
"Hy Jin cepat sadarlah ". Ultram mencoba menyadarkan Jintan"Hy Jin cepat sadarlah ". Ultram mencoba menyadarkan Jintan
"uhuk uhuk"
Kata-kata Ultram yang ada pada tubuh Jintan ,Menyadarkan jintan dari pingsan nya nampaknya Jintan berhasil selamat karna dia membuat kubus kaca untuk melindunginya dari serangan Ergotisme tersebut, yang meghancurkan rumah Pamannya Benjamin.
"Bagus lah kau sudah sadar Jin , Pria itu nampaknya sudah sepenuhnya berubah menjadi Ergotisme Jin, Lebih baik kita tetap bersembunyi di bawah reruntuhan ini , mustahil kita bisa mengalahkan Ergotisme itu!"
"Huu diam berdiri saja,saat morbus brengs*k itu akan membuat kekacauan di kota ini ,Aku tidak akan membiarkannya Ram"
Ucap lugas Jintan kepada Ultram
"Dengarkan aku Jin , dia bukan lah morbus seperti biasa yang kita lawan, Dia adalah morbus tipe wabah , Kekuatannya bisa mengguncang dunia ini Jin , Jika kau masih mau menghentikannya hanya ada kematian yang akan ada di hadapan mu"
"Apa kau takut mati ram?"
Ucap bertanya Jintan kepada Ultram
"Tidak,"
"Hmm bagus lah kalau begitu ,Creeping Roots"
Ucap Jintan sambil mengeluarkan akar yang merayap ke arah Ergotisme dan melilitnya .
Namun ergotisme itu langsung membakar akar yang melilitnya itu , Jintan pun langsung keluar dari bawah reruntuhan rumah Pamannya Benjamin dan berlari ke arah Ergotisme tersebut
"Hu dasar kau Jin tak pernah mendengar kan kata-kata ku, kalau begitu cepat hajar Ergotisme sialan itu" ujar Ultram
"Tentu, Cube Glass"
Balas Jintan sambil mengurung Ergotisme itu dengan kubus kacanya namun Ergotisme itu langsung meleleh kan kubus kaca itu.
"Hay manusia sudah cukup main-main nya"
Ucap Ergotisme itu kepada jintan sambil melangkah keluar dari kubus kaca yang meleleh itu.
"Huu suaranya berbeda dengan suara Pemilik Makan!"
Ujar Jintan yang keheranan mendangar suara itu
"Sudah ku bilang kan Ergotisme sudah bangkit dan pria itu mungkin sekarang sudah mati Jin"
"Oi morbus sialan di mana si Pemilik Warung? "
Ucap bertanya Jintan kepada Ergotisme yang sudah sepenuhnya bangkit
"Ohh kalau yang kau maksud adalah pria yang tubuhnya ku kuasai sekarang , berarti pria itu sudah tewas sekarang hahahaa"
Ucap Ergotisme sambill menundukan wajah nya ke arah wajah Jintan, Karna ukuran nya dua kali lebih besar dari pada Jintan
"Kurang ajar kau berengs*k, Iron Punch"
Balas Jintan sambil memukul dagu Ergotisme tersebut, Namum Ergotisme itu tidak bergerak sama sekali bahkan pukulan besi yang Jintan arahkan ke Ergotisme itu malah meleleh.
"Hmm sedang apa kau manusia , apa kau sedang memukul ku?, "
"Sial"
Ujar Jintan yang terkejut ,Jintan nampak bingung di hadapan Ergotisme itu
"Aku sudah bosan dengan mu ,Aku ingin membawa neraka ke dunia ini jadi matilah kau sekarang, Deadly Hell Fire "
Ucap Ergotisme itu sambil menyerang Jintan yang berada di depannya
"Stone Wall"
Jintan mencoba menahan serangan itu dengan memunculkan tembok batu di depannya ,Namun serangan itu mampu menembus tembok yang Jintan buat, Bahkan Jintan sampai terpental sampai ke pinggiran pantai yang tak jauh dari rumahnya Pamannya Benjamin, Sedangkan Ergotisme itu pergih menuju kota.
