Married With My Ketos

Married With My Ketos
OPERASI



Brakkkkk


Regantara menendang pintu ruangan yang di buat menyekap Alea setelah menghajar beberapa orang yang berjaga. Gilang sama sekali tidak terkejut melainkan seperti memberi sambutan pada Regantara. Di lihatnya Alea tengah di ikat di sebuah kursi dengan Gilang yang ada di belakangnya sambil memegang sebuah belati.


"Lepasin istri gue brengsek!!!" kata Regantara dengan marahnya


"Lo udah ambil keputusan buat nyerahin proyek besar ini ke gue atau Lo milih gue nyelakain istri Lo?" kata Gilang.


"Ambil semuanya gue nggak butuh!!! Sekarang lepasin istri gue." kata Regantara


"Fiki!!!" teriak Gilang yang membuat Fiki langsung datang dan membawa beberapa dokumen untuk di tandatangani Regantara.


Tanpa basa-basi lagi, Regantara langsung menandatangani semuanya tanpa pikir panjang. Melihat itu membuat Gilang hanya tersenyum kecil saja, kemudian ia pun langsung pergi dengan membawa dokumen itu


"Inget!! Jangan main-main sama gue." kata Gilang kemudian pergi.


"Alea!!! Tenang, gue udah disini....apa dia nyakitin Lo?" tanya Regantara sambil melepaskan ikatannya.


"Hiks...hiks....antar gue ke rumah sakit sekarang." kata Alea dengan menangis yang membuat Regantara sedikit bingung tapi hanya menurut saja


"Tenang, gue udah disini. Maafin gue.." ucap Regantara dengan khawatirnya.


Ia sudah tidak peduli lagi dengan projek perusahaannya, yang terpenting sekarang hanyalah kondisi Alea saja. sepanjang perjalanan ke rumah sakit, gadis itu terus menerus mengeluh perutnya sangat sakit, ia juga menceritakan semuanya yang sudah ia alami. Tentu saja Regantara ya g mendengar hal itu pun merasa sangat marah. Ketika ia menyibak sedikit baju Alea, terlihatlah bekas ikatan tadi yang membekas di perutnya. Ia pun langsung menghubungi ayahnya agar segera menyusul ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, gadis itu langsung mendapatkan penanganan dan kenyataannya membuat Regantara benar-benar syok, pasalnya bayi yang baru berusia 7 bulan harus di keluarkan sebelum waktunya karena jika tidak, akan membahayakan nyawa keduanya.


"Lakukan yang terbaik dok." kata Regantara yang di angguki dokter.


"Rey, gimana keadaan istri kamu?" tanya Sussy yang baru datang bersama Erlangga


"Doain aja yang terbaik ma. Bayinya mau di keluarin kalau nggak bakal ngebahayain keduanya." jawab Regantara.


"Pa, sebelumnya maaf, tapi Rey nyerahin proyek perusahaan pada Gilang. aku nggak bakal ngebiarin seorang pun nyakitin mereka." kata Regantara


"Papa paham posisi kamu. Yang terpenting sekarang Alea udah sama kita. papa akan kasih pelajaran sama anak itu nanti." kata Erlangga


Tak berselang lama, Citra pun juga datang. matanya terlihat sembab, apalagi ketika Regantara memberitahu bagaimana kondisi Alea saat itu membuat wanita paruh baya itu tidak bisa menahan tangisnya.


"Tenang jeng. Semua baik-baik aja kok. doain aja semoga operasi Alea lancar." kata Sussy dengan menenangkan Citra.


Lampu hijau masih menyala pertanda jika operasi masih berjalan. Regantara menunggu dengan cemasnya karena ia sangat takut jika salah satunya tidak bisa di selamatkan. Jika memang kenyataannya begitu, ia tentu tidak akan tinggal diam pada Gilang yang sudah membuat semua ini terjadi.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya lampu merah pun menyala. Regantara stay di depan pintu sambil terus berdoa supaya keduanya baik-baik saja.


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, tapi untuk sementara waktu, bayinya akan tetap berada di inkubator dan mendapatkan perawatan intensif, mengingat kondisinya yang masih sangat lemah." kata Dokter yang membuat semuanya bernafas lega.


