Married With My Ketos

Married With My Ketos
AURA BARU



"Aleaaaa!!!! Lo nggak papa? gimana keadaan Lo? Sorry banget seharusnya gue nggak ngebiarin Lo pulang sendirian waktu itu." kata Lila yang baru saja datang ke rumah alea.


"Gue nggak papa kok." kata Alea .


"Terus gimana sama kandungan Lo, gue barusan dari rumah sakit, tapi katanya Lo udah pulang. Kenapa nggak ngabarin gue sih? Gue kan khawatir." kata Lila


"Anak gue sehat kok, tapi dia masih ada di rumah sakit, belum bisa di bawa pulang." kata Alea yang membuat Lila terkejut.


"Hahhh??? Anak??? Lo serius? Berarti Lo udah lahiran dong? lah tapi kan usia kandungan Lo baru 7 bulan Al, kok cepet banget?" tanya Lila dengan penasarannya.


"Ceritanya panjang lah Lil. bukan lahiran normal, tapi karena sesuatu jadi dia harus di keluarin kalau nggak bisa ngebahayain kita berdua, kata dokter sih gitu." kata Alea dengan menjelaskan.


"Terus itu yang nyulik Lo gimana, udah di laporin ke polisi? Lo di apain aja sama dia Al?" tanya Lila.


"Rekan kerja Rey, katanya udah di laporin. Gue nggak di kasih makan sama minum 2 hari. Lo bayangin aja gimana nasib anak gue coba, itu juga salah satu alasan kenapa di di keluarin sebelum waktunya." jawab Alea.


"Sorry banget ya Al, gue jadi ngerasa bersalah sama Lo, harusnya gue tetep nganterin Lo dan Lo nggak bakal ngalamin ini semua." kata Lila .


"Udah ngga usah di pikir, Lo nggak salah kok. gue justru bersyukur karena anak gue nggak papa, gue sempet takut kalau dia kenapa-kenapa Lil, soalnya pas gue di sekap, dia nggak gerak sama sekali." kata Alea.


"Seriusan???" kata Lila dengan terkejut.


"Iya...masih ada bekas ikatannya nih." kata Alea dengan memperlihatkan perutnya dimana masih ada bekas kemerahan pada perutnya akibat tali yang benar-benar erat.


"Lo seriusan udah lahiran Al?" tanya Lila ketika melihat bekas jahitan Alea.


"Iya serius lah. Nanti malam gue sama Rey mau ke sana buat ngasihin ASI." jawab Alea.


"Gue ikut dong." kata Lila.


"Yaudah. Lo kesini sama siapa?" tanya Alea.


"Sendiri lah. Si Kevin nggak tau kemana." kata Lila dengan kesalnya.


"Berantem Lo?" tanya Alea dengan terkekeh.


"Nggak tau lah, males. Nggak usah bahas dia." kata Lila .


Pukul 7 malam, mereka sudah sampai di rumah sakit. Alea memberikan stok ASI yang sudah dia buat kepada suster yang merawat bayinya. Dari luar jendela, bisa di lihat bagaimana bayi mungil itu menyesap susu dengan begitu lahapnya seolah benar-benar kelaparan.


"Kapan bisa di bawa pulang Al? Gue nggak sabar mau gendong." kata Lila.


"Gue juga pengen gendong kali." kata Alea.


"seminggu lagi baru bisa di bawa pulang." kata Regantara.


.


.


.


Seperti biasanya Alea dan Regantara akan menjadi hati-hati sebagai siswa. Pagi ini Alea bangun lebih awal untuk memompa ASI nya lebih dulu agar tidak terjadi lagi masalah seperti waktu lalu.


"Kok udah bangun?"tanya Regantara dengan mengerjapkan matanya.


"Heem. Tidur aja dulu masih pagi banget, ntar aku bangunin." kata Alea.


"Mau kemana?" tanya Regantara.


"Masak." jawab Alea yang membuat Regantara bangun


"Kata mama mbaknya datang nanti sore." kata Regantara


"Iya mama udah kasih tahu kok. Udah tidur aja dulu." kata Alea.


