Madollsman

Madollsman
Hypertrichosis



"Dasar para penduduk kota benar-benar ya"


Jintan yang baru saja sampai kembali ke apartemen nya


"Ram aku penasaran apa pelanggan kedai ,menjadi korban morbus itu juga atau tidak ya? ,tetapi aku tidak menemukan keberadaan jasadnya sama sekali di sekitar sana"


Ujar Jintan sambil memegang potongan hoodie si pelanggan yang dia bawanya


"Entahlah Jin lebih baik lihat besok saja kalau dia datang ke kedai kembali berarti dia selamat ,tetapi jika dia tidak ada, lebih baik kau coba cari alamatnya saja Jin"


"Ya kau benar Ram lebih baik aku istirahat malam ini"


Balas Jintan sambil menidurkan tubuhnya


Rringgggg Rringggg Rringggggg


"Kali ini kau telat aku sudah bangun"


Jintan mematikan jam deker nya yang baru berbunyi


Pagi itu Jintan pergih menuju ke kedai kopi Tony untuk bekerja ,dalam perjalanan nya dia melihat banyak sayatan cakar di tembok-tembok yang dia lewati


"ini aneh apa mungkin morbus yang semalam berkeliaran sampai ke sini"


Gumam Jintan saat melihat tembok yang penuh bekas cakaran


Jintan pun terus melanjutkan perjalanannya menuju kedai kopi Tony


"Hai ada apa ini?"


Ucap bertanya Jintan kepada Tony yang sedang membersihkan serpihan kaca tokonya yang pecah


"entah lah aku tidak tahu orang brengs*k mana yang tega menghancurkan kaca kedai ku ini"


Balas Tony yang tampak kesal


"Hay bocah jangan hanya diam cepat bantu aku biar kita bisa secepatnya membuka kedai"


Lanjut Tony memerintah Jintan


Saat Jintan membereskan serpihan kaca-kaca yang hancur itu ,Jintan menemukan segumpalan bulu di pinggiran tembok yang kacanya pecah itu


"Hu bulu ini sepertinya tidak asing"


Gumam Jintan sambil memainkan bulu itu di tangannya


Saat sedang bekerja pun Jintan masih terus kepikiran akan bulu yang dia temui pagi ini


"Hu bulu itu benar-benar mirip seperti bulu yang ada di tubuhnya pelanggan itu"


Gumam Jintan dalam hatinya


"Hai Jintan ini antarkan pesanannya,,, Hay hay Jintan"


Ujar Chana kepada Jintan yang sedang melamun


"Ahhh iya maaf aku sedang melamun"


Balas Jintan yang tersadar mendengar kata-kata Chana


"Huu dasar kau ini" Ujar Chana yang melihat tingkah Jintan


Hari pun mulai menjelang sore pelanggan yang ditunggu oleh Jintan belum juga datang membuat perasaan Jintan sedikit resah.


"Huu pelanggan itu ko belum datang ya"


Gumam Jintan yang tampak tak sabaran untuk melihat si pelanggan


"Tumben kamu mau menunggu pelanggan itu biasanya juga kamu orang yang paling merasa kesal dengannya, Gara-gara datang saat kita mau tutup mulu"


Balas Chana yang mendengar gumaman Jintan


"Hehe" Jintan hanya mampu tertawa mendengar kata-kata dari Chana


Tringss


Jintan yang mendengar suara pintu kedai itu berbunyi pun langsung bergegas berdiri dari tempat duduknya


"Selamat datang"


Ucap Jintan kepada Pelanggan itu


"Anu saya pesan seperti biasanya"


Ucap pelanggan itu memesan kepada Jintan


"sukurlah ternyata dia masih hidup dia juga tidak berubah menjadi morbus sukurlah"


Gumam Jintan yang tampak lega melihat pelanggan itu yang masih datang ke kedai


"ini maaf membuat anda menunggu"


Ucap Jintan sambil menaruh pesanannya ke atas meja


"Ohh iya terima kasih"


Pria itu membalas kata-kata Jintan dengan tatapan kosongnya seperti biasa


"Anu maaf sebelumnya apa anda semalam baik-baik saja?"


