
Beberapa hari telah berlalu dan kini kondisi Alea sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Selama itu juga ia belum pernah melihat wajah anaknya secara langsung, ia hanya melihat wajah anaknya melalui hp saja.
Ia juga tidak pernah menyangka akan menjadi ibu dalam waktu secepat itu, bahkan sebelum ia lulus sekolah. tidak ada persiapan apapun dan ia juga masih terlalu dini untuk mengurusi bayi seorang diri.
"Beneran udah nggak papa?" tanya Regantara
"Iya. anterin gue, gue pengen ketemu anak gue." kata Alea.
"Sssttt bentar dulu, dengerin aku. Sekarang kamu udah jadi ibu, dan cara bicara kamu ke aku nggak boleh kaya gitu lagi. Bukan gue, kamu." kata Regantara dengan menekankan kata-katanya.
"Iya iya, ayo anterin." kata Alea dengan tidak sabarnya
Akhirnya merekapun pun berjalan menuju ke ruang inkubator. Terlihatlah banyaknya box yang terisi bayi. alea mengedarkan pandangannya untuk mencari bayinya.
"Di box nomor 2 sebelah kanan." kata Regantara dengan menunjukkan box yang di maksud.
"Emang nggak boleh masuk Rey?" tanya Alea.
"masih belum boleh. satu Minggu lagi baru boleh di bawa pulang." jawab Regantara.
Perkembangan yang sangat cepat, dari yang tadinya masih kemerahan dan kecil, kini sekarang sudah sedikit berisi dan terlihat begitu sehat. Alea benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi ketika pertama kalinya melihat bagaimana anaknya. rasanya ia tidak sabar lagi untuk segera menggendongnya.
Setelah beberapa saat hanya melihat saja, kini akhirnya mereka kembali ke ruang rawat Alea. Hari ini Alea sudah di perbolehkan untuk pulang, hanya saja tidak dengan baby nya yang masih harus mendapatkan perawatan yang intensif dari dokter.
Setelah semua itu, Alea dan Regantara akan menjalani hari-hari nya sebagi siswa sekaligus menjadi orang tua. peran baru dalam kehidupan mereka itu mungkin bukan hanya pengalaman saja yang akan di dapat tapi juga sebuah pelajar dan momen berharga dalam hidup mereka. Dan tentu saja semua itu masih menjadi rahasia, walaupun setelah lulus mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan, tapi tentunya mereka masih ingin menyembunyikan anak mereka.
"Ngapain ngeliatin terus sih?" tanya Alea dengan kesalnya Regantara terus memperhatikan dirinya yang tengah memompa ASI nya.
"Ya nggak papa. ngapain malu sih, lagi pula sebelum anak kita, aku lebih dulu ngerasain." kata Regantara yang membuat Alea benar-benar kesal.
"Udah deh jangan bahas itu." kata Alea dengan memalingkan wajahnya karena malu.
"Masih kurang itu sayang. bentar aku ambilin botol dulu." kata Regantara
"Gatel banget gue denger Lo ngomong gini ih." kata Alea.
"Sekarang kan udah beda, harus memberikan contoh yang baik buat anak kita, jadi mulai sekarang nggak ada lagi Lo Gue." kata Regantara yang membuat Alea hanya menghela nafasnya saja.
"Nggak sakit?" tanya Regantara ketika Alea terus menekan dadanya agar asi nya semakin keluar banyak.
"Kalau nggak di kaya gini justru malah sakit. Udah ah nggak usah ganggu dulu." kata Alea
"Perasaan dari tadi gue diem aja deh." batin Regantara dengan menatap heran dan akhirnya lebih memilih untuk mengemasi barang-barangnya karena hari ini mereka akan pulang
Beberapa saat kemudian Jeremy dan Citra pun datang. Mereka jika turut senang karena sekarang sudah mempunyai cucu lagi. Saat itu Regantara ingin keluar membayar biaya rumah sakit, tapi seketika di hentikan Jeremy karena ternyata biaya rumah sakit udah lunas.
