Madollsman

Madollsman
ERGOTISME [target selanjutnya]



ketika pria itu selesai memakan masakan gandum yang iya buat ,tiba-tiba tubuh nya mengalami kejang terasa panas seketika itu pun tangan kanan nya berubah menjadi sedikit membesar dengan warna hitam dengan kuku-kuku tajam,


"Urghhh ,tangan ini apa tangan morbus,tidak ,,tidak aku masih belum boleh mati di sini" ucap panik pria tersebut


dalam kondisi kejang pria itu mencoba mengambil pisau yang berada dekat dengan nya berusaha memotong tangan kanan nya yang berubah itu berharap dia tidak berubah menjadi morbus , namun saat hendak ingin memotong tangan nya tiba-tiba tangan pria tersebut pun kembali seperti semula


"Ahh hilang!! apa aku tidak jadi berubah menjadi morbus?" ucap keheranan pria tersebut


Saat hendak tidur pria itu pun kembali mengingat kejadian yang baru saja dia alami


"Apa aku benar-benar berhasil selamat ,bagaimana kalau suatu saat tanganku ini kembali berubah" ucap pria itu sambil membayangkan tangan nya berubah kembali


Saat pria itu sedang membayangkan tangan nya kembali berubah, tiba-tiba tangan kanan nya berubah kembali menjadi tangan ergotisme , namun dia terkejut karena dia dapat mengontrol tangan tersebut


"Sial berubah lagi ,, tunggu dahulu tangan ini bisa aku kontrol sesuka ku rupa nya , tetapi ko rasa nya panas sekali seperti terbakar api" ucap pria tersebut saat dia mengecapkan itu tiba-tiba muncul api di tangan itu


"Cih buat aku kaget saja mengapa tiba-tiba keluar api" ucap pria tersebut yang terkaget


Hingga akhirnya pria itu pun kepikiran akan sesuatu karena melihat api tersebut


"fire" ucap pria tersebut sambil melihat tangan ergotisme yang mengeluarkan api


"tangan ini !! ,apa tangan pemberian Tuhan untuk ku ?, untuk menciptakan keadilan menghukum orang-orang jahat itu." ucap pria itu sambil memperhatikan tangan ergotisme yang mengeluar kan api


Hari demi hari pria itu melatih tangan kanan nya itu hingga dia bisa memunculkan menghilangkan tangan ergotisme itu dari tubuh nya sesuka hati nya ,


di saat pria itu mulai terbiasa dengan tangan ergotisme itu pria itu pun mulai memburu orang-orang yang menurut nya jahat membakar mereka hingga menjadi debu.


"Orang itu,, ya si pengemudi biadap itu pun pasti akan ku hukum dengan api suci ku ini" ucap pria itu sambil melihat korban nya yang hangus terbakar


[ kembali ke masa sekarang ]


"Pak pemirsi Pak" ucap memanggil seorang pria ke si pemilik warung yang sedang melamun


Pemilik warung pun yang mendengar suara pria itu pun langsung tersadar dari ingatan kenangan pahit nya yang pernah dia alami


"Kau rupanya" ucap si pemilik warung sambil melihat pria dengan stelan jas membawa sebuah berkas


"Iya Pak maaf mengganggu anda Pak" ucap pria itu


"Tidak apa-apa Pak pengacara kau tidak menggangu ku ko! , ngomong-ngomong ada apa bapa sampai repot-repot ke sini?" ucap pemilik warung kepada pria yang merupakan pengacara nya


"ini Pak saya ingin anda menyetujui untuk mengajukan gugatan balik ke pengemudi itu Pak, dengan berkas yang ada di tangan saya ini, saya yakin kita akan bisa menjebloskan pengemudi itu ke penjara pa" ucap pria itu sambil menunjukkan berkas yang ada di tangan nya


