
tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepatnya, kini ujian nasional pun tengah berjalan dengan lancarnya. Terlihat semua siswa benar-benar sangat serius mengerjakan untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. bel berbunyi pertanda ujian sudah selesai. semuanya keluar ruangan dengan menghela nafasnya dengan lega, kini mereka hanya tinggal menunggu nilai kelulusan mereka saja.
Saat Regantara tengah berjalan di koridor, tiba-tiba saja seorang siswa langsung memeluknya membuat Regantara bingung tapi ia tidak membalas sama sekali.
"Ada masalah apa Lo sama gue?" tanya Regantara.
"Lo sadar nggak sih kalau Lo udah bikin malu sekolah?" kata Iqbal yang terlihat marah pada Regantara.
"Ikut gue!!" kata Iqbal dengan menarik paksa Regantara agar mengikutinya.
Di lihatnya, Alea juga sudah ada di sana dan sepertinya gadis itu mendapatkan perlakuan yang sama juga seperti Regantara barusan. Papan Mading yang kini penuh dengan foto Alea dan Regantara yang tengah berjalan menggendong bayi di rumah sakit menjadi tontonan semua siswa.
"Kalian berdua masih nggak mau ngaku kalau sebenarnya kalian punya anak di luar nikah hah!!" bentak Iqbal.
Regantara menatap semua siswa dengan tatapan datarnya kemudian tatapannya langsung tertuju pada Pricilla sehingga membuat gadis itu ketakutan pasalnya ia pernah mengancam akan menyebarkan foto yang dia dapat pada semua siswa, tok nyatanya ia tidak berniat melakukannya sama sekali.
"Bukan gue Rey, gue berani sumpah sama Lo." kata Pricilla yang membuat semuanya menoleh padanya.
"Jadi Lo udah tau selama ini? Dan Lo cuman diem aja gitu??" tanya Iqbal.
"Jelasin dong!!! malah diem aja!!" seru salah seorang siswa dengan mendorong Alea.
Alea masih diam karena menunggu keputusan Regantara dulu. Sebenarnya ia juga sudah terlalu malas seperti itu terus karena ia dan Regantara terus-menerus mendapatkan hal seperti yang di alami sekarang.
"Lo punya bukti kalau gue punya anak di luar nikah sama Alea?" tanya Regantara.
"Lo buta apa katarak sih?? jelas noh di depan Lo." kata Iqbal.
"Apaan sih dorong-dorong gue!!" seru Alea dengan kesalnya yang membuat Regantara langsung memeluk pinggangnya
"Gue tegasin sama kalian, kalau gue nggak pernah punya anak di luar nikah sama Alea." kata dengan menekankan kata-katanya membuat Alea mendongak
"Gue juga tegasin sama kalian lagi, gue nggak pernah punya anak di luar nikah sama Regantara. Emang salah kalau gue sama pacar gue nganterin ponakan gue ke rumah sakit?" kata Alea yang membuat Regantara menatapnya
"Alahhh nggak usah ngeles lagi deh Lo." kata Firman .
"Kalau Lo nggak percaya, Lo bisa ke rumah gue sekarang. ayo. Lo tanya, anak yang gue gendong di rumah sakit sama Regantara itu anak gue atau anak orang lain." kata Alea dengan wajah seriusnya.
"Ayo tunggu apalagi ikut gue ke rumah gue!! Tapi inget kalau tuduhan yang kalian lakukan ini nggak terbukti, gue bakal bawa ke jalur hukum, dan bukan cuman Lo, Lo , atau Lo doang yang bakal di hukum, tapi semuanya bakal kena sanksinya." kata Alea yang membuat semuanya tiba-tiba saja langsung terdiam seperti ketakutan.
"Gua mau tanya sama kalian semua, sebenarnya yang buat kata gini siapa sih? ada masalah apa Lo sama gue?" tanya Alea dengan marahnya yang membuat Regantara cukup terkejut.
"Al, tenang " kata Regantara.
