Madollsman

Madollsman
Pa Guru



Wangi harum pun tercium saat pintu itu mulai terbuka , Jintan terpana melihat sosok wanita dengan rambut panjangnya mata indah yang bercahaya bagai bintang di malam hari ,


"Hy Jin mengapa kamu ngelamun? hy jin hy Jin " ucap wanita itu sambil mengepakan tangannya ke arah wajah Jintan


"Uhhh tidak maaf kan saya ! ehh tungu suara itu keyanya tidak asing?" Jintan menjawab sambil sedikit memikirkan


" Apa kau bodoh Jin ? ini aku Acha !" ucap Acha


"Haa apa kau habis oprasi plastik" jawab Jintan dengan ekspresi kaget


"Apa kau mau ku hajar " ucap Acha sambil mengarahkan kepalan tangannya ke Jintan


"Sudah lah ayo masuk !kau mau bertemu orang yang melatih ku kan?" lanjut Acha


"Ahh apa baik lahh " jawab Jintan


Jintan pun masuk ke dalam rumah tersebut Acha membawa Jintan ke belakang rumah nya


di belakang rumahnya terdapat sosok pria berambut cepak dengan tubuh tidak terlalu tinggi tetapi cukup berisi dengan otot-otot nya ,yang sedang menikmati paginya dengan segelas kopi di hadapannya


"Ayah, aku mau meperkenalkan seseorang" ucap Acha kepada pria tersebut


Jintan pun tekaget saat Acha bilang ayah kepada pria tersebut,


pria tersebut pun mendengar Acha bicara seperti itu pun langsung menoleh ke arah Jintan dia berkata


" Apa kau pacarnya anak ku sini kau duduk"


"Oh tidak,, hm saya bukan,," sebelum Jintan mengakhiri kata-katanya pria itu berucap kembali dengan nada tinggi yang membuat Jintan langsung menuruti kata-kata pria tersebut


"Ku bilang duduk ya duduk sini"


"Jadi sudah berapa lama kau pacaran dengan anak ku, kau kerja atau satu sekolah dengan anak ku cepat jawab" ucap pria itu dengan nada tinggi


"Ahh anu.."


sebelum Jintan berucap Acha pun menyela kata-kata Jintan


"Tidak ayah ,dia bukan pacarku dia teman sekelas ku dia ke sini mau belajar bela diri kepada ayah" ucap acha


"Ha belajar bela diri!" pria itu melihat raut wajah jintan


"Hmm pria seperti mu palingan latihan sehari besoknya juga pasti ga akan datang lagi ,jadi mending kau pulang saja belajar yang benar saja sana biar bisa kerja di pabrik bonafit" ucap pria itu sambil menggerakan tangannya yang menandakan mengusir jintan


"Ahh tidak Pak saya benar-benar bersungguh sunguh Pak saya tidak akan menyerah walau latihan nya seberat apa pun" jawab Jintan dengan memohon kepada pria tersebut


" Hmm kalau begitu ambil cangkul yang ada di sana lalu buat lubang sedalam 4 meter di sana" ucap pria itu sambil menunjuk cangkul tempat di mana Jintan harus menggali lubang


"Baik pa" Jintan pun langsung berlari mengambil cangkul mulai menggali lubang yang di perintahkan pria itu


"apa kau yakin dengan pria itu Jin" ucap Ultram


"entah lah tetapi tidak ada salah nya mencoba ya kan " jawab jintan sambil bersiap untuk menggali


"Ayah apa ini tidak terlalu berlebihan" ucap Acha kepada ayahnya


"Justru ini sudah mudah , andai dia benaran pacar mu pasti sudah ku suruh dia bikin seribu candi sekarang" jawab ayah Acha


"Hehhe semoga saja dia benar benar jadi awhhh" Acha bicara seperti itu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya , ayah nya pun langsung melotot melihat anak semata wayangnya yang bersikap seperti itu.


Sementara Jintan berusaha menggali dengan susah payah karena tanah yang dia gali sangat kering hingga membutuh kan tenaga ekstra , tetapi ketika sudah menggalih beberapa sentimeter tanahnya cukup mudah untuk di galih ,.


Jintan pun selesai menggalih lubang sampai siang hari , setelah selesai dia langsung melaporkan nya kepada Ayahnya Acha yang sedang tiduran di teras rumah membelakangi Jintan yang sedang menggalih


"Ahh anu pa saya sudah selesai menggali " ucap Jintan dengan nada pelan


"Ya sudah kalau begitu kubur lagi lubang itu cepat" ayah Acha menyuruh Jintan tanpa mengubah posisi tidurnya


"aahh baik" Jintan pun terkaget mendengar perintah ayahnya Acha tersebut


Dengan keadaan sangat lelah sedikit kesal pun Jintan melakukan printah ayah Acha hingga, hampir sore hari menjelang .


