
"Kalian berdua cepat bangun tolong" ucap benjamin sambil mengutuk kamar acha chana
Acha Chana pun terbangun mendengar suara brisik dari luar kamar mereka berdua mereka pun keluar dari kamar mereka
"Ahh sialan brisik sekali kau Ben" ucap Acha sambil membuka pintu kamar nya
"ehhh Jin!! , hay Ben apa yang terjadi kepada Jinn?" ucap Acha saat melihat Jintan yang sedang di bopong oleh Benjamin
"entah lah aku menemukan nya di hutan dia sudah tak sadarkan diri saat aku temukan" jawab Benjamin
"Sudah cepat bawa dia masuk ke kamar" ucap Chana yang terkejut melihat kondisi Jintan
"Cha tolong ambil kotak p3k" ucap Chana kepada Acha
"Iya tunggu" jawab Acha sambil pergih mengambil kotak p3k
Tak lama kemudian Acha pun datang dengan membawa kotak p3k , Benjamin pun langsung melepas baju Jintan .
"Luka bakar apa ini yang ada di perut Jintan ?" ucap chana sambil mengobati luka Jintan
"entah lah tetapi tempat di mana aku menemukan Jin , tempat itu sungguh kacau seperti habis ada pertempuran saja di sana" jawab Benjamin
"Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit Ben" ucap Acha kepada Benjamin
"ahh ya kau benar tunggu biar aku telepon taksi dahulu" jawab benjamin sambil mengambil ponsel nya
Sebelum Benjamin menelpon taksi tiba-tiba Jintan tersadar dari pingsan nya
"egh egh "
"Ehh dia sadar hy Jin hy kau tak apa-apa ,ayo kita pergih ke rumah sakit Jin" ucap Benjamin
"Ughh tidak usah biar kan aku istirahat saja nanti juga aku akan pulih ko" ucap Jintan kepada mereka bertiga
"ahh apa yang sebenar nya terjadi jintan?" tanya chana
"emm tadi saat aku sedang jalan tiba-tiba aku di serang seekor morbus tetapi untung lah aku masih bisa selamat" jawab Jintan mengeles
"maaf bisa kah kalian meninggal kan ku?, aku ingin istirahat untuk saat ini!" lanjut berucap Jintan dengan lemas
"Ahh baik lah kalau begitu" jawab mereka bertiga
Mereka bertiga pun menunggalkan Jintan di dalam kamar itu untuk istirahat.
"hy jin ada apa dengan pertarungan tadi mengapa kau ragu untuk membunuh pria tersebut?" ucap Ultram
"karena aku manusia" jawab Jintan sambil memejamkan mata nya kembali
Sementara itu di suatu tempat yang sepi kedua pria yang sebelum nya merusuh di warung makan tiba tiba melihat sosok pria yang tak asing oleh mereka
"Oi Pak tua sedang apa kau di sini !!apa kau mau memberi uang mu lagi ke kami haaa? " ucap salah satu pria tersebut kepada si pemilik warung
"Hmm tidak aku ke sini untuk memberikan hukuman kepada kalian berdua" jawab pemilik warung dengan tangan kanan nya yang memegang wajah pria tersebut
"Owh Pak tua ini kau sudah berani rupanya ha?" ucap pria tersebut
Ucap pemilik warung kepada pria tersebut, dengan tangan kanan nya yang berubah menjadi tangan ergotisme membakar seluruh tubuh pria tersebut hingga tersisa tengkorak nya yang hangus terbakar.
"Ahhhh morbus kau morbus" ucap pria satu nya lagi
Pria itu pun yang melihat teman nya yang hangus terbakar dalam sekejap pun langsung lari menjauh dari si pemilik warung ,pria itu lari ke arah pantai yang tak jauh dari tempat nya berada
"Tolong ,tolong aku" ucap keras pria itu mencari pertolongan
"Hay jangan lari jangan buat aku susah ,diam lah mati lah dengan menderita di tanganku hay kau dengar tidak " ucap pemilik warung sambil berjalan mengejar pria itu yang lari ke arah pantai
saat pria itu berlari di dekat pantai tiba-tiba bola api menyerang kedua kaki pria tersebut hingga pria itu tak bisa untuk melangkah kan kaki nya kembali,
"Oi kau, sudah ku bilang bukan untuk tidak lari, kau diam saja mati menderita di tanganku ! mengapa si kau nakal sekali ga mau mendengarkan kata-kata dari orang tua" ucap pemilik warung kepada pria itu sambil mendekati nya secara perlahan lahan
"Tolong maaf kan aku ,tolong ampuni aku , aku mohon ,uang iya uang ini aku kembalikan" ucap memhon pria tersebut sambil mengeluarkan uang nya di kantung baju nya
"Huu uang " ucap pemilik warung sambil melihat uang yang ada di bawah kaki nya
"Hmm aku ke sini bukan untuk uang receh yang kau ambil dari ku , aku ke sini menuntut keadilan mau menghukum dirimu yang jahat itu" ucap pemilik warung sambil membakar uang tersebut
"Tidak aku mohon aku akan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi aku mohon berikan aku kesempatan kedu,,,,aaaaaaaa"
Sebelum pria itu menyelesaikan kata-katanya si pemilik warung menunduk ke arah pria tersebut lalu memasukan tangan kanan ergotisme nya ke dalam mulut pria tersebut
"Heyy tidak ada nama nya kesempatan kedua , jika nanti ada kesempatan untuk mu aku yakin kau akan kembali lagi seperti ini atau mungkin lebih jahat dari ini ,aku tak mau mengambil risiko semacam itu , jadi lebih baik kau pergih ke neraka ke tempat di mana kau seharus nya berada" ucap pemilik warung tersebut
"Hmmm nya akhuu mmmoho nnnnn " ucap tak jelas pria tersebut sambil menangis
"holy fire of death" ucap pemilik warung
Lalu tangan pemilik warung yang berada di dalam mulut pria itu pun mengeluarkan api yang cukup besar ,yang membuat tubuh pria itu hangus terbakar sampai menjadi debu .
"Dengan ini sedikit kedamaian yang ku impikan akan mulai terhujud" ucap pemilik warung sambil meninggalkan debu pria tersebut yang mulai di telan ombak pantai
ke esokan pagi nya jintan yang sudah tersadar pun bangkit dari tempat tidur nya berjalan terseok seok ke lantai bawah tempat teman-teman nya berada
"Hy Jin apa kau sudah pulih?" ucap Acha yang melihat Jintan menuruni tangga
"Ahh ya aku sudah pulih ko sebentar lagi juga aku akan kembali bugar jadi kalian tenang saja nikmati liburan ini" jawab jintan
"Sungguh! sukurlah kalau begitu jintan" ucap chana
"Hy jin mulai sekarang kau kalau pergih aku temani biar aku yang menghadapi para morbus sialan itu nanti" ucap Benjamin dengan percaya diri
"Haa kau lagi kau saja semalam membopong jin saja sudah kehabisan napas , sekarang segala bermulut besar lagi hahahaha" ucap Acha meledek Benjamin
"Hahahaa" Jin yang tertawa melihat tingkah teman-teman nya
Tak lama kemudian padangan Jintan pun tertuju kepada televisi yang mengabarkan berita tentang ,di temukan sebuah tengkorak yang hangus terbakar di dekat sebuah pantai.
"jin tampak nya pria tua itu sungguh sungguh soal keadilan nya yang dia bicarakan" ucap Ultram
"apa kau akan membiarkan nya jin " lanjut Ultram bertanya kepada Jintan.