Married With My Ketos

Married With My Ketos
POMPA ASI



Tak cukup sampai di situ saja, kini bahkan tersebar beberapa foto Regantara dan Alea yang tengah berada di depan rumahnya dan terlihat jika Regantara tengah mencium Alea dengan romantisnya. bahkan ada satu foto yang di tempel di mading sekolah yang membuat semua siswa langsung heboh.


"Ada apa sih kok pada ngumpul di sini?" tanya Kevin dengan penasarannya.


"Lo kan temen Regantara kan, masa Lo nggak tau kalau Regantara sama Alea udah tinggal bareng."


Kevin yang terkejut pun langsung membelah kerumunan itu dan melihat foto itu. Ia langsung menariknya dan melihatnya dengan seksama.


"Siapa???" tanya Kevin dengan wajah marahnya.


"Gue harap ini yang terakhir kalian semua nyebarin foto yang nggak seharusnya kaya gini, terlepas ini editan atau bukan." kata Kevin dengan merobeknya


"Emang bener, mereka udah satu rumah?"


"Jangan-jangan juga udah ngelakuin hal yang enggak-enggak lagi."


Semuanya pun langsung membicarakan Regantara dan Alea. entah kebetulan tau apa, kini juga Alea tengah berjalan bersama Lila. ia belum tahu dengan kerumunan yang sedari tadi membuat ia dan Lila penasaran.


"Itu Alea..."


"Bener Lo udah tinggal serumah sama Regantara?"


Pertanyaan itu membuat Alea benar-benar bingung, hingga Kevin menghampiri dan menyerah sobekan foto yang di pegang Kevin tadi. Terkejut? Tentu saja karena itu adalah foto yang di ambil kemarin.


"Jawab dong."


"iya, jawab dong."


"jangan bikin malu nama sekolah."


"kalian ngomong apa sih?" tanya Alea.


"Halahh udah lah nggak usah bohong dan pura-pura nggak tau. Jelas-jelas ini foto kalian berdua."


Salah seorang gadis mendorong Alea dengan kasarnya yang membuat Alea tidak terima dan membalasnya, hingga akhirnya terjadilah keributan antara Alea dan Sinta.


"udah!!! apa-apaan ini!!!" bentak Kevin dengan melerai keduanya.


"Lo sok polos banget si jadi cewe. Lo tuh nggak cocok sama Regantara." kata Sinta


"Terus Lo pikir Lo cocok gitu sama Regantara??" balas Alea yang tak ingin kalah.


"Pacar hasil nikung aja bangga banget Lo." kata Sinta.


"Maksud Lo apa ngomong kaya gitu ke gue hah? Kalau Lo nggak suka sama gue bilang!!" kata Alea.


"Al Al udah udah..." kata Lila dengan memegang Alea.


"Rey!!!" teriak Kevin yang melihat Regantara sehingga membuat pria itu langsung menuju ke arahnya.


Melihat Alea yang sudah dengan rambut acak-acakan, ia bisa memastikan jika gadis itu baru saja bertengkar. Ia hanya menghela nafasnya saja dan mengacak-acak rambut Alea membuat semuanya yang melihat itu bingung.


"Kenapa?" tanya Regantara dengan menatap semua orang.


"Lo serumah sama Alea, kalian tinggal bareng?"


"Nggak." jawab Regantara dengan datarnya.


"Terus foto ini? Lo bisa jelasin ke kita semua?"


"Gue nganterin dia ke rumah kakaknya." jawab Regantara.


"kalian sering berangkat pulang bareng."


"Ya emang apa salahnya? Dia cewe gua. Ada yang salah kalau gue bareng sama dia?" tanya Regantara yang membuat semua terdiam saja.


Regantara menatap Alea dan menariknya kemudian menggenggam tangannya. Sementara Alea yang seperti sudah paham apa maksud dari Regantara hanya menggelengkan kepalanya saja pelan.


