
Tak terasa seminggu berlalu dengan begitu cepatnya, dan kini bayi mungil yang tadinya terus berada di inkubator, hari ini dia sudah boleh di bawa pulang karena perkembangannya sangat baik bagi bayi yang baru seusianya.
Sepulang sekolah, dengan terburu-buru karena sudah tidak sabar untuk menggendong buah hatinya, ia berganti baju dengan kilat. Regantara menunggu di bawah sambil bermain hp. Tak lama keluar Alea turun dengan sedikit berlari. Tatapan Regantara pun tertuju pada kancing baju dan sendal yang di pakai Alea.
"ayo Rey, ngapain malah duduk sih. Telat loh nanti." Kata Alea yang terlihat sudah tidak sabar.
"iya tahu. Tapi itu bajumu sama sendalmu, yakin mau kaya gitu? Nggak mau di ganti dulu?' tanya Regantara membuat Alea langsung menunduk dan tersenyum canggung.
"nggak usah buru-buru sayang. Udah sana ganti dulu." Kata Regantara dengan menggelengkan kepalanya saja
Mereka menuju ke rumah sakit hanya berdua saja, orang tua mereka akan menyusul dan mereka akan bertemu di rumah sakit. Sesekali Regantara menoleh ke arah Alea yang tampak sangat cerah dan terlihat selalu tersenyum.
"keknya seneng banget." Kata Regantara.
"emang kamu nggak seneng?" Tanya Alea
"biasa aja." Jawabnya yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Alea.
"Bercanda sayang. Mana mungkin nggak seneng lah. Masa anakku boleh pulang aku nggak seneng." Kata Regantara.
Alea hanya menatapnya saja sekilas kemudian memegang lengan Regantara dan meletakkannya kepalanya di bahu pria itu.
"Aku belum pernah ngerasain bahagia kaya sekarang. Makasih Rey udah hadir di hidup aku." Kata Alea.
"Cieee ada apa nih, tiba-tiba ngomong gini?" Kata Regantara yang sengaja ingin menggoda istrinya.
"Gue nggak mau kehilangan Lo. Pokoknya Lo harus janji sama gue kalau Lo nggak bakal ninggalin gue dalam kondisi dan keadaan apapun." Kata Alea.
"iya sayang. Kamu percaya kan sama aku." Kata Regantara.
"ngga tau deh. Gue takut Lo ganjen ke cewe lain." Kata Alea.
"Kayaknya Lo emang harus gue kasih pelajaran ya." Kata Regantara dengan menepikan mobilnya dan langsung menarik tengkuk Alea kemudian menciumnya secara brutal membuat Alea kesulitan bernafas.
"Rey...." Ucap Alea dengan mendorong Regantara.
"Aku, Kamu!!!!" Kata Regantara.
"Iya iya kan lupa. Namanya juga manusia." Ucap Alea dengan kesalnya.
"Biasain lah Al, anak kecil itu pendengarannya tajam apalagi ingatannya. Aku nggak mau kalau dia denger kata-kata yang bulan semestinya dari kita." Kata Regantara.
"iya iya maaf." Ucap Alea
 Sesampainya di rumah sakit, ternyata para orang tua sudah sampai lebih dulu. Setelah berbincang dengan dokter yang menangani bayi mungil itu, kini mereka tengah menuju ke ruang inkubator. Alea masuk bersama dokter untuk membawa pulang sang buat hatinya.
"hati-hati ya Bu." Kata dokter dengan menyerahkan baby Mey pada Alea.
Pertama kalinya ia menggendong dan melihat bagaimana wajah bayi mungil itu. Ia benar-benar tak kuasa menahan air matanya.
"Assalamualaikum sayangnya mama, mulai sekarang kamu akan sama mama papa terus. maafin mama karena nggak bisa jaga kamu dengan bener. Tapi mama tetep bersyukur kamu udah hadir di hidup mama." Ucap Alea dengan mencium baby Mey.
