
Pagi itu di penginapan, datang seorang pria ke penginapan tersebut
"hay Ben ku dengar, teman mu ada yang terluka semalam" ucap pria tersebut sambil berjalan ke arah meraka berempat yang sedang berkumpul
Mereka pun menoleh ke arah suara tersebut mereka melihat seorang pria paruh baya dengan pakaian yang rapi dengan tubuh besar yang berotot memiliki wajah yang cukup menawan.
"Paman" ucap Benjamin yang melihat pria itu
" Owh keponakan ku yang sudah besar ini ! ben bagaimana kabarmu , orang tua mu ben??" ucap Paman Benjamin
"Aku baik saja, ayah ibu juga baik-baik saja paman !" ucap Benjamin sambil memeluk paman nya
"syukur lah kalau begitu" ucap paman Benjamin sambil membalas pelukan Benjamin
"Oh iya teman-teman perkenalkan ini paman ku si pemilik penginapan ini " ucap Benjamin sambil memperkenal kan paman nya kepada mereka bertiga
Mereka bertiga pun memberikan salam kepada paman benjamain .
"Terima kasih paman ben sudah mengizinkan kami menginap di penginapan yang mewah ini" ucap Chana berterima kasih kepada paman Benjamain
" Ohh kalian tidak perlu sungkan akan hal itu , maaf aku baru memperkenal kan diri kepada kalian aku cukup sibuk kemarin, hingga tidak bisa menyambut kedatangan kalian" balas paman Benjamain kepada mereka bertiga
" Hmm jadi di antara kalian mana yang sedang terluka" bertanya paman ben kepada meraka
"ini paman pria dengan tampang bodoh ini semalam saat sedang berjalan-jalan dia di serang seekor morbus" balas Benjamin sambil memegang bahu Jintan
"Sungguh! kau di serang morbus? " bertanya paman Benjamain kepada Jintan
"ahh iya paman semalam saya tiba-tiba di serang morbus tetapi untung lah saya masih bisa melarikan diri dari morbus itu" jawab Jintan
" Ternyata kau cukup hebat rupa nya bisa lari dari morbus itu nak!, apa kau mau aku panggilkan dokter pribadi ku untuk melihat kondisi mu?" ucap paman Benjamin yang melihat Jintan
"Ahh tidak perlu repot-repot paman saya sudah baikan ko " balas Jintan
"syukur lah kalau kau sudah baikan nak " ucap paman Benjamin
"maaf sebenar nya aku ingin banyak mengobrol bersama kalian tetapi aku sekarang sedang ada urusan di luar jadi maaf kan aku , aku harus pergih sekarang" lanjut ucap paman Benjamin kepada mereka berempat
"Tidak apa-apa paman ben jika anda mau pergih! , malah kami yang merasa tidak enak sadah mengganggu waktu paman hanya untuk menyapa kami" ucap cahan kepada paman benjamain
"itu sudah tugas ku untuk menyambut tamu spesial seperti kalian jadi tidak usah sungkan , jadi maaf aku ya aku harus pergih kalian nikmati lah liburan kalian di sini terus berhati-hati oke!!"
"baik paman " ucap mereka berempat
Paman Benjamin pun pergih meninggalkan mereka berempat di penginapan itu
Mereka pun kembali menikmati liburan mereka ,dengan bermain air di tepi pantai sampai sore menjelang, mereka pun menikmati setiap waktu liburan meraka kecuali Jintan yang masih berpikiran tentang si pemilik warung apa yang harus dia lakukan sekarang kepada pemilik warung
"jin apa yang akan kau lakukan sekarang!, apa kau ingin menuruti perintah pria itu?"
"tentu tidak ram aku akan menghentikan nya kali ini " jawab Jintan
"bagaimana caranya ha? jika kau masih ragu untuk membunuh pria itu kau akan bernasib sama saperti semalam, " ucap ultram
"Hmm" ucap Jintan yang kebingungan
"hy jin tidak ada cara lain selain membunuh pria itu, hari demi hari ergotisme itu akan menguasai tubuh pria itu , jika itu terjadi bencana besar pun tidak bisa kita hindar kan" ucap Ultram kepada jintan
"Oiii Jin kau mau ke mana?" ucap Acha yang melihat Jintan pergih meninggal kan mereka
"Aku hanya mau mencari makan tidak akan lama ko" balas jintan
"Baik lah tetapi berhati-hati lah jangan sampai seperti semalam kau Jin" ucap Acha
"Baiklah aku akan berhati-hati" balas Jintan meninggal kan mereka
Lalu di sore itu di tempat warung makan, si pemilik warung sedang mempersiapkan bahan makanan untuk dia jual di tempat nya , saat sedang menyiapkan bahan makanan si pemilik warung melihat biji-bijian gandum yang akan dia olah menjadi makanan pun kembali teringat akan masa lalu nya.
