
"Pagi sayang." ucap Regantara pada Alea yang membuat gadis itu terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.
"Lo ngomong apa barusan?" tanya Alea dengan memastikannya.
"Nggak ada ngomong apa apa gue. Ngelindur kali Lo." kata Regantara yang membuat Alea menggaruk kepalanya saja kemudian berlalu ke kamar mandi.
Aaaaaaaaaaaaakkkhhh
"Apaan? Kenapa Lo teriak teriak???" tanya Regantara dengan terkejutnya.
"A ada kecoa gue takut." ucap Alea dengan memegangi tangan Regantara.
Regantara hanya berdecak kesal saja kemudian memeriksa kamar mandi dan ternyata memang benar ada anak kecoa dan dengan santainya membuang kecoa itu.
"Udah nggak ada." kata Regantara.
"Serius??" tanya Alea dengan merasa curiga dengan Regantara.
"Serius. udah sana mandi." kata Regantara.
Saat membuka bajunya Alea berteriak kaget ketika mendapati seluruh dadanya ada bercak merah apalagi hampir memenuhi kedua *********** di leher pun juga sama.
"Rey!!!!!" teriak Alea dari dalam kamar mandi sementara Regantara hanya tersenyum saja karena ia tahu apa maksud dari teriakan Alea.
"Nggak bakal gue lepasin Lo lagi Alea." gumam Regantara dengan tersenyum smrik.
"Gila Lo ya Rey!!!!" seru Alea dengan keluar dari kamar mandi.
"Apa?" tanya Rey.
"Nih liat!!!!" kata Alea dengan membuka bajunya dan memperlihatkan betapa banyaknya tanda merah yang di buat Rey di dadanya.
"Mau lagi?" tanya Rey dengan tersenyum smrik.
"Dasar gila. Ini terus gimana ngilanginnya. Ahh lu mah." kata Alea dengan berdiri di depan cermin.
"Nggak usah di ilangin biarin aja kaya gitu. Lo cantik kok." kata Regantara dengan terkekeh.
"Cantik kepala mu!!! Nih liat gimana gue bisa keluar kalau leher gue kayak gini." kata Alea dengan kesalnya.
"Lo ngumpatin suami Lo sendiri? Lo nggak takut dosa." kata Regantara.
"Yaudah terus ini gimana cara ngilanginnya Rey, nggak bisa nih liat." kata Alea dengan terus menggosokkan tangannya sehingga membuat kulitnya menjadi merah.
"Kalau Lo kayak gini leher Lo bisa berdarah, pinter." kata Regantara dengan menghentikan tangan Alea.
"Terus gimana dong?" tanya Alea dengan mendongak kesal.
"Ya mana gue tau." kata Regantara membuat Alea benar-benar kesal.
"Ahh minggir lah Lo nggak usah deket-deket sama gue." kata Alea dengan mendorong Regantara.
"Lo ada fondation atau apalah itu namanya gue nggak tau. coba tutupi pake itu." kata Regantara.
"Oh iya bisa bisa pake itu." kata Alea dengan senangnya.
"Bantuin dong, malah diem aja. ini Lo yang buat ya." kata Alea dengan kesalnya.
"Iya iya mana, marah marah Mulu masih pagi juga." kata Regantara dengan membantu Alea mengoleskan fondation untuk menutupi bercak merahnya.
"Gila banyak banget ternyata." ucapnya dengan terkekeh.
"Baru sadar Lo hah nyengir Lo." kata Alea dengan kesalnya.
"Hebat ya gue. nanti malam buat lagi." kata Regantara yang membuat Alea langsung menatapnya dengan nyalang.
"Becanda becanda." ucap Regantara dengan terkekeh.
"Hehh nggak usah turun juga kali." kata Alea dengan memukul tangan Regantara ketika ingin masuk ke bajunya.
"Itu masih ada di dalam banyak kayaknya." kata Regantara.
"Kan ketutup sama baju. Udah lah." kata Alea dengan merebut kuasnya.
"Jam 11 nanti kita berangkat." kata Regantara yang membuat Alea hanya menatapnya saja lewat cermin.
"Al." panggil Regantara.
"Apa?" tanya Alea .
"Al..."
"Apa sih?"
"Alea."
