Married With My Ketos

Married With My Ketos
INSIDEN PENCULIKAN



Ketika bangun tidur, Alea bingung melihat ada koper di depan lemari. tatapannya pun beralih ke kamar mandi yang terdengar suara gemercik air. ia mengucek matanya dan beranjak menghampiri koper itu dan membukanya.


Ceklekk...


"Udah bangun Al." kata Regantara dengan bertelanjang dada sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk satunya lagi.


"Lo mau kemana?" tanya Alea.


"Ada masalah di kantor cabang luar kota jadi gue harus pergi ke sana. Gue anter Lo ke sekolah abis itu gue langsung berangkat." kata Regantara dengan mengecup singkat pipi Alea.


"Kok nggak bilang dari kemarin?" tanya Alea .


"Lo tidur udah kaya mayat, mana tega gue bangunin. Oh ya, sebelum gue pulang, Lo nginep di rumah mama dulu, guel nggak mau kalau kejadian kaya kemarin ke ulang lagi " kata Regantara.


"Kok mendadak banget." kata Alea dengan menghela nafasnya saja.


"Bukan masalah dong kalau nggak mendadak. udah sana mandi dulu." kata Regantara dengan berjalan ke ruang ganti


Akhirnya mau tak mau Alea hanya menurut saja. setelah selesai dengan mandinya ia pun langsung berganti pakaian. Regantara sudah ada di bawah dan menunggu Alea.


"Kita makan dulu ya. belum telat banget kok." kata Regantara yang di angguki Alea.


Mereka mencari sarapan terlebih dahulu sebelum Regantara mengantarkan Alea ke sekolah. Sesekali Regantara menoleh dan terlihat sepanjang perjalanan Alea hanya cemberut dan diam saja.


"Kenapa? Gue cuman sebentar kok." kata Regantara dengan mengelus rambut Alea dengan sayangnya.


"Yaudah cepetan balik." kata Alea dengan memalingkan wajahnya


"Berangkat juga belum udah di suruh balik." kata Regantara dengan terkekeh.


"Jangan banyak tingkah dan jaga diri. setelah semuanya selesai gue bakal langsung pulang kok." kata Regantara ketika mereka sudah sampai depan sekolah.


"Iya iya. Pokoknya Lo harus kabarin gue terus nggak boleh lupa." kata Alea yang di angguki Regantara.


"Kalau gue telpon harus langsung di angkat." kata Alea lagi


"Iya sayang."


"Nggak boleh gatel sama cewe lain."


"Ehhh astaga, nggak lah." kata Regantara dengan terkekeh.


"Yaudah gue berangkat dulu." kata Alea yang seperti masih sangat berat untuk berpisah dengan Regantara.


"Gue keluar dulu." kata Alea


"Hmm hati-hati, jangan lari-lari." kata Regantara dengan sedikit heran dengan tingkah Alea


"Yakin nggak ada yang ketinggalan?" tanya Regantara dengan tersenyum saja.


"Udah sini." kata Regantara dengan terkekeh dan memeluk Alea lebih dulu. Ia mencium semua bagian wajah gadis itu tak terkecuali bibir yang selalu membuat ia candu.


"Udah kan." kata Regantara dengan tersenyum sementara Alea hanya mengangguk saja kemudian keluar dan melambaikan tangannya pada Regantara.


"Cieeee yang di anterin. si Rey nggak masuk kenapa?" tanya Kevin yang ternyata juga baru saja sampai


"Lagian berdiri di tengah jalan." kata Kevin.


"Biarin lah. Jalanan juga masih luas tuh." ujar Alea


"Si Rey ngapain nggak masuk?" tanya Kevin.


"Ada urusan di luar kota. Ah apaan sih kepo banget Lo." kata Alea dengan sinisnya.


"Gini gini kalau Regantara nggak masuk sekolah, gue yang gantiin perannya di sekolah." kata Kevin.


