Madollsman

Madollsman
PROLOG



awal kisah seorang siswa biasa yang bernama JINTAN ! seorang pelajar ,di peguruan tinggi di kota yang bernama, VAL CITY yang jauh dari kampung halamannya untuk menimba ilmu di kota ini , dia tinggal di apartemen kecil nan kumuh seorang diri , ketika dia tidak sedang bersekolah dia juga bekerja sambilan di kedai kopi dekat apatermennya .


Saat malam hari saat kedai kopi tempat Jintan bekerja akan tutup


"Oy Jintan apa kau sudah selesai ? ayo cepat kita pulang aku sudah ga sabar bertemu kasur empuk di kamarku"


terdengar suara lembut yang menyebut nama Jintan di belakang tubuh nya , Jintan pun menoleh ke arah sumber suara tersebut,


lalu Jintan pun melihat sosok wanita berparas cantik dengan rambut panjangnya bibir merah merekah nya.


"iya ini juga sudah selesai ko Na !! lagian kalau lama-lama berada di sini pasti Pak tua gendut sangar itu menyuruh kita ngelakuin hal yang tidak berguna lagi" jawab Jintan kepada wanita itu, yang merupakan teman kerja nya yang bernama Chana


selesai Jintan berbicara seperti itu, tiba-tiba telinga Jintan di tarik oleh tangan besar seseorang terdengar suara macho seorang pria di belakang tubuhnya Jintan


"Oi siapa yang kau bilang gendut ha ? aku ini ga gendut cuma kelebihan lemak saja!" ujar Pria tersebut sambil terus menarik kuping Jintan secara perlahan


Jintan pun menoleh sambil mengerang ke sakitan ke arah tangan itu yang menarik telinganya , Terlihat seorang pria paruh baya, yang bertubuh gemuk ,dengan tato di bagian kiri lehernya membuat pria itu sedikit menakutkan untuk Jintan, namun sebenarnya dia adalah salah satu pria baik yang Jintan kenal di kota ini , pria itu bernama Tony


"Aduh Pak Tony, aku sudah tahu kalau itu cuma lemak berlebih aku cuma mau menggoda anda doang ko Pak heheheh" jawab Jintan mengelak


"Hahahahahah kau ini ya !!, apa kalian berdua mau pulang sekarang ?" ujar Tony kepada mereka berdua yang tampak akan pergih,


"Ya kami mau pulang Pak" jawab Jintan Chana dengan logat ala militer


"Ya sudah kalau kalian mau pulang silakan saja! , hari ini tampak nya bisa tidur nyenyak dengan dua amplop ini di pelukan ku" ujar Tony sambil mengibas-ngibaskan kedua amplop yang ada di tangannya


Jintan Chana yang melihat itu pun, mulai tersadar bahwa hari ini adalah hari gajihan mereka berdua ,


"Oy tunggu Pak Tony ,sebenernya kami tidak mau pulang pa, bahkan kami pun sebenarnya ingin terus berada di sini seharian tempat ini sungguh membuat kami nyaman !!" ujar Jintan sambil melihat kedua amplop itu


"Ahh bukannya tadi kalian bilangnya mau pulang ? ya sudah cepat pulang sana kalian " balas Tony


Jintan pun menoleh ke arah Chana sambil memberi kode dengan gerakan mata nya untuk mengalihkan perhatian Tony, lalu Chana pun mulai mendekati sisi kiri Tony


"hy lihat tato ini ? hmm apa kah bapak punya cerita tentang tato ini ,apa jangan-jangan bapa dahulu seorang mafia kah ?" ujar Chana sambil menyentuh tato di leher Tony


Sambil tersenyum kecil Tony melirik Chana yang memegang lehernya tersebut sebelum dia mengucapkan kata-katanya Jintan pun mengambil kedua amplop yang ada di tangan Tony,. Jintan Chana pun langsung lari meninggalkan Tony


karena arah apartemen Jintan rumah Chana satu arah mereka pun sering pulang bersama-sama, namun di malam itu saat meraka jalan di tempat di mana mereka lewati mereka melihat sosok besar seperti sedang memakan sesuatu.


"Jintan apa itu morbus?, Jintan kita harus segera lari" ucap panik Chana


"iya Chana cepat kita balik arah" jawab Jintan sambil mencoba lari


tetapi morbus itu sudah menyadari kehadiran mereka berdua, lalu makhluk itu pun melempar sisa-sisa tubuh sesuatu yang morbus itu makan tadi , mengenai tubuh Chana hingga Chana terpental pingsan


"Ahh chana" ujar Jintan yang melihat Chana tersungkur ke tanah


Jintan yang melihat Chana yang pingsan membuat nya terhenti dari perlariannya, hal lain yang membuat kaki-kaki nya Jintan lemas, sampai tak mampu berdiri adalah sesuatu yang morbus lemparkan kepada Chana adalah potongan tubuh manusia ,


Lalu Jintan melihat ke arah morbus itu yang perlahan-lahan mendekatinya ,ketika jintan sudah pasrah akan hidup nya tiba-tiba ada sebuah makhluk menyerupai obat yang terbang ke arah nya berbentuk kapsul tetapi memiliki mata mulut , makhluk aneh itu berkata,


"Hei manusia cepat telan aku jika kau masih mau hidup"


"Siapa kau, makhluk apa kau ini apa kau morbus juga" balas jintan kepada makhluk yang berada tepan di depan wajah nya.


"Ahhh banyak tanya" makhluk itu pun langsung masuk ke dalam mulut jintan menyatu dengan tubuh Jintan


Jintan pun berusaha mengeluarkan obat itu dari dalam mulutnya tetapi saat dia melakukan itu , tiba-tiba terdengar suara di dalam kepalanya yang berbicara


" hei kau manusia cepat bangun lawan morbus itu"


Jintan pun terkejut mendengar suara dalam kepalanya jintan pun langsung berdiri seperti yang di minta obat itu di kepalanya ,lalu setelah jintan berdiri jintan bingung harus melakukan apa, Sementara itu morbus itu makin mendekatinya , lalu suara makhluk itu pun kembali terdengar di kepala Jintan


"hei manusia kau jangan hanya diam saja ,cepat bayangkan sesuatu untuk menghadapi morbus itu"


"Haa bayangkan apa aku tak tahu" jawab jintan dengan kebingungan


"dasar bodoh apa saja cepat dia makin mendekat bayangkan besi ,kayu apa pun itu yang punya unsur padat lalu ubah bentuknya jadi senjata untuk menghadapi morbus itu"


morbus itu pun sudah berada di hadapan Jintan, saat morbus itu mau mencekik leher Jintan tiba-tiba tangan morbus itu terputus oleh tebasan pedang yang berada di tangan Jintan.