
Tak terasa sudah 2 hari Alea tidak bersama Regantara karena pria itu keluar kota untuk mengurus pekerjaannya. ia tidak menginap di rumah orang tuanya melainkan tetap tinggal di rumahnya, meskipun begitu ia tidak sendirian karena ada Lila yang menemani dan tidur bersamanya. Tapi kadang Lila juga merasa kewalahan menghadapi Alea yang super emosional, kemarin seharian ia berusaha untuk menenangkan Alea yang menangis tiada henti entah apa sebabnya sampai membuat dia bingung dan pusing sendiri, sehingga ia menghubungi Regantara yang membuat gadis itu sedikit tenang.
Seperti sekarang ini, Lila hanya memperhatikan Alea yang tengah makan dengan begitu lahapnya. ia merasa seperti menjadi baby sister sekarang karena mengurusi Alea yang seperti anak kecil.
"Kok Lo nggak makan?" tanya Alea dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Gue ngeliat Lo makan aja udah kenyang Al. Dua hari hari ini gue bener-bener ngerasa jadi pengasuh Lo deh." kata Lila.
"Gue juga nggak tau kenapa gue bisa kayak gitu. Lo nanti pasti bakal ngalamin sendiri lah kalau udah hamil." ujar alea.
"Hamil apanya, nikah aja belum."kata Lila dengan malasnya
"Oh ya Al, gue lupa bilang sama Lo, kayaknya malam ini gue nggak bisa nginep di rumah Lo deh." kata Lila.
"Kenapa?" tanya Alea.
"Gue di suruh jagain adek gue. Tau sendiri kan si mbak kalau malam pulang ke rumahnya sementara orang tua gue tadi pagi berangkat keluar kota." jawab Lila.
"Nggak papa Lil. Gue yang makasih karena Lo udah mau nemenin gue." kata Alea.
"Yaelahh santai aja kali kaya sama siapa aja, abis ini gue anter Lo pulang terus gue balik rumah." kata Lila yang di angguki oleh Alea.
Setelah acara makan selesai, kini Lila mengantarkan Alea pulang ke rumahnya sementara dia langsung pergi dan kini Alea sendirian di rumah. Baru saja masuk entah kenapa ia langsung merasa bosan.
"Apa yang mau gue lakuin di rumah sebesar ini sendiri..." ucap Alea dengan mengelus perutnya yang sudah mulai buncit.
"Kok kayaknya baru kemaren gue nikah, sekarang udah besar aja perut gue." batinnya dengan tersenyum kecil sembari mengelus perutnya.
"Regantara pulang kapan sih, perasaan udah lama banget. Jangan jangan dia boongin gue lagi." kata Alea yang tiba-tiba kesal sendiri tapi tiba-tiba saja hp nya berdering dan ternyata itu panggilan video dari Regantara.
"Al, mana wajah Lo? Gue kangen." kata Regantara di seberang telepon.
"Nggak. Gue kesel sama Lo." kata Alea yang tidak bermaksud untuk menunjukkan wajahnya sedikit pun pada Regantara.
"Ayolah sayang...gue bener-bener sibuk, ini aja kerjaan gue belum kelar. Nih..." Alea melihat setumpukan berkas yang tengah berada di depan Regantara.
"Iya iya kenapa??" tanya Alea yang akhirnya menunjukkan wajahnya.
"Nah gitu dong. Gue bakal selesaiin secepatnya dan langsung pulang. Gue janji." kata Regantara dengan tersenyum mengangguk.
"Hmm..."
"Lo marah sama gue? Gue kerja juga demi Lo sama anak kita."
"Iya iya, yaudah lah gue capek mau istirahat." kata Alea yang langsung menutup panggilannya.
.....
Alea mengerjapkan matanya karena merasa ada sesuatu yang berat yang menimpanya. Ia menyipitkan matanya dan mendongak melihat sosok yang sangat ia rindukan. Entah ini mimpi atau bukan tapi karena masih mengantuk ia akhirnya memutuskan untuk tidur lagi dengan memeluk sosok yang baru saja dia lihat.