"Terus bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Regantara dengan khawatirnya.


"Untuk sekarang kondisi istri bapak masih belum stabil karena kekurangan cairan, tapi saya pastikan setelah mendapatkan perawatan medis, semua akan baik-baik saja." kata dokter yang membuat semuanya bernafas lega.


Hanya anaknya saja yang terlihat berbeda dari yang lainnya, mengingat usianya baru 7 bulan dan belum saatnya lahir, tapi karena masalah tertentu membuat dia mau tak mau melihat dunia yang belum waktunya. Melihat bayi kecil mungil dan masih terlihat kemerahan membuat hati Regantara benar-benar terketuk. tak terasa air matanya menetes begitu saja melihatnya. Bahkan di saat sudah lahir pun, ia hanya bisa menatap saja dari jendela.


"Yang terpenting keduanya baik-baik saja." sebuah suara membuat Regantara menoleh.


"Pa." ucapnya yang ternyata Erlangga yang berbicara.


"Sekarang kamu tahu bagaimana besarnya tanggungjawab sebagai seorang suami dan ayah bukan, kamu merasakan sendiri kan?" kata Erlangga.


"Aku nggak tega liat dia pa." kata Regantara.


"Seenggaknya dia sehat walaupun terlahir prematur." kata Erlangga dengan menepuk pundak Regantara menguatkan pria itu


Alea mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya yang mana hanya ada ruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang menyengat dan tiba-tiba saja perutnya terasa nyeri.


"Syukurlah kamu udah bangun sayang. aku nggak tau lagi gimana jadinya kalau terjadi sesuatu sama kalian berdua." kata Regantara.


Alea yang merasa ada yang aneh dengan perutnya pun langsung melihat dan merabanya. Ia menatap Regantara dengan tatapan yang hampir menangis karena ia sudah mengira jika bayinya tidak akan selamat.


"Aku bahagia sekarang, karena malaikat kecil udah hadir di antara kita." kata Regantara yang membuat Alea bingung.


"Maksudnya apa Rey? Diaman anakku? Jangan bilang jika dia...."


"Sssttt sekarang dia lagi tidur. Capek katanya. kalau kamu Udah bener-bener sembuh, aku anterin kamu buat ketemu dia." kata Regantara yang membuat Alea menangis kencang.


"Hikss maafin gue, gue nggak bisa jaga hiks maafin gue." ucap Alea yang membuat Regantara bingung.


"Aku yang makasih karena udah berjuang selama ini buat ngejaga anak kita. Nggak usah nangis dia baik-baik aja kok, cuman buat sementara waktu, dia harus berada di inkubator dulu, dan nggak boleh di jenguk siapapun termasuk kamu. kamu hanya perlu ngasih ASI aja dan itupun harus suster sendiri yang ngasih." kata Regantara membuat Alea bergambar bingung.


"Maksudnya apa?" tanya Alea yang tidak paham


"Ya anak kita udah lahir, dengan selamat. dia cantik kaya kamu." kata Regantara membuat Alea benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi.


Ia menangis histeris yang membuat Regantara langsung memeluknya untuk menenangkannya. Citra dan Jeremy pun masuk dan melihat adegan itu.


"Mami..." ucapnya membuat Citra langsung memeluknya.


"Semua baik-baik aja kok, barusan mami liat anak kamu. dia cantik banget loh." kata Citra.


"Apa yang pria gila itu lakuin ke kamu Al?" tanya Jeremy.


"Di cuman ngiket Alea erat banget, dan mungkin itu salah satu penyebab anak aku harus lahir sekarang dad." jawab Alea dan tatapannya langsung beralih pada semangkuk bubur dan air mineral. Jujur saja ia sangat lapar karena 2 hari tidak makan dan minum.


"Gue laper." ucap Alea dengan menatap Regantara.


Akhirnya setelah dia hari tidak merasakan apapun yang masuk ke dalam perutnya, kini ia pun makan dengan lahapnya. Regantara yang melihat itu hanya tersenyum tersenyum kecil saja.