"Pak pengacara anda tidak perlu repot-repot melakukan ini , saya sangat yakin selama yang kita lawan itu memiliki kuasa di kota ini apa pun yang kita lakukan tidak akan pernah berhasil, kita tidak perlu menjemput pria itu menuju hukuman nya , biar hukuman itu sendiri yang mendatangi pria itu" ucap si pemilik warung sambil menyerahkan berkas nya kembali ke pengacara nya


Si pengacara pun yang keheranan dengan ucapan si pemilik warung pun bingung harus meyakinkan si pemilik warung dengan cara apa , hingga si pengacara pun pasrah dengan keputusan si pemilik warung


"Tentu Pak pengacara " balas pemilik warung


Lalu pengacara itu pun keluar dari warung makan tersebut , tak jauh dari warung tersebut jintan yang melihat pria dengan stelan jas yang baru keluar dari warung makan yang masih tutup pun penasaran dengan pria itu jintan pun mendekati pria tersebut .


"Anu permisi Pak" ucap Jintan kepada pria itu


"Iya ada apa nak ?" balas pria itu


"maaf saya mau tanya bapa habis keluar dari warung makan itu bapa pelanggan atau ada urusan dengan si pemilik warung itu?" bertanya Jintan kepada pria itu


"Ohh saya adalah pengacara si pemilik warung itu" ucap pria itu kepada jintan


"Ahh pengacara !!!memang nya pemilik warung itu ada masalah apa ya Pak?" ucap Jintan yang terkejut


"apa kau tidak tahu nak? beberapa bulan lalu , pemilik warung itu kehilangan anak istri nya yang tertabrak mobil , tetapi dalam pengadilan kemarin kami kalah si pengemudi berhasil bebas " balas si pria itu menjelaskan ke Jintan


"Sungguh! ,,mengapa pengemudi itu bisa bebas Pak?" bertanya Jintan yang terjejut mendengar itu


"Ya pengemudi yang menabrak anak istri si pemilik warung tampak nya orang yang memiliki pengaruh di kota ini jadi kami kesulitan untuk menjeblos kan nya ke penjara " ucap pria itu


"Ya tetapi sekarang aku ke sini untuk meminta persetujuan si pemilik warung untuk melakukan gugatan ulang kepada pengemudi itu , aku yakin dengan berkas yang ada di tanganku kali ini kami pasti bisa menjeblos kan orang itu ke penjara , tetapi entah mengapa si pemilik warung menolak saran ku mengucap kan kata-kata yang tidak aku mengerti!" jawab si pria kepada Jintan


Jintan yang penasaran dengan berkas yang di pegang pria itu pun meminta untuk diri nya melihat berkas tersebut


"Anu maaf Pak apa boleh saya melihat berkas bapak? " ucap Jintan sambil menunjuk berkas si pria tersebut


"Oh ini tentu nak ini silakan!" ucap pria tersebut sambil memberikan berkasnya kepada Jintan


Jintan pun membuka melihat isi berkas itu pun terkejut karena dalam berkas itu ,Jintan melihat foto si pengemudi yang tidak asing untuk Jintan


"jin apa ini sungguhan si pengemudi ini paman nya benjamin" ucap ultram


Jintan yang terkejut melihat bahwa si pengemudi yang menabrak anak istri si pemilik warung adalah paman nya Benjamin pun langsung meberikan berkas itu kembali ke si pria


"ahh ini Pak sudah terima kasih" ucap Jintan sambil memberikan berkas nya kembali


"Iya sudah kalau begitu bapak pergih dahulu ya" ucap pria itu sambil meninggal kan Jintan


"Aku tak mengira ternyata awal dari semua perlakuan pemilik warung, ternyata berawal dari paman nya ben" gumam Jintan


"jadi apa yang akan kau lakukan sekarang, tampak nya target selanjut nya pria itu paman nya ben ,apa kita serang saja pria itu sekarang?" ucap Ultram


" Tidak kita tunggu dahulu, apa pemilik warung benar akan menyerang paman nya ben , sekarang kita hanya perlu memperhatikan pemilik warung dari kejauhan saja " balas Jintan.