Married With My Ketos

Married With My Ketos
TUDUHAN



Tak terasa hari berlalu dengan begitu cepatnya, kini usia kandungan Alea sudah memasuki 6 bulan tapi yang membuat wanita itu heran karena perutnya seperti tidak membesar layaknya wanita hamil pada umumnya, tapi walaupun begitu ada bagian tubuh tertentu yang berubah seperti bagian dada yang memang berubah menjadi lebih besar dan berisi padahal sebelum itu ia mempunyai dada yang kecil tidak seperti sekarang.


Saat ini Alea tengah berdiri di depan dan menatap semua!!-bagian tubuhnya. 2 hari yang lalu Putri, teman sekelasnya mengatakan hal yang membuat Alea memikirkannya sampai hari ini. Sebentar lagi mereka akan lulus dan Alea sudah memilih kamus yang ia inginkan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang desainer terkenal.


"Kenapa Al?" tanya Regantara yang baru saja selesai mandi.


"Putri bilang kalau badan gue sekarang berubah Rey. Emang iya kah, gue lihat lihat nggak ada yang berubah, perut gue juga nggak besar." kata Alea yang membuat Regantara heran


"Nggak ada gimana sih tuh payu*ara Lo besar." kata Regantara dengan ceplos yang membuat Alea langsung melihatnya depan cermin


"Emang iya, perasaan sama aja." ujar Alea


"Nih ya pertama kali gue pegang segini...nggak ada sekepal tangan gue. sekarang jadi kaya gini karena usaha gue." kata Regantara yang membuat Alea bersemu merah.


"Nggak usah vulgar kali Rey." kata Alea


"Ya kan emang bener. coba mana gue mau liat." kata Regantara dengan memegang dada Alea dan meremasnya pelan sementara Alea sendiri dengan polosnya menurut saja tapi beberapa saat kemudian ia sadar dan langsung menepis tangan Regantara.


"Ih Lo ya!!!! ngapain pake di kaya gitu basah nih, ah loo lah." kata Alea dengan kesalnya membuat Regantara terkejut.


"Kok basah Al?" tanya Regantara dengan paniknya.


"Kan gue hamil anak Lo, gimana sih. emang Lo mau kalau anak Lo nggak minum asi?" kata Alea yang langsung mengambil lain sembarang


"Sejak kapan? Kok gue nggak tau?" tanya Regantara.


"Lupa gue, tapi belum lama ini." jawab Alea.


"Lo ada seragam lagi kan?" tanya Regantara yang di angguki Alea.


"Di lemari, ada seragam lama gue sih, semoga aja masih muat." jawab Alea yang membuat Regantara langsung mengambilnya.


"Lo ganti dulu deh. Terus kalau nanti di sekolah kaya gitu lagi gimana?" tanya Regantara dengan khawatir.


"Ngga tau juga sih tapi kayaknya enggak deh." jawab Alea.


Sampai di sekolah, Regantara tampak khawatir jika saja Alea mengalami seperti hal tadi saat di rumah. hubungan keduanya sudah tidak asing di telinga para siswa di sekolah tersebut, tapi mereka sering merasa aneh dengan keduanya karena terlalu sering berangkat bersama.


Banyak yang tidak suka tentang hubungan mereka tapi ada juga yang suka dan mendukung dengan alasan mereka sangat cocok karena cantik dan tampan .


Saat Alea tengah berjalan dan berpapasan dengan Luna yang saat itu juga tengah berjalan bersama teman-temannya, entah itu memang sengaja atau tidak tapi Luna menyenggolnya dan salah seorang temannya sengaja membuat Alea hampir terjatuh.


"Kalau jalan hati-hati dong." kata Alea dengan kesalnya.


"Lo jalannya di tengah." jawab Luna dengan melirik sekilas ke arah Alea tepatnya tatapannya tertuju pada dada Alea yang membuat Alea tampak tidak nyaman.


"Ngapain Lo liatin gue kayak gitu?" tanya Alea .


