Madollsman

Madollsman
Si Cerdas



"Hua hua hua" Jintan dengan napas terengah-engah melihat nefrolitiasis itu berubah pelahan-lahan menjadi debu.


"Wohhhh kau hebat sekali ,wahh dia Madollsman yang viral di outsgram itu bukan wow kau keren sekali armor mu benaran sangat unik ternyata berbeda sekali kalau dilihat secara langsung" ucap salah satu penduduk ,


para penduduk yang menyaksikan pertarungan Jintan dari kejauhan pun mulai mendekati jintan.


"Oi sebaik nya kita segera pergih"


"Aku setuju" jawab Jintan sembari berlari dari para kerumunan penduduk kota


"Hei kau mau ke mana tunggu ayo kita buat video tek-tok dahulu heiii madollsman" ucap seorang warga yang mengejar nya sambil menunjukkan ponsel nya


Jintan terus berlari menghindari para penduduk hingga akhir nya dia berhasil menghindar dengan bersembunyi di balik tong sampah,


" Hua hua ha akhir nya sial mereka lebih menyeram kan daripada para morbus ternyata"


Ucap Jintan dengan napas yang kembali terengah-engah sembari menghilangkan armor dalam diri nya


"ku rasa sudah aman ayo kita pulang"


"Ya kau benar" jawab Jintan sembil berlari pergih dari tempat itu


Sesampai nya di apartemen Jintan membersihkan seluruh tubuh nya ,


"Hoi Ram kau lihat bukan tampak nya tidak sia-sia aku belajar beladiri dari pa guru bukan" ucap Jintan sembari membersihkan tubuh nya


"ya kau benar tetapi kau juga harus berterima kasih kepadaku juga loh tanpa informasi kekuatan ku kau hanya akan jadi daging giling tadi di sana hahaha "


"Hahahaha ya tentu aku juga berterima kasih kepadamu" ucap Jintan dengan penuh senyum


"Ahh pasti besok pagi diri ku pasti viral lagi di outsgram aku ga sabar melihat tanggapan para netizen budiman itu menanggapi aksi ku kali ini seperti apa ya?" ucap Jintan bertanya-tanya


Malam yang penuh perjuangan itu pun makin memper erat kerja sama tim mereka ber dua,


ke esokan pagi nya Jintan berjalan ke sekolah nya seperti biasa dia bertemu Chana kembali dalam perjalan itu


"Pagi Chana" tegur Jintan ke Chana yang sedang asyik menatap ponsel nya


"Ahh pagi juga Jintan" ucap Chana dengan menoleh ke arah Jintan


"Hyy berbahaya tahu main ponsel sambil jalan" ucap Jintan


"Oh iya maaf, aku sedang melihat Madollsman dia kembali viral di outsgram kali ini seluruh pertarungan nya terekam , dia benar-benar hebat ya? " ucap Chana sambil terus menonton video itu


"Ya kau benar dia benar-benar hebat" ucap Jintan dengan rasa bahagia


"oi mengapa kau senang sekali si" ucap Ultram


Mereka pun sampai di sekolah Jintan pun masuk ke kelas nya Jintan pun sudah di sambut oleh Acha ,


"Pagi Jin" ucap Acha


"Yo pagi Cha" balas Jintan


"Hy Jin apa kau sudah lihat video viral di outsgram ?" tanya Acha


"Iya aku sudah lihat dia benar-benar hebat bukan?" balas Jintan dengan duduk membelakangi Acha


"Hmm ya dia memang hebat tetapi jika aku lihat di video ini mengapa gaya bertarung nya mirip sekali seperti ayah ku ya" ucap Acha keheranan


"Haaaa ahh masa sih kaya nya itu berbeda deh heehheeh" ucap Jintan mengeles


berbeda dengan perlakuan nya kepada chana yang ingin chana tahu kalau dia adalah madollsman,tetapi kepada acha dia ingin sangat merahasikan nya


"Hmmmm tadak ahh ini mirip ,apa jangan-jangan kau ini adalah Madollsman ya Jin" Acha bertanya sambil menepuk pundak Jintan yang ada di depan nya


"Ahh hmmm mana mungkin itu aku ,lihat saja armor yang dipakai orang itu berwarna emas ,mana mampu aku membeli armor semacam itu" jawab Jintan dengan ragu-ragu


"Kau benar juga ya kau mana punya uang kau kan kere" ucap Acha sambil menyandarkan tubuh nya ke kursi.


"Oi Jinnnnnnnnnnn"


Terdengar suara teriakan pria di samping jintan ketika menoleh ke sumber suara itu tersebut jintan melihat seorang laki-laki yang cukup tampan dengan rambut pirang nya bergaya poni samping yang rapi dia bernama ,Benjamin, dia seorang pria yang cukup populer di sekolah nya dia juga adalah pria yang cerdas dia selalu mendapat ranking tertinggi di sekolah dia adalah sahabat terbaik Jintan


Benjamin pun mendekati tempat duduk Jintan


"oi jin bagaimana kalau pulang dari kelas kita ke tempat karoke? , bagaimana untuk membangkitakan jiwa muda kita di hari Senin malas ini !, mau kan?" ucap Benjamin memohon kepada Jintan