"Tau lah gue mau ke kelas." kata Alea dengan berjalan mendahului Kevin.


Pelajaran pun berjalan sebagaimana mestinya hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Kini Alea dan Lila tengah berada di kantin, mereka menikmati makan siangnya dengan sesekali bercanda riang.


"Nggak tau lah tiba-tiba banget ada kerjaan di luar kota. Malam ini gue nginep di rumah mami." kata Alea yang langsung di alihkan pembicaraannya oleh Lila karena terlalu keras.


"Jadi bener selama ini Lo sama Regantara udah serumah hah??" kata Luna yang tiba-tiba saja datang setelah Alea mengatakan itu.


"Kenapa? Lo juga mau serumah sama gue?" tanya Alea dengan malasnya.


"Heh Lo nggak tau malu banget ya!!" kata Luna dengan sinisnya.


"Biarin lah, apa urusannya sama Lo??" kata Alea.


"Ya jelas ada lah. Lo sekolah di sekolah yang sama sama gue, dan gue nggak mau kalau sekolah ini mendapat citra buruk karena kelakuan Lo. Lo harusnya tau batas dong, belum nikah udah serumah. apa itu namanya kalau bukan lon*e." kata Luna yang langsung membuat Alea berdiri dengan menggeber meja


Raut wajah gadis itu sudah terlihat memerah dan hampir saja memukul Luna jika saja Lila tidak langsung menghentikannya. Banyak pasang mata juga sudah memperhatikan keduanya


"Lo ada masalah apa sih sama gue hah???! Lo suka sama Regantara??" tanya Alea yang membuat Luna langsung terdiam karena memang gadis itu memendam perasaan pada Regantara sejak pertama kali ia masuk sekolah.


"Ya Lo pikir aja, menurut Lo, cewe satu rumah sama cowo tanpa ikatan apapun itu di benarkan nggak?? Kecuali si cewe emang murahan." kata Luna.


"Ada apa ini???" sebuah suara membuat Alea mengurungkan niatnya untuk membalas perkataan Luna.


"Bubar!!!!" bentaknya.


"Luna!!! Alea!!!"


Akhirnya dengan kesalnya Alea pun pergi dari kantin dan sepanjang koridor ia terus menerus mengumpat serapahi Luna karena sudah menghinanya di depan semua siswa.


Pulang sekolah seperti sebelumnya, Alea akan berjalan kaki untuk sampai ke rumah orangtuanya. Sebenarnya Lila sudah menawarkan untuk menghantar, tapi Alea menolak dengan alasan sudah lama otot kakinya tidak di latih lagi


Saat tengah berjalan dengan tenangnya, tiba-tiba saja sebuah mobil hitam berhenti tepat di sampingnya sehingga membuat ia juga berhenti. Tapi kemudian hal tak terduga pun terjadi pada Alea. seorang pria dengan berpakaian serba hitam tiba-tiba keluar dari mobil dan langsung membekap Alea dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya, sehingga langsung membuat Alea pingsan seketika sebelum berteriak.


"Jalan!!" perintah pria misterius itu pada sopirnya.


Tanpa mereka sadari, ada seorang siswa yang melihat kejadian itu tapi ia tidak terlalu memperhatikan jika Alea sebentar di culik bukan di tarik ke dalam mobil oleh saudara ataupun keluarganya. Ya, gadis itu berfikir demikian, karena itu ia tidak berteriak minta tolong tau mengejarnya.


"Cari hp nya di mana." kata seorang pria di depan sambil menatap lurus.


dengan segera seorang pria langsung menggeledah tas Alea kemudian mengambil hpnya dan di berikan pada pria yang menyuruhnya tadi. seulas senyum smrik pun terbit di bibir pria itu setelah memegang hp Alea.


"Hallo bos... semua berjalan lancar. saya langsung ke sana sekarang." kata pria itu kemudian mematikan panggilannya.