Pukul 8 pagi, Regantara bangun dan melihat jika Alea masih tertidur pulas dengan memeluknya erat. Ia hanya tersenyum saja melihat hal itu. Tadi malam ia sampai rumah pukul 11 malam tanpa memberitahu Alea jika dia akan pulang, entah seperti apa reaksinya jika tahu dia pulang lebih awal.
"Cantik banget...." gumam Regantara dengan merapikan anak rambut Alea hingga membuat gadis itu menggeliat dan membuka matanya.
"Rey..." ucap Alea yang sudah mulai sadar jika sosok yang tadi ia lihat memang Regantara.
"Hmmm gue disini. " ucap Regantara yang membuat Alea langsung memeluknya dengan erat
"Kenapa nih?" tanya Regantara dengan herannya tapi tidak di jawab oleh Alea.
Alea mendongak yang membuat Regantara menatapnya dengan tersenyum saja. Ia kemudian mengecup kening Alea dengan lama dan beralih ke pipi kemudian ia mencium lembut bibirnya dan mendapat respon yang baik dari Alea sehingga membuat Regantara tersenyum senang.
"Nggak kangen sama gue?" tanya Regantara dengan menghentikan ciumannya dan menatap Alea.
"Menurut Lo?" tanya Alea dengan kesalnya sehingga membuat Regantara langsung menciumnya lagi dengan lebih dalam.
kini keduanya pun larut dalam ciuman lembut yang penuh dengan kerinduan. Selama ini Regantara belum pernah merasakan rasa rindu yang amat dalam terhadap seorang wanita walaupun sebelumnya ia pernah menjalin hubungan tapi ia tidak pernah merasakan rindu seperti sekarang ini.
Yang tadinya hanya ciuman untuk melepaskan kerinduan, kini sudah beralih menjadi ciuman panas yang membuat mereka menginginkan lebih lagi, terlebih Regantara yang sangat memang sangat merindukan Alea.
"Rey.... pelan-pelan..." ucap Alea dengan menghentikan Regantara ketika pria itu akan masuk.
"Iya tenang aja gue tau dan nggak akan nyakitin anak kita. nikmatin aja." kata Regantara dengan memasukkan secara perlahan-lahan bersamaan dengan ciuman panasnya.
Seperti biasa, ia akan memberikan banyak tanda merah pada istrinya, dan Alea hanya bisa menerima setiap sentuhan yang di berikan Regantara karena dia juga menginginkannya.
"Lo nggak kangen gue Al?" tanya Regantara di sela-sela permainannya.
"Hmm gue kangen Lo." jawabnya dengan menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan matanya membuat Regantara tak bisa menahannya lagi.
"Aaaakhh.....ssshhhh...akhhhh...."
"Gue ngerasa waktu berjalan lambat banget." kata Regantara dengan terlentang di samping Alea.
"Apa setelah ini Lo bakal keluar kota lagi?" tanya Alea.
"Kenapa? Lo takut gue tinggal lagi? Lo kangen berat sama gue hmmm???" goda Regantara dengan terkekeh saja sementara Alea hanya mengerucutkan bibirnya saja dengan kesal.
"Mungkin iya, tapi nggak dalam waktu dekat ini. Gue sengaja selesaiin semuanya lebih awal karena gue udah pengen ketemu sama Lo." kata Regantara yang membuat Alea menoleh dengan herannya.
"Lo nggak percaya?" tanya Regantara.
"Iya gue percaya." jawab Alea .
"Dia nakal nggak pas gue tinggal? Lila sempet telpon gue beberapa kali dan bilang kalau Lo nangis nggak berhenti berhenti. Apa ini juga karena dia?" tanya Regantara.
"Dia pengen ngikut bapaknya tapi nggak boleh." jawab Alea.
"Bukannya nggak boleh. Gue takut Lo kecapean aja. Lo masih hamil muda dan masih rentan jadi gue nggak mau ngambil resiko buat kalian berdua." ujar Regantara.
"Yaudah gue mau mandi dulu." kata Alea.
"Mandi bareng?" tanya Regantara.
"Enggak! Gue capek." kata Alea dengan menekankan kata-katanya yang membuat Regantara terkekeh saja kemudian mengacak-acak rambut Alea dengan gemasnya.