"Ughhh sial dia benar-benar kuat"
Ucap Jintan sambil memuntahkan darah dari mulutnya
"Jin kau sudah di batas mu Jin lebih baik kau menyerah lagi pula Ergotisme nampaknya sudah pergih menuju kota"
"Kota? sial di sana kan sedang ada festival Benjamin dan yang lain pasti ada disana , Aku tidak akan membiarkan morbus sialan itu menyakiti mereka , Armor"
Ucap Jintan sambil mengeluarkan armornya dan pergih berlari menuju ke kota .
Sementara itu di kota dekat pantai sedang berlangsung festival, Jadi cukup banyak kerumunan orang yang berada di sana.
"Huh ini seru sekali bukan, Kita beruntung datang kesini saat festival ini sedang berlangsung"
Ucap Benjamin kepada Acha dan Chana mereka nampak menikmati festival itu
"Tapi Jin lama sekali datangnya ,Aku telpon juga ponsel nya tidak aktif sepertinya "
Ucap Acha yang nampak hawatir dengan ke adaannya Jintan
Duaaaarrrrrrrrrr
Saat Acha sedang berbicara tiba-tiba terdengar suara ledakan dan kobaran api tak jauh dari tempat mereka bertiga
"Huu apa itu ,apa ada bom?" ucap Chana sambil melihat ke arah suara ledakan itu
"Hay lihat di langit cahaya apa itu yang mengarah ke kita?"
Ucap Benjamin yang melihat sekumpulan cahaya yang berada di gelap nya langit.
"Cepat kita lari dari sini , itu sepertinya berbahaya"
Ucap Acha kepada mereka berdua , lalu mereka pun mencoba menjauh dari sana , serangan itu adalah serangan bola api yang cukup banyak yang dilakukan oleh Ergotisme yang sedang terbang di atas langit
"Akan ku bawa neraka ke dunia ini shi shi shi!"
Ucap Ergotisme itu sambil tertawa,
Festival itu pun langsung berubah menjadi kacau ,Banyak orang yang mencoba menyelamatkan diri tapi tak jarang mereka tewas karna terbakar oleh serangan itu dan tertimpah reruntuhan gedung yang terkena serangan Ergotisme
Sementara itu Benjamin ,Acha ,dan Chana masih berusaha lari dari kekacauan itu .
"Sukurlah lihat itu pihak keamanan kota sudah datang"
Ujar Benjamin yang melihat sekumpulan mobil dan alat berat seperti tank datang ke tempat itu,Mereka pun membentuk blokade di sepanjang jalan itu
"Target terlihat sedang berada di langit, semua unit tembak jatuh target"
Ucap salah seorang petugas penjaga kota , lalu mereka pun menyerang Ergotisme tersebut dengan semua senjata yang mereka punya
"Huu nampaknya masih ada penggagu yang harus aku basmi di sini, Hell fire"
Ucap Ergotisme itu sambil menghentikan serangan para penjaga kota dan kemudian Ergotisme itu turun tepat di sekumpulan para penjaga kota.
"Kalian umat manusia diamlah dan nikmati lah neraka yang akan ku buat ini"
Ucap Ergotisme itu kepada para penjaga kota
"Haa morbus itu bisa bicara."
Ucap seorang penjaga kota karna baru kali ini dia melihat sosok morbus yang dapat bicara
"Kalian serang kembali morbus itu"
Ucap salah satu penjaga kota dan mereka pun mulai menyerang kembali Ergotisme itu.
"Apa kita berhasil?"
Ucap salah seorang penjaga kota sambil melihat ke arah kobaran api yang di akibatkan oleh serangan mereka
"Hell Fire Waves"
Tiba-tiba muncul api besar yang hampir menutupi jalan itu dan mengarah ke arah blokade penjaga kota
"Morbus apa dia? , tidak apakah yang kita lawan ini adalah dewa"
Ucap salah satu penjaga sebelum api besar itu mengenainya dan menghancurkan sekumpulan penjaga kota yang memblokade jalan itu
Benjamin dan yang lain yang dari tadi berada di belakang blokade para penjaga kota pun kini melihat sekumpulan api besar itu mengarah ke mereka
"Ahh apa kita akan mati disini"
Ucap Acha yang pasrah melihat api itu semakin mendekat dengan nya .
