Madollsman

Madollsman
ERGOTISME



Saat malam hari, mereka berempat pun sekarang berkumpul memutus kan untuk berjalan jalan di sekitaran penginapan,


"Hei lihat ada warung makan, bagaimana kalau kita coba untuk makan di sana dahulu yuk" ucap Chana sambil menunjuk ke warung makan tersebut


"Hmm baiklah lagi pula cacing - cacing di perut ku juga sudah pada meronta ronta tampak nya" jawab Jintan dengan memegangi perut nya


Mereka ber empat pun pergih ke warung makan tersebut ,warung makan itu cukup sederhana dengan seorang pria paruhbaya sebagai pelayan sekaligus pemilik tempat itu


"silakan duduk , ini daftar menu nya silakan di pilih ? " dengan ramah pemilik warung memberikan daftar menu kepada mereka


"Ahh iya pa" jawab Acha


Sambil menunggu pesanan mereka siap mereka berempat pun berbincang-bincang sedikit , hingga akhir nya hidangan yang mereka tunggu pun datang


"ini maaf sudah membuat kalian menunggu" ucap pemilik warung sambil meberikan hidangan mereka di atas meja


"Oh terima kasih Pak " ucap jintan


"Hmm ini sangat enak Pak " ucap Benjamin sambil mengunyah makanan yang baru saja tiba


"Terima kasih itu memang menu andalan tempat bapak , resep masakan yang sudah turun temurun di wariskan di keluarga bapak" ucap pemilik warung


"Hmmm pantas saja rasa nya sangat enak" ucap Acha sambil mencoba makanan itu juga


"Oh iya ini minuman racikan dari keluarga bapak juga , minum lah yang ini gratis " ucap pemilik warung sambil memberikan minuman nya kepada mereka


"Ahh terima kasih pa" ucap mereka ber empat


Saat meraka ber empat menyantap hidangan meraka ,tak lama datang tiga pria yang bekunjung ke warung makan tersebut


"silakan duduk" ucap pemilik warung dengan ramah


"Hy cepat berikan menu nya pa tua" ucap salah satu pria tersebut


"Ahh baik ini maaf lama" ucap pemilik warung


"Apa-apan semua menu ini tampak nya tidak ada yang enak" ucap salah satu pria tersebut sambil membaca menu itu dengan kaki berada di atas meja


"Hy Pak tua bawakan aku alkohol terbaik mu cepat" ucap salah satu pria tersebut


"maaf kan saya , saya tidak menjual minuman berakhol di sini" ucap pemilik warung


"Ahh apa-apaan tempat ini bahkan alkohol pun tidak ada !, ya sudah sebagai ganti karena tidak ada alkohol di sini berikan kami uang, kami akan pergih memaafkan warung makan mu yang payah ini" ucap salah satu pria tersebut


Benjamin yang mendengar itu pun langsung berdiri berteriak ke arah ketiga pria tersebut


" Hy kalian para bajing*n , kalian pikir kalian siapa ha main seenak nya saja meminta uang kepada orang lain haaa"


Ketiga pria itu pun tak terima dengan ucapan benjamin mereka pun berdiri dari kursi mereka menghampiri Benjamin


"Oi kau Bocah haa berani kau berkata begitu ke kami haa sudah hebat rupa nya kau haaa" ucap salah satu pria tersebut


Jintan yang melihat itu pun langsung melerai mereka


"Hentikan Ben jangan buat kerusuhan di sini"


Lalu salah satu pria melirik chana acha yang sedang duduk


"Hy kalian berdua lebih baik kalian ikut kami , kalian pasti akan bersenang senang kalau bersama kami , daripada kalian ber sama dengan dua orang bodoh ini" ucap salah satu pria tersebut


"cihh najis aku bersama orang-orang brengs*k kaya kalian" ucap Acha sambil melihat pria tersebut


"Haaa wanita kecil ini cukup kasar ya hehehehe" ucap pria tersebut sambil memegang bahu acha


"Hy hentikan jangan sentuh teman ku " ucap Jintan dengan nada tinggi


" Hu si brengs*k ini berani menyentuh ku , kau pikir kau siapa haaa" ucap pria tersebut sambil memukul wajah Jintan


"hy jin hajar para manusia sialan ini jin cepat aku sudah muak melihat tingkah mereka" ucap Ultram


Namun Jintan hanya diam dia tidak mau membalas perlakuan ke tiga pria tersebut karena Jintan tidak mau membuat kerusuhan di tempat si pemilik warung


di saat situasi makin memanas, pemilik warung pun datang untuk melerai mereka memberikan uang kepada ketiga pria tersebut ,lalu ketiga pria tersebut pun pergih meninggal kan Jintan yang lain nya.


