Married With My Ketos

Married With My Ketos
MARAH



"Rey..." panggil Alea ketika mereka tengah berada di kamar.


"Hmm kenapa?" tanya Regantara tanpa menoleh.


"Kalau udah lulus, gue mau lanjut kuliah." kata Alea yang membuat Regantara menoleh.


"Terus gimana sama anak-anak?" tanya Regantara.


"Rencananya gue mau cari baby sister kalau udah mau fokus ke kuliah." kata Alea.


"Lo punya cita-cita apa?" tanya Regantara.


Alea beranjak dan memberikan sebuah buku pada Regantara sehingga membuat pria itu langsung membuka dan melihat isinya.


"Ini Lo yang gambar?" tanya Regantara.


"Ya menurut Lo siapa? anak Lo yang gambar?" kata Alea dengan berdecak kesal.


"Ya nggak gitu maksudnya. Sejak kapan Lo bisa gambar?" tanya Regantara.


"Heh sebelum perjodohan itu kita itu nggak deket ya." kata Alea .


"Iya juga sih. Lo mau jadi desainer?" tanya Regantara yang di angguki Alea.


"Gue harap Lo jangan nyuruh gue buat tetep di rumah, cita-cita gue sangat penting bagi gue dan gue harus bisa mewujudkan itu semua." kata Alea dengan Regantara.


"Yaudah, gue dukung Lo selagi Lo nggak lupa tugas Lo sebagai istri dan ibu." ujar Regantara.


"Serius boleh?!!!" seru Alea dengan girangnya.


"Iya boleh. Seneng kan Lo punya suami yang pengertian kaya gue." kata Regantara.


"Biasa aja tuh. Tapi beneran boleh?" tanya Alea lagi untuk memastikannya.


"Iya gue serius. Tapi gue minta sama Lo, Lo harus bisa bagi waktu buat anak kita nanti. gue nggak mau kalau sampai dia kekurangan kasih sayang orang tuanya." kata Regantara.


"Iya gue tau. Lo sendiri gimana, mau lanjut kuliah?" tanya Alea.


"Gue nggak perlu kuliah lagi. Gue mau fokus sama perusahaan biar makin besar." kata Regantara.


"Makasih." ucap Alea dengan memeluk Regantara.


"Hmm iya iya....kalau butuh apa-apa Lo bilang sama gue. Lo mau kuliah di kampus mana ?" tanya Regantara dengan mengelus tangan Alea


"Belum tau, nanti gue sambil nyari dulu." jawab Alea.


"Yaudah tidur dulu sana, ntar gue nyusul." kata Regantara.


"Oke deh. Lo mau gue bikinin kopi?" tanya Alea yang membuat Regantara menatapnya dan menggelengkan kepalanya saja.


"Udah sana tidur." kata Regantara


Bukannya tidur justru Alea sibuk menggambar lagi. Regantara masih sibuk dengan pekerjaannya hingga pukul 11 malam ia pun meregangkan otot-ototnya dan menyudahi pekerjaannya. Saat berbalik badan, ia melihat Alea yang ternyata masih terjaga.


"Kok belum tidur?" tanya Regantara dengan bergabung di samping Alea dan melihat apa yang sedang di lakukan gadis itu.


"Bagus nggak?" tanya Alea dengan menunjukkan gambarnya.


"Hmm bagus. udah ayo tidur, besok sekolah ntar Lo bangunnya kesiangan lagi." kata Regantara.


"Iya iya bentar lagi selesai kok, lo tidur aja duluan." kata Alea dengan fokus lagi pada gambarnya.


"Sayang." ucap Regantara tapi tidak di hiraukan Alea.


"Sayang...." panggilannya sekali lagi.


"Alea..." panggil Regantara dengan kesalnya.


"Iya kenapa? ini gue udah selesai." kata Alea dengan meletakkan bukunya dan langsung memeluk Regantara.


"Lo itu aneh, di saat banyak cewe yang seneng di panggil sayang, tapi Lo malah nggak suka " kata Regantara.


"Masalahnya, kita nggak sedeket itu dulu." ucap Alea dengan mendongak menatap Regantara.


"Kan beda sama sekarang." kata Regantara.


"Bedanya apa?" tanya Alea dengan tersenyum kecil.


"ya pokoknya beda. " jawab Regantara.


"Kalau dulu Lo nggak suka sama gue dan sekarang Lo suka sama gue, Lo sayang dan Lo cinta mati sama gue, gitu maksudnya." kata Alea dengan terkekeh.


"Enggak." kata Regantara


"Oh gitu ya, yaudah sana Lo tidur di kamar Lo sendiri ngapain tidur sama gue." kata Alea dengan mendorong Regantara tapi justru pria itu makin memeluknya


"Ssstttt udah tidur. Gue sayang sama Lo." ucap Regantara dengan mengecup kening Alea lembut.