"Hmm bagaimana ya??" ucap Jintan memikirkan


"Ayo lah sudah lama kita tidak keluar bersama kau lagi libur kan sekarang kerja nya" ucap Benjamin meyakinkan


"Ahh baik lahhh kalau begitu" jawab Jintan dengan pasrah


"Nahh begitu dong hehehhe , hy Cha kau juga boleh ikut ayo" ucap Benjamin sambil melirik Acha


"maaf aku tidak bisa ayahku meminta bantuan ku" ucap Acha menolak


"Hmm baik lahh" ucap Benjamin sambil tersenyum ke arah Acha lalu pergi kembali ke kursi nya


Menjelang sore setelah selesai kelas Jintan Benjamin pun pergi ke tempat karoke langganan mereka di tengah kota , mereka bernyanyi bersama meski Benjamin pintar dalam segala hal namun jika dia bernyanyi suara nya mampu membuat Jintan menutup kuping nya selama Benjamin bernyanyi ,


Sementara itu Jintan dengan ke biasa biasaan dia , Jintan memliki bakat dalam urusan bernyanyi bahkan Benjamin sangat menikmati suara Jintan makannya jika ada kesempatan dia selalu mengajak Jintan pergih ke karoke untuk menikmati lantunan suara Jintan


Waktu mereka pun selesai ,saat hendak keluar ruangan karoke tersebut terdapat seorang wanita yang merintih kesakitan


"hei tolong aku " ucap wanita itu kepada mereka ber dua


"Tunggu akan aku telepon rumah sakit" ucap Jintan sambil mengambil ponsel nya


Saat Jintan mencoba membuka ponselnya Benjamin menghentikan nya


"hy tunggu dahulu jin lihat wanita itu"


Jintan pun menoleh ke arah wanita itu wanita itu pun kejang kejang perut dada nya menaik ke atas sementara kaki kepalanya wanita itu tetap di bawah lalu pakaian wanita itu robek sesuatu dari dalam tubuh wanita itu merobek nya lalu tubuh wanita itu pun makin lama di selimuti semacam kulit yang menjalar dari dada wanita tersebut hingga tercipta lah seekor morbus dengan seukuran wanita tersebut dengan dada morbus yang menjulur panjang ke bawah sampai ke perut morbus itu


"ahh ini gawat jin itu adalah Cystosarcoma , kita harus lari menyelamatkan teman mu ini dahulu baru melawan nya " ucap Ultram dalam tubuh jintan


"Hy ben ayo cepat kita pergih dari sini" ucap Jintan kepada Benjamin


Mereka pun berlari menjauh dari Cystosarcoma tersebut namun Cystosarcoma menyerang mereka dengan dadanya yang dapat memanjang hingga menghancurkan lantai tembok tempat karoke tersebut,para pengunjung karoke pun yang melihat Cystosarcoma pun lari meninggal kan tempat itu


"Sungguh menjijikan sekali morbus itu menyerang kita dengan dada nya" ucap Benjamin


tetapi ada seseorang pengunjung yang terkena serangan membabibuta Cystosarcoma itu, Jintan pun yang melihat itu langsung berhenti menghadap ke Cystosarcoma tersebut.


"Sial aku ga bisa membiarkan si brengs*k itu seenak nya saja" ucap Jintan dengan kesal


Lalu saat Jintan ingin bersiap melawan Cystosarcoma ,pundak Jintan di sentuh oleh Benjamin


"hey Jin aku punya rencana sini kuping mu" Benjamin berbisik kepada Jintan


Lalu mereka pun mulai memprovokasi Cystosarcoma itu


"Hy kau morbus jelek sini kau kejar aku" ucap Jintan


"Hy kau morbus aneh yang badan nya bau pasti jarang mandi kan kau, mandi sana minta mandiin sama mamah mu!!" ucap Benjamin


"Oi biarkan aku saja yang memprovokasi morbus itu kau diam saja Ben" ucap Jintan keheranan mendengar hinaan Benjamin


"apa kau yakin dia itu sangat pintar di kelas mu jin??" tanya Ultram keheranan


Cystosarcoma itu pun akhir nya terprovokasi oleh mereka berdua akhir nya menyerang mereka , Jintan Benjamin mulai lari ke arah bawah basement tempat karoke itu, Cystosarcoma terus menyerang mereka dengan dada nya yang dapat memanjang tajam seperti senjata namun mereka ber dua dapat menghindari nya saat meraka di bawah besement mereka ber dua berhenti .


"Hei Jin ingat sesuai aba-aba ku " ucap Benjamin


"Ya aku mengerti" jawab Jintan


Cystosarcoma itu pun menyerang mereka dengan dua dada nya yang memajang berbentuk seperti senjata tajam , saat dada nya itu mendekati mereka ber dua


"Jin sekarang" ucap Benjamin kepada Jintan


lalu mereka pun melopat berlawanan arah serangan dari Cystosarcoma itu pun mengahancurkan generator listrik tempat karaoke tersebut karena serangan itu, listrik yang ada di generator itu menyambar dari dada Cystosarcoma tersebut ke arah badan Cystosarcoma itu dengan tenggangan setinggi itu membuat Cystosarcoma itu mati dengan hangus terbakar hingga menjadi debu.