[ empat bulan lalu ]
Terlihat salah satu keluarga kecil yang sedang menikmati sore hari sambil berjalan-jalan di suatu perbelanjaan di sudut kota.
"Hy ayah lihat !apa aku cocok mengenakan ini?" ucap seorang anak kecil sambil menunjukkan topi yang iya kenakan kepada seseorang yang dia sebut ayah
"wow kau sangat cantik nak , apa kau mau topi ini ?biar ayah belikan untuk mu" ucap sang ayah
Tiba-tiba datang seorang prempuan yang masih terlihat muda menghentikan obrolan ayah anak itu
"Hay kalian sudah ku bilang bukan untuk tidak boros " ucap wanita itu
"tetapi sayang apa kau tidak melihat ! , betapa cantik nya putri kita mengenakan topi ini"
Ucap pria tersebut kepada wanita yang adalah ibu dari anak istri pria tersebut
"Hy nak sudah ya nanti di rumah ibu buat kan topi untuk mu ya ,yang tidak kalah bagus dengan topi ini" ucap dengan senyuman sang ibu kepada anak nya
"Sungguh !,, ibu akan membuatkan aku topi saat di rumah nanti?" jawab sang anak sambil menaruh topi itu ke tempat nya kembali
"Tentu sayang" ucap wanita itu kepada anak nya sambil memegang tangan putri kecil nya
Lalu keluarga itu pun kembali melanjutkan jalan-jalan mereka di sana ,hingga malam menjelang.
"Hy kalian tunggu sini ya,, aku mau membeli minuman dahulu" ucap pria tersebut kepada anak istri nya sambil berjalan menuju mesin penjual minuman yang berada tak jauh dari tempat mereka berada
Namun di saat pria tersebut memasukan uang nya kedalam mesin minuman itu tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari belakang pria tersebut "BruAAKkkkkkkk"
Pria itu pun menoleh ke arah suara tersebut lalu si pria pun kaget melihat bahwa suara yang dia dengar adalah suara mobil yang menabrak anak istri nya
Pria itu pun langsung menghampiri tempat itu untuk melihat kondisi anak istrinya namun hal yang sangat pahit harus di terima nya ketika dia mendapatkan bahwa anak istrinya tewas di saat itu juga, sementara pengemudi mobil yang menabrak anak istri nya berhasil selamat.
di hari-hari selanjutnya si pengemudi di sidang untuk menentukan hukuman untuk si pengemudi itu , pengacara dari si pria yang anak istri nya yang tewas tertabrak memberikan bukti-bukti yang cukup kuat untuk memperjerat si pengemudi ke hukuman yang setimpal oleh perbuatan nya
Namun hal pahit kembali terjadi kepada si pria tersebut ,entah karena memang si pengemudi tidak bersalah atau karena si pengemudi adalah salah satu orang penting di kota ini , pengadilan pun memutuskan bahwa si pengemudi tidak bersalah membebaskan si pengemudi.
Hy kau lihat kan aku ini tidak bersalah yang bersalah itu anak istri mu, mengapa mereka berada di pinggir jalan coba saat mobil ku melintas" ucap dengan senyum pengemudi itu kepada sang pria
Mendengar itu pun sang pria sontak marah hendak memukul pengemudi tersebut
"Kau brengs*k kau pembunuh lihat saja nanti kau akan mendapatkan hukuman atas perbuatan mu ini" ucap pria itu yang berusaha memukul pengemudi itu tetapi dia di cegah oleh orang-orang di sekitarnya
Hingga suatu malam saat dia masih dalam keterpurukan sepeninggalan anak istrinya dia mencoba memasak gandum untuk dia makan namun tanpa dia sadari dia juga memasak gandum yang terkontaminasi jamur Claviceps purpurea .