"Gue berhenti di sini aja. gue nggak mau kalau mereka makin curiga sama kita." kata Alea yang membuat Regantara mengangguk


"Yaudah gue duluan. Sini dulu." kata Regantara yang membuat Alea mendekat dengan bingung .


"Morning kiss..." kata Regantara dengan tersenyum setelah mencium istrinya membuat Alea bersemu merah.


"Dih, muka Lo merah." kata Regantara dengan terkekeh.


"Apaan sih.." kata Alea dengan berdecak kesal.


"Hati-hati jalanya." kata Regantara yang di angguki Alea.


Alea Shiena



Ya akhir-akhir ini memang gadis itu jarang sekali telat, karena apa? Tentu saja karena ada Regantara. Regantara adalah tipe orang yang disiplin dan tepat waktu karena itu Alea harus bisa seperti itu juga jika tidak ingin di tinggal berangkat lebih dulu. satu hal lagi, Regantara juga memiliki sifat seperti emak-emak pada umumnya yaitu suka sekali mengomel tapi Alea pun juga memiliki sifat yang sama, jadi tak heran jika mereka berjodoh.


"Lil...." teriak Alea dengan memanggil sahabatnya kemudian berlari kecil


"Hay Al." ucap Lila dengan lemasnya.


"Udah nggak usah di pikirin." kata Alea


"Gimana gue nggak kepikiran. Gue kaya mau stres tau." kata Lila dengan menghela nafasnya.


"Gue tau perasaan Lo gimana sekarang, Lo ikhlasin aja semua, pasti nanti ada jalan kok. terus gimana sama Kevin?" tanya Alea.


"Ya tadi malam dia dateng ke rumah gue." jawab Lila.


"Terus bokap Lo?" tanya Alea penasaran.


"Orang tua gue udah tau kalau gue hamil anak dia. Papa syok dan mama hampir pingsan pas denger gue hamil. yah walaupun pada akhirnya mereka semua paham sama apa yang terjadi di antara gue dan Kevin, tapi tetep aja gue tau kalau mereka kecewa sama gue." jawab Lila


"Gue mah suka sama si Kevin langsung sat set, dari pada noh si Regantara, kesal banget gue kalau inget. pas udah tau gue bunting nih, Lo tau nggak dia malah ngomong "gue belum siap jadi ayah" kesel nggak tuh gue." kata Alea dengan bingungnya ketika melihat Lila yang bersikap aneh


"Ohhh jadi gini ya sekarang Lo udah berani ngomongin gue di belakang." sebuah suara lembut Alea terkejut dan berbalik kemudian tersenyum canggung.


"Ehhh Yaallah sayang, aku bercanda loh. Ya kan Lil." kata Alea dengan memberikan isyarat pada Lila.


"I iya..."


"Nggak. Lepasin gue, ngeselin Lo." kata Regantara dengan melepaskan tangan Alea kemudian pergi begitu saja yang membuat Alea langsung mengejarnya.


"Ketemu di kelas Lil." teriak Lila.


"Rey.... tungguin, gue cuma bercanda." kata Alea.


"Bercanda Lo nggak lucu Al. Apa selama ini Lo juga cerita kaya gitu ke orang lain." kata Regantara.


"Lo marah beneran sama gue? Mana mungkin gue cerita ke orang lain sih, Lo kan tau sendiri ." kata Alea.


"Lo nganggep gue apa sih sebenarnya?" tanya Regantara yang membuat Alea bingung karena Regantara ternyata benar-benar marah padanya.


"Gue cuman bercanda Rey, iya deh gue minta maaf." kata Alea.


"Udahlah nggak usah bicara sama gue." kata Regantara dengan menepis kasar tangan Alea.


"Rey!!! Dengerin dulu!!!" kata Alea .


"Apalagi?? dengan itu, gue udah cukup tau Al, oke deh sekarang gini, waktu itu emang gue nggak berfikir lebih dalam lagi tapi Lo juga nggak seharusnya gini lah sama gue apalagi Lo bicara sama orang lain, gue juga punya perasaan kali Al." kata Regantara.


"Gue minta maaf." ucap Alea


"Udahlah." kata Regantara dengan melepaskan tangan Alea dan berlalu pergi begitu saja.


"Rey!!! Tunggu dulu!!!" teriak Alea lagi tapi tidak di hiraukan oleh Regantara.


"Cukup deh Al, Lo ganggu gue." kata Regantara dengan nada membentak yang membuat Alea terkejut.


"Rey, Lo kok gini sih???" ucap Alea dengan mata berkaca-kaca.


"Gue?? Lo Al, Lo tuh egois tau nggak." kata Regantara


"Iya gue tau gue salah, gue minta maaf sama Lo. Tapi Lo nggak harus ngebentak gue Rey." kata Alea dengan menghapus air matanya.


"Udahlah." kata Regantara dengan berlalu pergi tapi lagi-lagi Alea menahan pria itu untuk pergi.


"Lepasin gue. Nggak usah bicara sama gue." kata Regantara


"Oke." kata Alea dengan melepaskan tangan pada Regantara dan pergi.