Miracle of Love

Miracle of Love
Hari Pernikahan



Setelah satu bulan sibuk menyiapkan pernikahannya, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Rena pun tiba. Senyum bahagia tidak pernah hilang dari wajah cantiknya.


Rena sangat bahagia bisa menyiapkan pernikahannya sendiri, sesuai dengan konsep yang sudah di impikannya. Walaupun ada sedikit drama-drama yang jadi bumbu penyedap persiapan pernikahannya.


Dimulai dari Rega yang tidak mau melakukan foto prewedding tapi setelah sang "Drama Queen" alias mamih Rita bertindak, akhirnya Rega mau. Meskipun dilakukan dengan terpaksa tapi hasilnya memuaskan, dengan konsep foto studio sederhana mampu melukiskan keromantisan dan kebahagiaan mereka.


Karena kesibukan yang dibuat-buat sendiri oleh Rega, Rena terpaksa melakukan fitting baju pengantin untuk Rega dikantornya. Rena sendiri yang melakukan pengukurannya. Rena mendatangi kantor Rega di jam makan siang. Memang disetiap kejadian pasti ada hikmahnya, dan ini menjadi makan siang pertama yang mereka lakukan berdua meskipun hanya di ruangan kantor Rega.


Sampai Rega juga menolak untuk melakukan perawatan khusus pengantin dan dengan tipu muslihat mamih Rita sang penakluk, akhirnya sang singa pun jinak.


Acara pernikahan mereka di adakan disebuah ballroom hotel bintang lima di pusat kota Jakarta.


Kini Rena sedang berada di kamar pengantinnya menatap cermin, meyakinkan dirinya.


Semoga jalan yang aku ambil ini mendapat ridho dari-Mu, Yaa Rabb. Amin. Batinnya.


"Rena ?" Ibu Anita memasuki kamar.


"Iya Bu." Jawab Rena.


Ibu Anita diam terpana melihat penampilan putri bungsunya,.


"Kamu cantik banget sayang".. ucap Bu Anita.


Rena mendekati ibunya dan memeluknya. Ia berucap dalam pelukannya.


"Doa'in dan bantu Rena iya Bu, supaya bisa menjadi istri yang Sholehah buat suami Rena nantinya dan semoga pernikahan ini bisa langgeng sampe maut memisahkan."


"Pasti sayang." Ucap Bu Anita terisak.


Rena melepaskan pelukannya dan menghapus air mata ibunya.


"Jangan menangis Bu, Rena jadi ikutan sedih nih." Rena mulai berkaca-kaca.


"Ibu bahagia sayang, ternyata putri kecil ibu sudah dewasa dan sebentar lagi menjadi seorang istri.


Rena mencium punggung tangan ibunya lama dan memeluknya kembali.


Mereka turun ke ballroom, tempat acara berlangsung. Rena menunggu di ruang ganti yang ada d ballroom tersebut sampai Rega selesai mengucapkan ikrar sucinya.


Dari ruangan tersebut, Rena bisa mendengar dengan lantang suara Rega ketika mengucapkan Ijab Kabul.


SAH..


Sekarang Rena sudah menjadi istri Rega. Rena keluar ruangan menuju tempat dimana Rega berada dengan diiringi lagu "A thousand year" nya Cristina Perri.


Rega terpana melihat penampilan Rena yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Rena begitu anggun menggunakan dress putih dengan ekor yang panjang menyapu jalan. Tidak lupa mahkota tersemat dikepalanya yang tertutup hijab. Aura kecantikannya semakin keluar, Rena benar-benar menjadi Ratu sehari.


Rega masih saja terpesona, tanpa sadar ia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Rena. Uluran tangannya pun di balas dan Rega merasakan betapa lembutnya tangan Rena.


"Cantik". Gumamnya.


Sampai akhirnya Rega terkejut dan sadar dengan lampu yang kembali menyala.


Kenapa jantung gue berdebar kencang sekali. Batin Rega


Rega memasangkan kalung dileher Rena dan mencium keningnya lama. Ada gelenyar aneh yang mengalir di tubuhnya.


"Ka.." panggil Rena berbisik menyadarkannya.


"Udah woy, nanti dilanjut di kamar." Teriak Zey, sahabatnya.


Semua tamu undangan tertawa dan bersorak melihat tingkah Rega. Rega malu sampai gelagapan.


Kini giliran Rena yang mencium tangan Rega sebagai tanda baktinya kepada suami.


Mereka melanjutkan acaranya dengan meriah dan suka cita.


"Miihh.. ternyata TATA BUTIQ & WO.Ind itu punya Rena. Kenapa kita baru tau sekarang iya.." ucap Gita berbisik


"Iya.."


Akhirnya sampai disini perjuangan gue buat dapetin Lo, Ren. My first love. Batin seseorang.


"Gue bakal berusaha ikhlasin Lo buat dia, asalkan Lo bahagia, gue akan ikut bahagia." Gumam laki-laki itu berusaha tegar walau perasaannya hancur, melihat cinta pertama yang tak terbalaskannya menikah dengan laki-laki lain.


Malam semakin larut, tamu undangan satu per satu mulai meninggalkan tempat acara.


Orang tua kedua mempelai pun sudah meninggalkan tempat acara, yang tersisa hanya teman-teman Rega saja.


Rena mendekati Rega yang sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya.


"Ka, aku duluan ke kamar iya."


"Hhmm.." jawab Rega singkat


Rena pergi ke kamarnya di temani Gita.