
Saat ini Alea tengah terbaring di rumah sakit karena pingsan. Regantara juga terlihat begitu khawatir melihat kondisi istrinya, apalagi belum ada kabar apapun dari dokter yang menanganinya. Lukanya sudah di obati dan di balut dengan perban. Regantara tidak berani langsung memberitahu keluarga mereka apalagi kejadian itu tengah malam.
"Dok bagaimana keadaan istri saya? Bagaimana dengan bayinya?" tanya Regantara dengan khawatirnya ketika melihat dokter masuk.
"Sejauh ini masih tidak ada masalah pak, semuanya baik-baik saja selagi tidak ada pendarahan pada istri bapak. Kita akan memantau perkembangan lebih lanjut lagi." kata dokter yang membuat Regantara bernafas lega.
Saat membuka matanya dan melihat Regantara yang sudah berada di sampingnya membuat ia langsung bangun dan memeluknya dengan erat. perasaan takut, khawatir menjadi satu, apalagi kejadian itu tepat di depan matanya.
"Gue kan udah bilang nggak usah keluar, ngapain pake keluar segala coba. Udah tau itu bahaya!!" kata Alea dengan kesalnya tapi juga khawatir melihat kondisi Regantara yang seperti sekarang.
"Gue nggak papa kok, cuman luka dikit doang. apa yang Lo rasain sekarang? gimana perut Lo?" tanya Regantara.
"Gue baik-baik aja. ada luka lagi nggak?" tanya Alea .
"Nggak ada. Gue cuman takut kalau orang itu masuk ke rumah dan nyelakain Lo, makannya gue keluar." kata Regantara dengan mengelus lembut kepala gadis itu
Pukul 5 pagi akhirnya ia pun menghubungi keluarganya dan menceritakan semua yang sudah terjadi di rumahnya malam tadi, sehingga membuat orangtuanya langsung menuju ke rumah sakit begitupun juga dengan orang tua Alea.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan terbuka dan menampakkan Erlangga dan istrinya yang terlihat begitu khawatir setelah Regantara menceritakan semuanya, dan sesaat kemudian di susul oleh Jeremy dan istrinya yang juga datang
"Baru kemarin mami bilang loh Al, setidaknya di rumah kamu harus ada orang lain, cari tukang kebun atau mbak biar kalian nggak kaya gini lagi." kata Citra.
"Kejadiannya tuh gimana sih kok bisa sampai kaya gini Rey?" tanya Jeremy dengan penasarannya.
Regantara pun menjelaskan semuanya secara detail tanpa terlewat sedikitpun. Tentu saja Jeremy di buat geram .
"Terus pelakunya gimana sekarang?" tanya Erlangga.
"Udah di serahin ke kantor polisi pa." jawab Regantara.
"Gimana sama kamu sayang? Kandungan kamu gimana?" tanya Sussy dengan khawatirnya.
"Baik-baik aja ma." jawab Alea.
"Selagi nggak ada pendarahan kata dokter ngga papa ma. nanti siang udah di bolehin pulang" kata Regantara menimpali
"Syukurlah kalau gitu." ucap Sussy.
"Pokoknya mami nggak mau tahu nanti mami Carikan 2 orang buat jaga rumah." kata Citra.
"Daddy setuju sama mami, nggak usah mikirin uang, biar Daddy yang urus semuanya, yang penting kejadian ini nggak terulang lagi." kata Jeremy
"Atau nggak cari rumah baru aja lah mas, yang ada pagar besinya biar aman. Mami khawatir jadinya kalau udah kaya gini." kata Citra.
"Itu juga lebih baik. gimana Rey, kamu setuju nggak?" tanya Jeremy.
"Aku setuju saran Lo Je. Kalau ada pagar besi rumah bakalan jauh lebih aman. nanti aku juga akan ngasih pelajaran ke satpam yang jaga." kata Erlangga.
"Buka pintu atau enggak itu sama aja Rey, namanya juga maling, pasti bawa senjata tajam." timpal Sussy.
"Aku terserah Alea aja mau gimana." kata Regantara
"Aku udah nyaman di rumah itu dad." kata Alea.
"Tapi Daddy takut kalau ada kejadian kaya gini lagi." kata Jeremy.
"Nggak akan lagi kok dad. Ini juga karena dia tuh, aku udah bilangin nggak usah keluar tapi tetep ngeyel." kata Alea.
"Tapi mami tetep mau nyari orang buat jaga rumah kamu." kata Citra.
"Iya deh." ujar Alea.
Disisi lain Lila yang tak melihat Alea sedikit pun merasa khawatir apalagi ketika tidak ada kabar sama sekali bahkan nomornya saja tidak aktif.
"Kenapa?" tanya Kevin.
"seharian ini Alea nggak ada kabar sama sekali." jawab Lila.
"Regantara juga nggak masuk. Mungkin mereka ada urusan." kata Kevin.
"serius? pulang nanti kamu ada urusan nggak?" tanya lila.
"Nggak tau, kayaknya sih nggak ada? mau ke rumah mereka?" tanya Kevin yang di angguki Lila.
"Yaudah nanti aku anter." kata Kevin.
Hubungan mereka sekarang juga jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Lila berusaha untuk tetap menerima kondisinya saat ini karena bagaimanapun juga itu tetap salahnya.
"Vin." panggil Lila
"Hmmm apa?" tanya Kevin dengan menoleh.
"Mau apa?" tanya Kevin yang langsung peka ketika melihat Lila menelan ludahnya.
"Pisang, tapi nanti aja sekalian pulang, ya." kata Lila dengan tersenyum senang.
"oke lah." ujar Kevin.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, sebelum ke rumah Alea, mereka mampir ke toko buah untuk membeli pisang yang di minta Lila, setelah itu mereka pun langsung bergegas menuju rumah Alea.
"Kok mobil om Jeremy ada disini?" gumam Lila merasa heran.