Tubuh baby Mey benar-benar masih sangat mungil, mungkin jika di deskripsikan, tubuh baby Mey seperti botol Coca cola ukuran besar. Kulitnya masih kemerahan dan benar-benar masih terlihat begitu rentan.
Begitu Alea keluar, ia langsung di sambut orangtuanya dan Regantara yang tak sabar untuk menggendong baby Mey, tapi melihat bagaimana kondisi baby Mey, Regantara pun mengurungkan niatnya untuk menggendong, karena jujur saja ia sangat takut jika ingin menggendongnya.
"Cantik banget yaampun..." Ucap Sussy dengan gemasnya.
"Kata dokter pertumbuhannya cepat banget ma." Kata Alea.
"Mami nggak percaya sama aku, kalau aku bisa ngerawat dia sendiri?" Kata Alea.
"Bukan gitu, maksud mami, biar ada yang jagain kalau kamu pas sekolah." Timpal Jeremy.
"kan ada si mbak di rumah." Kata Alea.
"Aku setuju sama mama sayang. Melihat anak kita yang masih kaya gini, nggak sembarangan orang bisa ngerawat dia. Aku nggak mau kalau dia kenapa-kenapa saat sama orang yang nggak ahli dalam hal ini." Kata Regantara.
"Suami kamu bener Al." Kata Sussy.
"Yaudah lah, ini demi kebaikannya juga." Ujar Alea setelah mempertimbangkan keputusannya.
Sepanjang perjalanan pulang, baby Mey terlihat anteng dengan tidur nyenyak. Alea terus tersenyum memperhatikan bayi mungil itu, kadang kala sesekali ia menoleh ke arah Regantara karena masih belum bisa menerima jika anaknya itu benar-benar sangat mirip dengan Regantara.
"Ck nggak adil banget sumpah." kata membuat Regantara menoleh.
" kenapa sih? Dari tadi aku perhatiin aneh banget?" tanya Regantara
"mas nggak ada mirip-miripnya sama aku Rey. Padahal aku yang ngandung." kata Alea dengan kesalnya.
"Itu berarti kamu belum beruntung. Nanti kita coba lagi." kata Regantara dengan terkekeh
"Hehhh belum kering yaa nggak usah macem-macem kamu." kata Alea dengan suara yang agak keras sehingga membuat baby Mey terkejut dan bangun.
"Kannnn, suara kamu ngagetin dia nih." kata Regantara.
"Aduhhh sayangnya mama jadi bangun nih, maaf ya. Tuh bapak lu nyebelin banget." kata Alea membuat baby Mey hanya menatapnya saja dengan lucu
"Kok aku sih??" protes Regantara dengan tidak terima
"Sstttt udah ah diem, biarin tidur dulu." kata Alea.
"Yang teriak siapa, yang kena marah siapa. Emang kadang agak Laen emak kamu Mey." kata Regantara dengan mengelus lembut pipi anaknya
"Fokus nyetir aja huh." kata Alea dengan menyingkirkan tangan Regantara.
"Dia juga anakku heh, masa nggak boleh pegang." kata Regantara
"Iya nanti di rumah, kamu fokus nyetir aja dulu." ujar Alea dengan menatap Regantara malas
Sesampainya di rumah, Citra langsung mengambil baby Mey dari gendongan Alea. ia menggendong sampai ke kamar dan membaringkannya dengan hati-hati.
"Mami tidur di sini." kata Alea yang membuat Citra menoleh.
"Daddy mu ada pekerjaan di luar kota Al, Mami harus ikut." kata Citra.
"Udah mi, aku sendiri aja, kasihan Alea nanti kewalahan." kata Jeremy.
"Beneran nggak papa dad?" tanya Citra yang di angguki oleh suaminya.
"Yaudah mami tidur di sini, bagian cucu mami...." kata Citra
"Oh ya Al, kakak kamu lusa ke sini, Daddy udah bilangin dia tapi katanya nggak bisa Dateng mendadak karena pekerjaan suaminya, jadi Lusa dia baru kesini." kata Jeremy.
"Ya dad." ujar Alea dengan tersenyum mengangguk