Setelah selesai Jintan pun melaporkan nya lagi ke ayahnya Acha yang sedang makan bersama Acha di teras rumah


"Jin ayo makan dahulu sini kau pasti lelah bukan" ucap Acha


" kalau sudah selesai cepat pulang sana" ucap ayah Acha pelan


"tetapi ayah Jin,," sebelum Acha selesai bicara ayah Acha berucap dengan nada yang keras


"kalau aku bilang pulang ya pulang ,cepat antar dia ke depan pintu Cha"


"Sungguh pria ini membuat aku kesal saja ayo kita hajar dia jin! , memangnya dia sekuat apa si?"


"Ahh sudah Cha aku pulang saja sekarang" ucap Jintan dengan pasrah


"maaf ya Jin ayahku memang sedikit keras" ucap Acha sambil membukakan pintu kepada Jjntan


"Tidak apa-apa cha , tetapi apa aku di terima menjadi murid ayah mu cha?" ucap Jintan dengan muka lemasnya


"entah lah coba besok kau datang lagi ke sini Jin" balas Acha


"Baik lah kalu begitu " ucap Jintan sambil meninggalkan rumah Acha


Jintan pun pergih ke stasiun dengan keadan sangat kotor tubuh yang lemas ,


"Pria itu apa dia benar benar mempermainkan kita" ucap Ultram yang ada di dalam tubuh Jintan


"entah lah aku tak mau membahasnya" jawab Jintan dengan muka datar


Saat malam Jintan pun sampai di apartemen nya dia langsung membersihkan tubuhnya lalu pergih untuk makan tidur .


Keesok pagi nya Jintan pun mencoba kembali ke rumah Acha dalam perjalanan ke rumah Acha dia melihat seekor morbus dengan tubuh yang cukup besar dengan mata merah berkulit kuning dengan tangan yang menyerupai senjata tajam sedang bertarung dengan seseorang pria ,


"Bukan kah itu rubeola gawat dia morbus yang cukup kuat jin kurasa kita harus membantu pria itu"


Namun saat Jintan melihat pria itu, Jintan tampak tidak asing dengan pria tersebut ternyata pria tersebut adalah ayahnya Acha


" Ahh sial itu kan ayahnya Acha ayo kita bantu dia" ujar Jintan


Namun saat Jintan bersiap membantu tiba-tiba Jintan terpana melihat bela diri ayah nya Acha , Ayah nya Acha melawan rubeola itu menggunakan senjata tajam yang tidak terlalu panjang ,


sedangkan Rubeola itu menyerang dengan senjata yang menyatu di kedua tangannya, namun ayah nya Acha berhasil menangkis serangan-serangan rubeola itu,


Lalu ketika Rubeola itu menyerang ayahnya Acha dengan sangat keras namun ayahnya acha berhasil menghindar lalu berjalan di atas tangan rubeola itu menuju leher rubeola itu, lalu ayahnya Acha pun memenggal kepala rubeola itu , Rubeola itu pun akhirnya kalah berubah menjadi debu .


"Sulit di percaya" ucap Ultram dengan takjub


Jintan yang melihat itu pun langsung mendekati ayahnya Acha, lalu Jintan pun langsung bersujud memohon menjadikan dirinya sebagai muridnya


Ayah nya Acha yang melihat itu pun langsung berkata


"untuk apa kau mau mempelajari ilmu ku ini" ucap ayah nya Acha


"Aku ingin melindungi semua orang aku ingin melindungi orang orang baik hang ada di dekat ku" jawab Jintan dengan tegas sambil melihat mata ayah nya Acha


Sementara ayahnya Acha yang melihat kesungguhan Jintan pun akhirnya dia luluh dengan tekad Jintan


"Siapa nama mu" tanya ayah nya Acha


"Nama saya Jintan" jawab Jintan


"Baiklah kalau begitu mulai sekarang panggil aku Pa Guru" ucap ayah nya Acha sambil tersenyum


"Ahh baik Pak " ucap Jintan dengan bahagia


"Heheh jaga putri ku baik-baik oke, ayo sekarang kita ke rumah " ucap Pa Guru


"Tentu aku akan menjaga Acha dengan nyawaku " ucap Jintan sambil berdiri


"Haha bagus calon mantu" Balas pa guru sambil menepuk pundak Jintan


"Ehhheee" Jintan sontak terkejut