"Stone Castle"
Tiba-tiba muncul tembok besar di depan Acha yang menghentikan api yang akan menghampiri nya
"uhuk uhuk"
"Bagus lah kau sudah sadar Jin , Pria itu nampaknya sudah sepenuhnya berubah menjadi Ergotisme Jin, Lebih baik kita tetap bersembunyi di bawah reruntuhan ini , mustahil kita bisa mengalahkan Ergotisme itu!"
"Huu diam berdiri saja,saat morbus brengs*k itu akan membuat kekacauan di kota ini ,Aku tidak akan membiarkannya Ram"
Ucap lugas Jintan kepada Ultram
"Dengarkan aku Jin , dia bukan lah morbus seperti biasa yang kita lawan, Dia adalah morbus tipe wabah , Kekuatannya bisa mengguncang dunia ini Jin , Jika kau masih mau menghentikannya hanya ada kematian yang akan ada di hadapan mu"
"Apa kau takut mati ram?"
Ucap bertanya Jintan kepada Ultram
"Tidak,"
"Hmm bagus lah kalau begitu ,Creeping Roots"
Ucap Jintan sambil mengeluarkan akar yang merayap ke arah Ergotisme melilitnya .
Namun ergotisme itu langsung membakar akar yang melilitnya itu , Jintan pun langsung keluar dari bawah reruntuhan rumah Pamannya Benjamin berlari ke arah Ergotisme tersebut
"Hu dasar kau Jin tak pernah mendengar kan kata-kata ku, kalau begitu cepat hajar Ergotisme sialan itu" ujar Ultram
"Tentu, Cube Glass"
Balas Jintan sambil mengurung Ergotisme itu dengan kubus kacanya namun Ergotisme itu langsung meleleh kan kubus kaca itu.
"Hay manusia sudah cukup main-main nya"
Ucap Ergotisme itu kepada jintan sambil melangkah keluar dari kubus kaca yang meleleh itu.
"Huu suaranya berbeda dengan suara Pemilik Makan!"
Ujar Jintan yang keheranan mendangar suara itu
"Sudah ku bilang kan Ergotisme sudah bangkit pria itu mungkin sekarang sudah mati Jin"
"Oi morbus sialan di mana si Pemilik Warung? "
Ucap bertanya Jintan kepada Ergotisme yang sudah sepenuhnya bangkit
"Ohh kalau yang kau maksud adalah pria yang tubuhnya ku kuasai sekarang , berarti pria itu sudah tewas sekarang hahahaa"
Ucap Ergotisme sambill menundukan wajah nya ke arah wajah Jintan, karena ukuran nya dua kali lebih besar daripada Jintan
"Kurang ajar kau berengs*k, Iron Punch"
Balas Jintan sambil memukul dagu Ergotisme tersebut, Namum Ergotisme itu tidak bergerak sama sekali bahkan pukulan besi yang Jintan arahkan ke Ergotisme itu malah meleleh.
"Hmm sedang apa kau manusia , apa kau sedang memukul ku?, "
"Sial"
Ujar Jintan yang terkejut ,Jintan tampak bingung di hadapan Ergotisme itu
"Aku sudah bosan dengan mu ,Aku ingin membawa neraka ke dunia ini jadi matilah kau sekarang, Deadly Hell Fire "
Ucap Ergotisme itu sambil menyerang Jintan yang berada di depannya
"Stone Wall"
Jintan mencoba menahan serangan itu dengan memunculkan tembok batu di depannya ,Namun serangan itu mampu menembus tembok yang Jintan buat, Bahkan Jintan sampai terpental sampai ke pinggiran pantai yang tak jauh dari rumahnya Pamannya Benjamin, sedangkan Ergotisme itu pergih menuju kota.
