Married With My Ketos

Married With My Ketos
TERBUKA



Karena penasaran dengan apa yang ingin Lila dan Kevin lakukan, akhirnya Regantara dan Alea pun sepakat untuk mengikuti kemana mereka pergi.


Di sisi lain, Kevin sesekali memperhatikan Lila dari spion motornya. Terlihat sekali jika gadis itu tengah gelisah, tapi bagaimanapun juga dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah menjadi keputusan Lila, ia juga masih tidak menyangka kejadian akan berakhir dengan seperti itu.


"Mereka mau kemana sih?" tanya Alea pada Regantara.


"Kalau Lo nanya sama gue, terus gue nanya siapa pinter." jawab Regantara dengan malasnya.


Setelah beberapa saat berkendara, kini mereka sampailah di sebuah kampung yang entahlah Regantara maupun Alea juga tidak tahu. jalan yang rusak dan tidak muat di lalui mobil membuat mereka mau tak mau harus berjalan kaki lumayan jauh.


Regantara dan Alea mengikuti Lila dan Kevin dari belakang dengan jarak yang cukup jauh karena tidak ingin jika keduanya curiga kalau tengah di ikuti. Terlihat jika Lila tengah mengecek sesuatu sambil memperhatikan sekitarnya dan bertanya pada warga setempat beberapa kali, hingga kini sampailah ia di sebuah rumah jaman dulu yang pagarnya masih dari papan tanpa di cat.


"Permisi..." ucap Lila dengan mengetuk pintunya.


"Lo yakin rumahnya yang ini?" tanya Kevin


"Gue yakin." jawab Lila dengan mantapnya.


Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang wanita tua yang mungkin sudah berusia 60 tahunan menatap keduanya dengan seksama kemudian langsung membiarkan mereka masuk.


"Kamu yakin mau gugurin kandungan kamu?" tanyanya yang membuat keduanya terkejut.


"Ba bagaimana nenek bisa tau?" tanya Lila .


"Anak remaja seperti kalian ini sudah biasa datang ke tempat nenek, ya kasusnya sama, mereka melakukan hubungan dengan pacar mereka dan hamil." jawabnya


"Kamu sudah yakin belum?" tanyanya lagi dengan menatap Lila tajam.


"Ya yakin nek. boleh saya tahu gimana caranya? Sakit nggak nek?" tanya Lila dengan polosnya.


"Ya pastinya sakit lah, sedikit aja nih saya praktekin ke kamu ya. Nanti kamu tiduran sambil kaki kamu di angkat, terus tangan saya masuk happ lalu saya tarik itu...." kata wanita tua itu yang membuat Lila hanya bisa menelan ludahnya saja.


"Kamu sudah siap?" tanyanya yang membuat Lila ragu.


Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya kini ia berbaring dengan gugupnya, sementara Kevin tetap menemani Lila di sampingnya sambil sesekali berusaha menyadarkan Lila jika apa yang ia lakukan itu salah.


"Sudah siap?"


"Siap nek." jawab Lila dengan berkeringat dingin.


Ia memejamkan matanya tak kala tangan wanita tua itu sudah mau masuk ke miliknya, tapi sebelum itu, Lila sudah berteriak lebih dulu dan berlari keluar dengan perasaan yang tidak karuan.


"hah anak muda jaman sekarang...." gumam wanita tua itu .


Melihat Lila yang tiba-tiba keluar dengan berlari seperti orang ketakutan membuat Regantara dan Alea bingung tapi mereka tetap memperhatikan saja dari kejauhan.


"Vin hiks...gue nggak mau, gue takut." ucap Lila dengan menangis sambil menekuk lututnya.


"Gue bakal tanggung jawab Lila. Lo denger gue kan? Lo percaya sama gue kan. nggak mungkin gue nggak tanggung jawab sama Lo." kata Kevin .


"Tapi gimana dengan masa depan gue? Gimana dengan mimpi dan cita-cita gue, cita-cita Lo?" tanya Lila.


"Itu gampang. semua pasti ada jalannya, percaya sama gue deh. Kita besarin dia sama-sama ya, gue janji bakal jadi ayah dan suami yang baik buat Lo." kata Kevin dengan memegang tangan Lila membuat gadis itu hanya menatapnya saja.


"Gue bingung hiks...." ucapnya lagi dengan sesegukan


Di sisi lain, Alea yang tampak penasaran, akhirnya ia pun menanyakan pada warga setempat siapa pemilik rumah yang di kunjungi Lila.


"Oh itu neng rumah dukun bayi. Terkenal loh dia, saya sering lihat banyak anak-anak muda yang sering datang."


"Maksudnya?"


"Masa neng nggak tau sih, ya tentu aja mereka mau gugurin kandungan karena hamil duluan."