"Kita udah tunangan dan setelah lulus besok, kita bakalan nikah, dan kalian semua bis dateng." kata Regantara yang membuat semuanya terkejut.


"Jadi bener kalau Alea hamil?"


"Kalau kalian mau tau jawabannya, tanya Luna, dia udah dapet jawabannya." kata Regantara yang membuat semuanya saling tatap.


"Terus ngapain tiba-tiba mau nikah kalau nggak hamil duluan pacar Lo?"


"Menurut Lo, orang nikah hanya karena udah hamil duluan? please deh otak Lo jangan dangkal-dangkal." kata Regantara dengan kesalnya.


"Alea ngomong dong, kenapa Lo diem aja. Jelasin ke kita semua biar nggak ada kesalahpahaman lagi."


"Yang di katakan Rey bener " kata Alea.


"Udah kan, ini yang mau kalian semua denger." kata Regantara.


Akhirnya merekapun pergi setelah mendengar penjelasan itu. Alea menatap Regantara dengan tatapan sulit di artikan dan sebisa mungkin Regantara menenangkannya


"Nggak usah khawatir. Setidaknya kita udah nggak ada lagi yang harus di sembunyiin dari hubungan kita." kata Regantara.


"Gimana kalau mereka tau..." ucap Alea dengan khawatirnya.


"Gue bakal cari tahu siapa yang udah nyebarin foto itu." kat Regantara


"Semua bakal baik-baik aja kok Al. Lo percaya sama Regantara." kata Lila .


"Lo juga nggak tau tempat, main nyosor aja." kata Kevin dengan memukul kepala Regantara.


"Ya mana gue tau, kan itu di rumah gue." kata Regantara dengan kesalnya.


"Lo nggak papa?" tanya Lila yang melihat Alea seperti tidak nyaman


"Nggak, gue nggak papa." jawab Alea dengan menatap Regantara.


"Al baju Lo basah." kata Lila dengan terkejutnya begitupun dengan Regantara yang langsung sigap melepas seragamnya untuk menutupi bagian depan Alea


"Kita ke UKS ya." kata Regantara yang di angguki Alea.


Lila yang khawatir pun mengikuti dari belakang begitupun Kevin yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Alea.


"Iya...tapi ini sakit." jawab Alea dengan sesekali menyentuh dadanya.


"Emang udah keluar Al?" tanya Lila .


"Udah." jawab Alea.


"Lo jangan liat!!!" seru Regantara pada Kevin membuat pria itu langsung menoleh dan memilih pergi.


"terus gimana dong?" tanya Regantara bingung.


"Lil, gue boleh minta tolong nggak?" kata Alea.


"Apa, gue pasti bantuin Lo." jawab Lila.


"Beliin gue penyedot Asi." kata Alea membuat Lila hanya mengangguk saja.


"Biar gue aja." kata Regantara.


"Nggak, Lo disini aja temenin Alea, gue sama Kevin." kata Lila dengan berlalu keluar.


Semakin lama baju Alea semakin basah, ia juga merasakan sakit yang semakin bertambah. Ketika ia menyentuh dan menekan dadanya, rasanya agak melegakan tapi air susunya semakin keluar dengan derasnya.


"Kalau Lo teken kata gitu justru makin deres keluarnya." kata Regantara.


"Sumpah Rey ini sakit banget." kata Alea dengan meringis kesakitan.


"Te terus gu gue harus apa dong? gue juga bingung ngga tau." kata Regantara yang mulai panik ketika wajah Alea sudah terlihat pucat.


"Nggak tau gue." jawab Alea dengan memejamkan matanya


"Coba Lo telpon Lila masih lama nggak?" kata Lila yang membuat Regantara langsung menghubungi Lila


"Masih di jalan bentar lagi sampai apotek." jawab Regantara.


Alea memegangi Regantara dengan eratnya sambil memejamkan matanya dan satu tangannya menyentuh dadanya yang seperti sekeras batu.