"Ughhh sial dia benar-benar kuat"
Ucap Jintan sambil memuntahkan darah dari mulutnya
"Jin kau sudah di batas mu Jin lebih baik kau menyerah lagi pula Ergotisme nampaknya sudah pergih menuju kota"
"Kota? sial di sana kan sedang ada festival Benjamin yang lain pasti ada di sana , Aku tidak akan membiarkan morbus sialan itu menyakiti mereka , Armor"
Ucap Jintan sambil mengeluarkan armornya pergih berlari menuju ke kota .
Sementara itu di kota dekat pantai sedang berlangsung festival, Jadi cukup banyak kerumunan orang yang berada di sana.
"Huh ini seru sekali bukan, Kita beruntung datang ke sini saat festival ini sedang berlangsung"
Ucap Benjamin kepada Acha Chana mereka tampak menikmati festival itu
"tetapi Jin lama sekali datangnya ,Aku telepon juga ponsel nya tidak aktif sepertinya "
Ucap Acha yang tampak hawatir dengan ke adaannya Jintan
Duaaaarrrrrrrrrr
Saat Acha sedang berbicara tiba-tiba terdengar suara ledakan kobaran api tak jauh dari tempat mereka bertiga
"Huu apa itu ,apa ada bom?" ucap Chana sambil melihat ke arah suara ledakan itu
"Hay lihat di langit cahaya apa itu yang mengarah ke kita?"
Ucap Benjamin yang melihat sekumpulan cahaya yang berada di gelap nya langit.
"Cepat kita lari dari sini , itu sepertinya berbahaya"
Ucap Acha kepada mereka berdua , lalu mereka pun mencoba menjauh dari sana , serangan itu adalah serangan bola api yang cukup banyak yang dilakukan oleh Ergotisme yang sedang terbang di atas langit
"akan ku bawa neraka ke dunia ini shi shi shi!"
Ucap Ergotisme itu sambil tertawa,
Festival itu pun langsung berubah menjadi kacau ,Banyak orang yang mencoba menyelamatkan diri tetapi tak jarang mereka tewas karena terbakar oleh serangan itu tertimpah reruntuhan gedung yang terkena serangan Ergotisme
Sementara itu Benjamin ,Acha , Chana masih berusaha lari dari kekacauan itu .
"Sukurlah lihat itu pihak keamanan kota sudah datang"
Ujar Benjamin yang melihat sekumpulan mobil alat berat seperti tank datang ke tempat itu,Mereka pun membentuk blokade di sepanjang jalan itu
"Target terlihat sedang berada di langit, semua unit tembak jatuh target"
Ucap salah seorang petugas penjaga kota , lalu mereka pun menyerang Ergotisme tersebut dengan semua senjata yang mereka punya
"Huu nampaknya masih ada penggagu yang harus aku basmi di sini, Hell fire"
Ucap Ergotisme itu sambil menghentikan serangan para penjaga kota kemudian Ergotisme itu turun tepat di sekumpulan para penjaga kota.
"Kalian umat manusia diamlah nikmati lah neraka yang akan ku buat ini"
Ucap Ergotisme itu kepada para penjaga kota
"Haa morbus itu bisa bicara."
Ucap seorang penjaga kota karena baru kali ini dia melihat sosok morbus yang dapat bicara
"Kalian serang kembali morbus itu"
Ucap salah satu penjaga kota mereka pun mulai menyerang kembali Ergotisme itu.
"Apa kita berhasil?"
Ucap salah seorang penjaga kota sambil melihat ke arah kobaran api yang di akibatkan oleh serangan mereka
"Hell Fire Waves"
Tiba-tiba muncul api besar yang hampir menutupi jalan itu mengarah ke arah blokade penjaga kota
"Morbus apa dia? , tidak apakah yang kita lawan ini adalah dewa"
Ucap salah satu penjaga sebelum api besar itu mengenainya menghancurkan sekumpulan penjaga kota yang memblokade jalan itu
Benjamin yang lain yang dari tadi berada di belakang blokade para penjaga kota pun kini melihat sekumpulan api besar itu mengarah ke mereka
"Ahh apa kita akan mati di sini"
Ucap Acha yang pasrah melihat api itu makin mendekat dengan nya .
"Stone Castle"
Tiba-tiba muncul tembok besar di depan Acha yang menghentikan api yang akan menghampiri nya