"Hei kau jika kita bertemu lagi ku habisi kau hehehehe" ucap salah satu pria tersebut sambil berjalan keluar warung


"Kau tidak apa-apa kan nak?" tanya pemilik warung kepada Jintan


"Tidak saya tidak apa-apa Pak tenang saja " jawab Jintan sambil duduk kembali ke kursi nya


"Orang-orang itu pasti akan mendapat balasan suatu saat nanti " gumam Chana


"hh iya mereka pasti akan mendapat kan balasan nya" ucap pemilik warung yang mendengar gumaman Chana


suasana di warung makan itu pun kembali tenang ,merka ber empat pun melanjut kan makanan mereka yang sempat tertunda itu , ketika selesai makan mereka memutus kan utuh kembali ke penginapan untuk istirahat


di saat Acha Chana tidur ,Jintan Benjamin masih terjaga mereka pun duduk di depan penginapan yang mengarah ke pantai


"Hy Jin mengapa kau tidak lawan saja ketiga pria sialan itu?" tanya Benjamin


"kalau aku lawan pasti akan membuat rusuh tempat itu aku tidak enak dengan pelanggan lain si pemilik warung itu" jawab Jintan dengan memandangi gelap nya pantai


Tak lama kemudian jintan seperti mendengar susuatu dari arah hutan yang tak jauh dari penginapan ,jintan pun berdiri berjalan ke arah hutan yang tak jauh dari penginapan itu


"Jin kau mau ke mana ?" tanya Benjamin kepada Jintan yang sedang berjalan meninggalkan nya


"Kau tunggu sini saja aku cuma mau melihat-lihat sebentar saja !" ucap Jintan sambil melanjutkan perjalanan nya


"hmm baik lah jangan lama lama kau" jawab Benjamin sambil kembali meminum minuman nya


"hy jin kau mau ke mana" tanya ultram


"Hmm aku seperti mendengar teriakan seseorang di dalam hutan" ucap Jintan


Tak lama Jintan berjalan menyusuri hutan itu dia melihat cahaya ,ketika dia mendekati nya dia melihat seorang pria dengan tangan kanan hitam besar menyerupai tangan para morbus ,yang mengeluarkan api sedang membakar seseorang hingga tak tersisa,


Jintan yang tak asing dengan pria yang sedang membakar seseorang itu pun berkata


"Hy Pak pemilik warung apa yang sedang kau lakukan?" ucap Jintan kepada pemilik warung


Pemilik warung yang kaget mendengar suara itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


"Ohh ku pikir siapa? tenyata kau rupa nya nak!" ucap pemilik warung sambil tersenyum ke arah jintan


"hei pa aku tanya kau sedang apa , mengapa kau membunuh orang itu?" ucap Jintan


"Oh ini,, aku hanya menyucikan orang ini dengan api ku , dia salah satu orang yang menggagu mu teman-teman mu kan , kau kembali saja sana biar aku yang memberikan hukuman kepada mereka yang jahat ini" ucap pemilik warung sambil memegang tangan morbus nya


"Hy pa , hukuman mu terlalu berlebihan mereka masih bisa berubah" jawab Jintan dengan serius


"Hmm kau terlalu naif nak berpikir mereka bisa berubah jadi baik , bagaimana jika mereka berubah menjadi lebih jahat melakukan hal yang lebih parah dari ini, aku cuma tidak mau mengambil risiko hanya dengan percaya kalau mereka bisa berubah jadi lebih baik , jadi lebih baik aku musnah kan saja langsung orang-orang yang berpotensi merusak kebahagiaan orang lain ini " ucap pemilik warung


" hy Jin aku tahu tangan morbus itu ,itu tangan dari ergotisme , kau harus menghentikan nya sekarang Jin sebelum ergotisme menguasai tubuh pria itu sepenuh nya jin jika itu terjadi maka akan sangat membahaya kan bagi orang lain jin" ucap Ultram


Jintan yang mendengar itu pun bersiap untuk menyerang si pemilik warung tersebut .