"Ternyata bener." kata Luna kemudian beralih ke perut Alea


"Udahlah nggak jelas banget Lo. minggir gue mau lewat." kata Alea tapi mereka sengaja menghalangi jalan.


"Apa sih maksud Lo? gue nggak ngerasa seperti apa yang Lo bilang ya. Gue sama Rey emang pacaran tapi nggak pernah sekalipun gue kaya gitu. Lo kalau mau nuduh orang pastiin dulu deh sumbernya bener atau nggak." kata Alea .


"Sini dulu dong. Lo hamil?" tanya Luna yang membuat Alea terdiam dan menatap Luna .


"Lo ngomong apa sih?? please deh Lun, nggak usah nyari masalah sama gue." kata Alea.


"Lo ngerasa kehilangan sesuatu nggak?" tanya Luna yang membuat Alea bingung.


"Nggak." jawab Alea.


"Yakin??? terus ini apa?" tanya Luna dengan mengeluarkan sebuah tespek yang masih belum di buka.


"Lo yakin nggak ngerasa kalau Lo kehilangan ini waktu Lo di toilet?" tanya Luna lagi dengan tersenyum kecil.


Alea baru teringat soal tespek yang ia beli untuk Lila tiba-tiba menghilang dari tasnya selepas ia dari toilet. Apakah yang menemukan tespek itu adalah Luna, karena ia sudah mencari beberapa kali tetap tidak ada.


"Lo inget sekarang? Ini bener punya Lo kan? Lo nggak bisa jawab ya?" kata Luna


"Lo salah orang kali, gue nggak pernah ngerasa punya benda itu." kata Alea dengan santainya karena memang bukan miliknya walaupun ia yang membelinya.


"Nggak usah bohong deh. semua orang juga udah tahu kali kalau Lo lagi hamil." kata Luna.


"Hamil Lo bilang? Setahu gue orang yang lagi datang bulan nggak bisa hamil, terus gimana caranya??" kata Alea yang langsung menarik tangan luna agar menyentuh sesuatunya yang bisa membungkam gadis itu.


"Akhhhh apa-apaan sih Lo, jijik gue!!!" seru Luna dengan menarik kembali.


"Sekarang puas kan Lo, kalau kurang puas, kita ke dokter aja kita konsultasi langsung gimana caranya cewe menstruasi terus bisa hamil." kata Alea yang membuat Luna terdiam.


"Gue ingetin Lo ya Luna, jangan asal nelen mentah-mentah kabar yang nggak tahu pasti sumbernya dari mana, Lo nggak tau banyak yang bakal di rugiin dengan kabar bodoh kaya gitu.'' kata Alea dengan menekankan kata-katanya kemudian pergi meninggalkan Luna dan teman-temannya.


Ya, semenjak ia hamil Alea memang selalu memakai pembalut saat ke sekolah. Ia melakukannya hanya untuk berjaga-jaga jika saja ada sesuatu yang tidak mengenakkan seperti yang baru saja ia alami


Luna dan teman-temannya pun saling tatap saja dan ntara percaya dan tidak percaya, tapi bagi Luna sendiri, hal itu sudah membuktikan jika Alea sedang tidak hamil


"Apa yang Lo bicarain sama mereka?" tanya Regantara yang melihat hal itu dan menghampiri Alea.


"Luna nuduh gue hamil." jawab Alea yang membuat Regantara terkejut.


"Kok bisa?" tanya Regantara.


"Iya karena tespek yang mau gue kasih ke Lila jatuh pas gue di toilet dan mungkin yang nemuin ya dia." jawab Alea.


"Terus Lo bilang apa?" tanya Regantara.


"Adalah, ini urusan cewe." jawab Alea dengan tersenyum kecil.


"Tapi gue yakin cepat atau lambat pasti semuanya bakalan tau Al." kata Regantara dengan khawatir.


"Udah nggak usah di pikirin, gue bisa ngatasin kok." ujar Alea.