Ta." Ucap Bu Anita
"Iya Nit." Mamih mengantar mereka sampe depan pintu gerbang.
"Nanti malem aku boleh maen kesana ? ada yang mau di obrolin. Hhe."
"Dengan senang hati Ta. Pintu rumah ku terbuka 24 jam buat kamu dan keluarga. Hhe." Jawab Bu Anita.
"Iya..sampe ketemu nanti malam."
Setelah makan siang merekapun berkumpul lagi di ruang santai. Rega terus menempel pada mamihnya, tiduran di pangkuan mamihnya sambil memainkan handphone.
"Bang.. gue jijik deh liat Lo kaya gitu ke mamih." Ucap Regi
"Sirik aja Lo.. " balas Rega.
Handphone Rega berdering..
Zey is calling..
"Yes.. bro ? " Jawab Rega
"............"
"Oke.. Gue otw.."
End calling
"Mih.. aku pergi dulu iya. Bye.."
"Iya hati-hati. Di antar supir kan ?"
"Iya mih.."
Tak lama setelah Rega pergi, Gita dan Regi pun ikutan pamit pergi ketemu teman-temannya.
"Pih, nanti malem kita ke rumah Anita iya.." ucap mamih Rita mengedipkan matanya.
"Iya sayang". Papih Rian pun ikut mengedip-ngedipkan matanya sehingga membuatnya lucu.
Ketika malam datang, di kediaman Bu Anita
Ting.. Tong..
"Eehh Rita, pak Rian.. mari masuk !! Kita udah nunggu dari tadi loh.." sambut Bu Anita.
"Pak Arya gimana kabarnya ?" Tanya papih Rian sambil berjabat tangan.
"Alhamdulillah baik, pak Rian.. mari silahkan duduk.." jawab Pak Arya
"Iya terimakasih."
"Duuhh.. yang bisnisnya maju pesat keliatan awet muda iya.." ucap Pak Arya
"Pak Arya nih bisa aja.. Ini berkat anak saya Rega, si sulung. Saya mah cuma duduk manis aja dirumah." Ucap Papih Rian merendah.
"Hahahahaha.." mereka semua tertawa.
"Ngomong-ngomong Rena kemana Nit ?" Tanya Mamih Rita
"Biasa anak muda, malam mingguan. Hhe.." jawab Bu Anita.
"Jadi Rena udah ada yang gandeng." Ucap mamih Rita kecewa.