"Al, Lo nggak papa?" tanya Regantara dengan khawatirnya.


"Rey Lo bisa bantuin gue nggak, gue nggak tahan sumpah ini sakit banget." kata Alea.


"Apa? Gue harus apa?" kata Regantara yang membuat Alea membuka kancing bajunya.


"A apa yang mau Lo lakuin?" tanya Regantara.


"Tolongin gue." kata Alea dengan tatapan memohon


"Disini? sekarang?" tanya Regantara dengan terkejutnya ketika paham apa yang di maksud Alea.


"Iya..." jawab Alea yang membuat Regantara menelan ludahnya dengan kasar.


Yang sebelumnya ia selalu sangat bersemangat jika ingin bermain-main di area dada Alea, tapi justru sekarang ia takut, terlepas dari dimana mereka sekarang, ia takut jika itu akan semakin menyakiti Alea, dan satu hal lagi, bagaimana kalau ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Tanpa berfikir panjang, Regantara pun mengunci pintu UKS dan menutup gorden rapat agar tidak ada orang yang tahu jika mereka berdua kini ada di dalam.


Glekk...


"Kalau sakit bilang." kata Regantara dengan menatap Alea.


"Iya..." ucap Alea.


Dengan ragunya ia pun melepaskan kaitan bra yang di pakai Alea kemudian melihat dengan jelas jika salah satu dari buah kesukaannya mengeluarkan air yang lumayan deras. tanpa bas basi lagi, ia segera menyesap lembut buah itu membuat Alea langsung meremas rambut Regantara dan menggigit bibir bawahnya.


Jika sebelumnya tidak ada rasa apapun, maka beda cerita dengan sekarang yang memiliki rasa aneh tapi sangat cocok sekali di lidah pria itu. semakin lama hawa panas pun menyelimuti keduanya terutama Regantara yang sepertinya sudah di kuasai oleh nafsunya.


"Rey... inget, ini masih di sekolah." kata Alea dengan menghentikan Regantara.


Seketika Regantara sadar dan langsung memeluk Alea sambil mengaitkan bra nya kembali. Ia mengusap wajahnya dengan kasar seolah tengah frustasi.


"Maaf." ucap Alea yang merasa bersalah.


"Gimana, masih sakit?" tanya Regantara.


"Nggak. Makasih Rey." ucap Alea.


"Syukur deh." ujar Regantara kemudian bersendawa yang membuat Alea terkekeh.


"Gue rasa gue kekenyangan deh." kata Regantara dengan tersenyum.


Bertepatan dengan itu, terdengar ketukan pintu dan Regantara segera membukanya. Terlihat Lila datang dengan membawa kantong kresek.


"Nih Al." kata Lila dengan khawatirnya.


"Makasihh Lil udah ngerepotin Lo. Tapi gue udah nggak papa kok." kata Alea dengan tersenyum.


"Ngapain Lo ngeliatin gue?" tanya Regantara ketika tatapan Lila seperti mencurigainya.


"Ahhhhh gue tau kenapa pintunya di kunci." kata Lila yang membuat Alea bersemu merah.


"Jadi bener!!!??" seru Lila.


"Udah ah ngga usah di bahas lagi." kata Alea dengan malunya.


"Rey!! Lo bener-bener ya, nyari kesempatan dalam kesempitan." kata Lila.


"Emang kenapa? Gue kan suaminya dia? sah-sah aja kali." kata Regantara.


"Tapi ya nggak disini juga kali. gimana kalau ada yang liat." kata Lila.


"Ya terus Lo pikir gue mau diem aja gitu liatin istri gue kesakitan. Ini juga bukan kemauan gue, noh tanya dia." kata Regantara.


"Al???" Lila menatap Alea sementara gadis itu hanya tersenyum canggung saja.


"Bener-bener yaa, nggak habis pikir gue." kata Lila dengan tidak percayanya.