Regantara dan Alea hanya saling tatap dengan terkejut kemudian mereka pun memutuskan untuk menemui Lila dan Kevin secara langsung di tempat itu. ketika melihat kehadiran Regantara dan Alea, kedua sejoli itu tampak terkejut dan gugup


"Justru gue yang nanya sama Lo, ngapain kalian berdua ada di tempat ini?" tanya Regantara balik.


"Alea ngapain Lo ada disini?" tanya Lila yang masih terkejut sementara tatapan Alea sudah tidak bersahabat dengan gadis itu.


"Gu gue bisa jelasin semuanya." kata Lila dengan memegang tangan Alea.


"Lo ngapain disini hah? Ngikutin kita?" tanya Kevin dengan kesalnya.


"Gue sering dateng ke sini karena istri gue lagi hamil dan dia butuh pijit tradisional." jawab Regantara tanpa sadar dengan ucapannya sendiri sehingga membuat Kevin bingung.


"Istri? Lo udah nikah? Sama siapa? jangan bilang kalau Alea yang Lo maksud?" tanya Kevin yang membuat Alea langsung memukul Regantara dengan kesalnya


"Ngapain Lo ngasih tahu ke dia Regantara...." bisik Alea dengan kesalnya.


"Gue keceplosan sumpah." jawab Regantara dengan tersenyum canggung


"Maksudnya apa Rey? Gue nggak mau tahu, sekarang Lo jelasin ke gue. Sekarang!!" kata Kevin.


"Ya Alea lagi hamil anak gue. Kenapa Lo nggak suka?" kata Regantara membuat Alea semakin kesal.


"Rey!!!" seru Alea.


"biarin lah lagian udah terlanjur gue bilang kan. Cuman kita berempat yang di sini jadi gue rasa nggak papa lah gue bilang yang sebenarnya. mulut Lo awas jangan Cepu." kata Regantara pada Kevin


"Lo mau di hamilin sama dia Al?" tanya Kevin yang mendapatkan pukulan telak dari Regantara.


"Lo pikir gue cowo brengsek yang nggak tanggung jawab gitu? asal Lo tau, gue tidur sekamar bareng dia." kata Regantara yang sengaja ingin membuat panas Kevin.


"Serius Lo??? Hah gila??? Alea, Lo beneran mau? Terus kalian udah tidur bareng berapa kali?" tanya Kevin.


"Tiap hari mungkin, ya kan sayang." kata Regantara pada Alea.


"Manggil gue kaya gitu lagi, gue beneran tonjok Lo ya." kata Alea.


"Mereka udah nikah Vin, jadi wajar aja kalau udah sekamar." kata Lila yang membuat Kevin terkejut.


"Sumpah ini gue beneran nggak ngerti. Bagaimana bisa kalian nikah, kan masih sekolah." tanya Kevin.


"Ada lah. Udah lah mendingan Lo nikahin Lila secepatnya dan jangan Dateng ke tempat begituan lagi. Lo pikir kita nggak tau tujuan kalian Dateng kesini?" kata Regantara.


"Lo tau kan gue orangnya kaya gimana Rey, nggak mungkin gue nyuruh Lila buat kesini." kata Kevin.


"Ya tapi gue belum siap Vin." kata Lila dengan kesalnya.


"Gue tau itu, begitupun juga sama gue. tapi kita tetap harus terima dia dan biarin dia lahir di Dunia ini karena dia nggak salah." kata Kevin.


"Bentar-bentar, gue masih penasaran kenapa kok bisa Lo sampai hamil anaknya Kevin? Lo pacaran diam-diam sama Kevin tanpa ngasih tahu ke gue Lil?" tanya Alea .


"Enggak. Ya kali gue pacaran sama nih anak. Ini kecelakaan Alea. Dia tuh..." kata Lila.


"Kok gue, jelas-jelas Lo yang maksa gue buat ngelakuin itu kok." kata Kevin


"Nggak pernah ya!! Lo ngarang cerita." seru Lila.


"Lo nggak inget lah, waktu itu Lo mabuk. dan Lo tau apa yang Lo minum hah?? Obat perangs*ng. Lo yang maksa gue. Ya sebagai pria normal, mana bisa nahan diri, ya nggak Rey." kata Kevin yang membuat Lila geregetan dan memukul pria itu


"Kok bisa?" tanya Alea dengan bingungnya.


"Lo tau kan kalau gue terobsesi punya banyak temen luar negeri. gue di tipu dan masuk jebakan, untung aja ada si Kevin di sana yang nyelamatin gue, tapi tetep aja dia yang salah." kata lila.


"Ya cowo memang serba salah, cewe selalu benar." kata Kevin dengan berdecak kesal.