Ucap Jintan yang bertanya karena penasaran dengan keadaan si pelanggan


"Ohh ya soal kemarin ya , iya saya baik-baik saja ko anda tidak perlu khawatir" Balas pelanggan itu sambil meminum minumannya


"maaf tuan apa anda semalam tidak pergih ke mana-mana, soalnya saya kemarin menemukan potongan hoodie anda tuan"


Ujar Jintan sambil menunjukkan potongan hoodie tersebut kepada si pelanggan


"Ohh saya sehabis dari sini langsung pulang untuk istirahat , kalau soal potongan hoodie ini , kalau tidak salah kemarin malam saya gantung di depan rumah tetapi saat pagi harinya saat hoodie itu mau saya ambil hoodie itu sudah tidak ada"


Balas si pelanggan itu dengan mata melotot nya seakan terkejut melihat potongan hoodie miliknya yang berada di tangan Jintan


"Oh sukurlah tuan saya cukup khawatir tentang anda pas menemukan potongan ini, kalau begitu saya permisi dahulu ya tuan"


Ujar Jintan sambil kembali ketempatnya


"Aku merasa curiga dengan pria itu Jin, lebih baik kau ikuti dia nanti"


Saat pelanggan itu meninggalkan kedai kopi Tony , Jintan pun bersiap untuk mengikuti pria itu


"Oii bocah kau mau ke mana kau belum selesai merapihkan meja itu"


Ujar Tony yang melihat Jintan berlari keluar kedai


"Ahh maaf aku ada urusan penting"


Balas Jintan sambil terus mengejar pelanggan itu


Jintan pun terus mengikuti pelanggan itu sampai malam menjelang


"Apa itu rumahnya"


Ucap Jintan yang melihat pria itu masuk kedalam rumahnya


Jintan pun mengendap-ngendap di pinggir rumah si pelanggan itu untuk melihat aktivitas si pelanggan itu di dalam rumah


"Huu bisa bahaya kalau ada orang yang melihat ku seperti ini ,Aku bisa dikira pencuri"


Gumam Jintan yang sadar akan perbuatannya


"Arghhhhhhh argghhhh"


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam rumah itu


"Sial suara apa itu"


Jintan pun langsung masuk ke dalam rumah itu untuk memeriksa suara teriakan itu


"Permisi tuan apa anda baik-baik saja"


Ucap teriak Jintan memanggil si pelanggan tetapi tak ada satu pun jawaban


Hingga saat Jintan menaiki tangga lantai dua rumah itu ,Jintan terkejut ketika melihat si pelanggan sedang berubah menjadi sosok morbus yang mirip seperti manusia serigala


"Hai ram apa itu"


Ucap bertanya Jintan kepada Ultram karena keheranan melihat sosok yang ada di depannya menyerupai sosok yang ada di film-film yang pernah dia tonton


"itu Hypertrichosis Jin gerakannya cepat senjata utamanya cakar gigitannya jin, dia hanya muncul saat malam hari , itu menjelaskan semuanya mengapa pelanggan itu masih bisa datang ke kedai setiap harinya Jin"


"Sungguh ! lalu apa yang harus aku lakukan kepada pelanggan itu ,Apa aku harus membunuhnya tetapi dilain sisi dia masih bisa berubah menjadi manusia saat matahari terbit"


Balas Jintan yang kebingungan harus berbuat apa ke si pelanggan itu


"Errrrrrrrrr"


Tak lama kemudian Hypertrichosis yang menyadari keberadaan Jintan pun langsung menyerang Jintan hingga Jintan terperosok kembali ke lantai bawah.


"Sial Punch Glass"


Jintan memukul Hypertrichosis tersebut sampai terlempar ke luar rumah


"Sial apa yang harus aku lakukan kepada orang ini sekarang, Armor"


Ujar Jintan yang tampak kebingungan untuk membunuh atau membiarkan Hypertrichosis tersebut


Namun saat Jintan sibuk memikirkan apa yang harus iya lakukan , tiba-tiba Hypertrichosis itu berlari pergih menjauhi Jintan.