"Apasih manggil terus nggak liat gue belum selesai."
"Ya cuman manggil aja emang nggak boleh."
"Ngeselin banget sih Lo." kata Alea dengan menatap Regantara kesal
Setelah selesai Alea beralih duduk di tepi kasurnya sambil bermain hp tapi sesaat kemudian tiba-tiba saja Regantara memeluknya yang membuat Alea terkejut.
"Apaan sih Rey ngga usah aneh aneh ya lepasin gue." kata Alea.
"Bentar doang biarin gue kayak gini dulu." ucap Regantara dengan meletakkan dagunya di bahu Alea
"kenapa Lo bikin gue kayak gini Al." ucap Regantara yang membuat Alea bingung
"Gue tau Lo marah sama gue, Lo kecewa sama gue tapi nggak harus kabur dan nggak ngabarin gue sama sekali. Biasanya gue selalu liat Lo dan tiba-tiba Lo ngilang gitu aja, dunia gue kayak nggak ada artinya tanpa Lo. Gue baru tahu rasanya gimana sepinya hari gue tanpa adanya Lo. Jangan kayak gini lagi, kalau Lo marah sama gue nggak papa marahi gue langsung maki maki gue langsung gue terima Al tapi Lo jangan pergi pergi lagi kayak gini." ucap Regantara.
"Saat itu Lo pasti tahu gimana posisinya gue. Dan gue nggak bisa bohongin diri gue saat itu kalau gue juga cinta sama Lolly karena sebelum ada Lo dia udah sama gue. Lo tahu gimana sulitnya jadi gue dan gue tau juga gimana perasaan Lo waktu itu, tapi sekarang udah beda Al, saat Lo pergi, gue menyadari satu hal kalau sebenarnya Lo udah ada tempat di hati gue. Gue cuman nyuruh Lo tunggu bentar aja tapi Lo ngga sabar dan malah ninggalin gue." lanjutnya yang membuat Alea terdiam saja.
Regantara menatap Alea dengan dalamnya tanpa berbicara apapun. Tatapan yang sebelumnya belum pernah Alea lihat sama sekali, tatapan yang hangat dan teduh.
"Janji sama gue Lo nggak bakal kaya gini lagi." kata Regantara.
"Nggak ada yang tahu bagaimana masa depan Rey. Jalani aja dulu dan perbaiki semua yang sebelumnya salah. Gu gue....gue...nggak mau maksain seseorang buat ngebales perasaan gue." ucap Alea.
"Itu nggak akan terjadi lagi. Lo mau nggak perbaiki semua ini demi anak kita?" tanya Rey yang membuat Alea menatapnya dan mengangguk pelan.
Regantara langsung mengecup lembut kening Alea dan memeluknya dengan erat begitupun Alea yang mulanya ragu tapi akhirnya membalas pelukan itu dan kemudian mendorong Regantara untuk menjauh karena tiba-tiba saja dia merasa mual mencium bau badan dan parfum yang di pakai Regantara.
"Lo belum mandi ya, bau banget hoekkk...ih jangan deket-deket gue. Sana jauhan dikit." kata Alea dengan mendorong Regantara membuat pria itu bingung.
"Kenapa? Gue udah mandi kok tadi." kata Regantara dengan mencium bau badannya dan tidak ada yang aneh sama sekali.
"Nggak bau kok. Hidung Lo kali yang bermasalah." kata Regantara yang mendekati Alea dan duduk di sampingnya sehingga membuat Alea benar-benar merasa mual sehingga langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
"Al Lo...."
"Jangan deket-deket sama gue, Lo bau tau nggak. gue pengen muntah kalau deket sama Lo. Lo nggak mandi berapa kali sih Rey." kata Alea yang membuat Regantara berhenti dan kembali menciumi seluruh tubuhnya.
"Bau apanya sih Lo aneh banget deh. Nggak bau, orang gue mandi pagi-pagi sebelum Lo bangun juga." kata Regantara.
Hoekkk hoeekkkk
"Jangan deket-deket gue Rey please...." ucap Alea dengan memohon.
Melihat itu membuat Regantara khawatir jika saja Alea sakit tapi ia juga bingung kenapa Alea menolak untuk dekat dengannya dengan alasan bau badan yang tidak masuk akal sama sekali.