"Nggak bisa Rey, lama-lama kalau di diemin, mereka ngelunjak. selama ini gue udah diem ya, kalian nuduh gue hamil dan sekarang gue punya anak di luar nikah? Otak Lo pada masih waras nggak sih sebenarnya." kata Alea.
"sekarang aja ikut gue ke rumah." kata Alea dengan berlalu pergi yang di susul Regantara.
"Gue nggak ikutan." kata Febby dengan mengangkat tangannya begitupun yang lainnya sehingga hanya tersisa tiga siswa yang masih bingung antara ingin membuktikan atau tidak
"Gimana kalau yang di bilang Alea bener? Gue nggak mau masuk penjara Fir." kata Intan
"Udah sih ke sana aja dulu." ujar Iqbal
"Kamu beneran marah tadi?" tanya Regantara pada Alea saat sudah di dalam mobil
"Ya beneran lah tapi bagus nggak akting aku?" tanya Alea dengan tersenyum.
"Lumayan. Yah walaupun ini tetep kebohongan tapi setidaknya sekolah itu tidak akan di pertaruhkan dan bisa jadi nanti akan banyak siswa lain yang niru." kata Regantara.
"Ya sebenarnya aku juga masih bingung kenapa orang tua kita buru-buru banget buat nikahin kita, padahal kan setelah lulus juga bisa." ujar Alea.
"Jadi kamu nyesel nikah sama aku?" tanya Regantara.
"Kalau nyesel kenapa sampai lahir anak satu heh??" kata Alea yang membuat Regantara tersenyum kecil.
"Ya kali aja nyesel." ujar Regantara.
"Kalau di pikir-pikir, kenapa selama ini kamu nggak ada minta maaf sama sekali sama Rey." kata Alea yang membuat Regantara bingung.
"Aku kenapa emang?" tanya Regantara bingung.
"Kenapa? kamu masih nanya kenapa? Kamu lupa setiap hari ngehukum aku?" jawab Alea
"Kan itu salah kamu sendiri telat." kata Regantara dengan tersenyum kecil.
"Kamu ngebentak aku, nyuekin aku, selingkuh, nggak mau tanggungjawab pas tau aku hamil." kata Alea yang membuat Regantara terkejut.
"Aku nggak pernah selingkuh ya." kata Regantara
"Ya terus namanya apa kalau udah punya istri tapi masih pacaran sama cewe lain huh." kata Alea.
"Mulai deh..." kata Regantara dengan menghela nafasnya saja.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di rumah dan di susul ketiga siswa tadi. Melihat rumah yang cukup besar itu membuat ketiganya hanya saling tatap saja dan kemudian masuk mengikuti Alea dan Regantara.
"Udah pulang Al." kata Laurent yang kebetulan saat itu tengah menggendong baby Mey yang sudah tampak lebih berisi dari sebelumnya.
"Ontiiii....." kata Shine yang datang berlari menghampiri Alea.
"Aduh aduhh ci gemoyyyy...." ucap Alea dengan gemasnya.
"Oh ngajak temen juga. Duduk dulu sini." kata Laurent pada ketiga siswa itu.
"Tumben ngajak temen Al." tanya Laurent.
"Ya katanya mereka percaya kalau anak kakak itu anak aku sama Regantara." jawab Alea yang membuat ketiganya merasa canggung.
"oooo... mereka berdua emang udah tunangan kok dan lulus nanti mereka bakalan nikah, tapi bukan berarti punya anak duluan. Ini anak saya, adiknya Shine, ya kan sayang." kata Laurent.
"Betul.'' timpal Shine.
Ketiganya di buat tak bisa berkata-kata lagi karena sudah terlanjur malu. Mereka hanya bisa meminta maaf saja dan memohon pada Alea agar tidak membawa masalah itu ke jalur hukum.
Untung saja kakaknya tidak jadi balik ke California hari itu, jadi Alea bisa membuat alasan yang masuk akal agar membuat teman-temannya