Setelah semuanya selesai kini akhirnya merekapun pulang dengan mengendarai mobil Jeremy. Sebenarnya Alea merasa keberatan jika harus berpisah dengan anaknya, tapi mau bagaimana lagi karena anaknya harus mendapatkan perawatan intensif lebih.
"Kamu udah punya nama buat anak kamu Al?" tanya Citra.
"Belum sempet nyari nama mi." jawab Alea dengan canggungnya.
"Meylin Shiena." timpal Regantara.
"Kok nggak bilang aku kalau udah nyiapin nama??" tanya Alea.
"Emang harus bilang?" tanya Regantara.
"Ya harus lah." jawab Alea.
"Ya nggak tahu, belum apa pikiran sama sekali." kata Alea.
"Gimana sih, yaudah pakai nama itu aja , bagus kok, ya nggak ma, pa?" kata Regantara
"bagus kok. udah pakai nama itu aja." kata Jeremy.
"Yaudah deh." jawab Alea.
Tak terasa kini merasa sudah sampai di rumah. Entah kenapa walaupun perjalanan menuju rumahnya tidak jauh, tapi rasanya sangat melelahkan bagi Alea. sesampainya di rumah, ia juga langsung tidur.
"Makasih ma, pa." kata Regantara ketika mertua akan pulang
Setelah itu, ia kembali ke kamarnya dan melihat istrinya yang sudah tertidur pulas. Senyuman kecil pun terbit di bibirnya. Ia mengecup kening Alea dengan sayangnya sebelum akhirnya ia berkutat dengan banyaknya berkas perusahaan.
Kondisi perusahaannya pun juga sudah mulai membaik. Ia kehilangan projek perusahaan tapi ia mendapatkan ganti yang sangat luar biasa baginya.
"Rey, Lo di dalem?" sebuah suara membuat Regantara menoleh dan menampakkan kepala Alea yang tengah berada di pintu.
"Apa bilang apa? Coba ulangi!" kata Regantara yang membuat Alea tersenyum kecil saja.
"Rasanya aneh nggak terbiasa." kata Alea.
"Ya Langkan di biasakan, nanti lama-lama juga terbiasa kok. Kenapa? Bukannya kamu tidur nyenyak banget hmm?" tanya Regantara.
"Nanti malam ke rumah sakit lagi ya." kata Alea.
"Iya. Ini baru jam berapa, kamu istirahat aja." kata Regantara.
"Nggak ah, aku mau disini saja." kata Alea
"yaudah. Nggak mau makan lagi?" tanya Regantara.
"Sebenarnya sih laper, tapi nggak tau rasanya pengen di sini dulu." jawab Alea.
"Ya harus makan lah, biar anak kita nggak kekurangan ASI." Kata Regantara.
"Ini juga udah cukup kok." kata Alea.
"Rey..." panggil Alea.
"Hmm kenapa?" tanya Regantara.
"Jangan tinggalin aku ya." kata Alea membuat Regantara menoleh.
"Nggak mungkin lah aku ninggalin kamu. kenapa tiba-tiba ngomong kaya gitu sih." kata Regantara dengan nada tidak suka nya.
"Ya aku cuman takut aja kalau tiba-tiba kamu ninggalin gitu aja sementara anak kita masih kecil. Aku nggak bisa kalau ngebesarin dia sendirian tanpa kamu Rey." kata Alea.
"Sssttt nggak akan. Aku nggak akan ngelakuin hal bodoh yang bakal nyakitin kalian berdua. Aku janji." kata Regantara dengan memegang tangan Alea.
"Janji ya jangan tinggalin aku." kata Alea.
"Iya aku janji." ujar Regantara dengan memeluk istrinya yang tiba-tiba sangat emosional.
"Udah nggak boleh ngomong kaya gitu lagi, aku sayang sama kamu dan aku janji kita bakal terus sama-sama ngebesarin anak kita. " kata Regantara.