"Tidur aja dulu lah Al, nanti pesen makanan aja, kamu baru aja operasi, aku nggak mau kamu kecapean." kata Regantara


"Nggak lah, nggak papa Rey. Nanti kalau capek aku pasti istirahat. udahlah aku ke bawah dulu." ujar Alea yang membuat Regantara hanya menghela nafasnya saja.


Karena masih pukul 5 pagi, alhasil pria itu pun tidur lagi, sementara Alea sedang berkutat dengan bahan masaknya di dapur. Tak terasa kini beberapa lauk pun sudah tertata rapi di meja, Alea pun membangunkan Regantara yang masih tertidur nyenyak.


"Hmm jam berapa?" tanya Regantara dengan mengerjapkan matanya.


"Jam setengah 7." jawab Alea.


Cupp


"Morning kiss sayang." kata Regantara setelah mengecup bibir Alea dan beranjak bangun, sementara Alea sudah bersemu merah .


"Seragamnya udah aku siapain, nanti langsung ke bawah." kata Alea


Selesai dengan persiapan sekolahnya, kini Regantara turun dan dengan membawa tasnya. Di lihatnya Alea tengah duduk menunggu dirinya untuk sarapan.


"Tumben banget masak." kata Regantara.


"Sebagai istri dan ibu yang baik hati dan tidak sombong, ya harus gini." kata Alea yang membuat Regantara terkekeh


"Gimana?" tanya Alea dengan menatap Regantara.


"Enak." jawab Regantara dengan mengangguk saja


"Nggak usah bohong deh. kalau nggak enak bilang aja nggak papa." kata Alea.


"Seriusan ini enak." kata Regantara


Setelah sarapan, kini merekapun berangkat sekolah. selama perjalanan menuju sekolah, Regantara selalu mewanti-wanti agar Alea tidak banyak tingkah di sekolahnya mengingat ia baru saja di operasi.


Seperti sebelumnya, tatapan dari para siswa pun selalu tertuju pada keduanya mengingat bagaimana Regantara yang selalu memegangi Alea dan mengantarnya sampai ke kelasnya. yang tidak menyukai keduanya tentu saja mereka mencibir di belakang mereka, tapi itu semua tak membuat pasangan sejoli itu untuk merubah sikap mereka.


Aura Alea pun tampak terlihat berbeda setelah melahirkan anak pertamanya, dan itupun terlihat di mata sahabatnya, Lila.


"Ngapain sih ngelihatin sampai segitunya?" tanya Alea


"Lo banyak berubah sumpah. Ini kaya bukan Lo deh." kata Lila.


"Lo ngomong apa sih, nggak ngerti gue." kata Alea


"Aura Lo bener-bener ibu ibu banget sekarang." bisik Lila


"Masa sih." ujar Alea.


"Lo sih nggak percaya." kata Lila


"Ya wajar aja lah ." ujar Alea.


"Lo udah mendingan sekarang?" tanya Lila.


"Udah lah tapi masih belum boleh terlalu banyak gerak." jawab Alea


"Emang Lo kenapa Al?" tanya Iyan yang sedari tadi diam-diam menyimak pembicaraan mereka.


"Wali kelas bilang, Lo sakit ya. sakit apa?" tanya Iyan.


"Abis operasi." bisik Alea yang membuat Iyan terkejut.


"Operasi apa? Lo sakit apa?" tanya Iyan yang terlihat khawatir.


"Usus buntu." jawab Alea dengan berbohong.


"Kok nggak ngasih tahu gue sih, padahal tadinya gue mau jenguk Lo ke rumah sakit." kata Iyan.


"Hihhh emang harus ngasih tahu Lo gitu?" kata Lila.


"Iya dong kan kita sahabat." jawab Iyan


"Lo nggak sepenting itu kaliiii..." kata Lila.


"Sssttt apa sih Lo Lil. Gue udah baik-baik aja kok." kata Alea dengan tersenyum canggung.


"Syukurlah kalau udah baik-baik aja." kata Iyan