Madollsman

Madollsman
ERGOTISME [keadilan]



"KURAMBIAK" Jintan mengeluarkan dua senjata kecil nya


"Wow rupa nya kau memiliki kekuatan aneh juga tampak nya , apa kau memiliki morbus juga di dalam tubuh mu nak" ucap pemilik warung kepada jintan


"hmm bagaimana kau tahu" ucap Jintan yang keheranan


"Ya karena kita sama!!, maka dari itu lebih baik kau bergabung dengan ku ,jadilah keadilan seperti ku untuk memberi hukuman kepada para penyakit masyarakat ini , untuk menciptakan dunia yang penuh dengan kedamaian nak , bagaimana kau mau ikut dengan ku?" ucap meyakinkan pemilik warung kepada Jintan


"hmm aku hanya tertarik menghukum para morbus jahat yang mengganggu para penduduk kota saja pa , aku tidak tertarik untuk menyakiti sesama manusia ,mereka yang salah sudah punya hukuman meraka sendiri ,, meraka mungkin masih bisa berubah jika di berikan kesempatan kedua ,ARMOR," balas Jintan menolak sambil mengeluarkan armor nya


" Wow sungguh!! armor itu? , ternyata kau yang sedang ramai di bicarakan itu ya MADOLLSMAN ,aku tak mengira ternyata madollsman adalah seseorang seperti kau" ucap pemilik warung yang kaget melihat armor Jintan


"Ya keadilan ku keadilan mu berbeda pa , kita tidak sama" ucap Jintan


"Hahahaha kau masih muda nak kau tak tahu busuk nya hukuman di negeri ini , suatu saat kau akan tahu , bahwasanya hukuman hanya tajam ke bawah tumpul ke atas !!" ucap pemilik warung


"Haa" ucap Jintan keheranan dengan ucapan si pemilik warung


"Baiklah apa kau sekarang ingin menyerang ku nak?" bertanya si pemilik warung kepada jintan


"Jika kau mau berhenti membunuh orang-orang itu aku akan memaafkan mu , tetapi jika tidak akan ku hentikan kau pa" balas Jintan


"Hmm sungguh kata kata yang cukup sombong untuk bocah seperti mu ,Holy fireball, ," balas pemilik warung sambil menyerang jintan dengan bola api yang cukup besar


Jintan pun menghindari serangan bola api pemilik warung dengan berlari dibalik pepohonan namun pemilik warung terus menyerang jintan dengan bola api milik nya


"Bagaimana cara menyelamat kan pemilik warung itu ram?" bertanya Jintan kepada Ultram sambil terus menghindari serangan pemilik warung


"dengan membunuh nya" balas Ultram


"Ha apa kau sudah gila aku tak mungkin membunuh seorang manusia, aku hanya ingin menghilangkan kekuatan morbus nya saja" ucap Jintan kepada Ultram


" itu hal yang sangat mustahil untuk mengeluarkan morbus yang sudah menyatu dengan tubuh manusia , bahkan aku kau juga tidak akan pernah bisa terpisah, jika kau mati aku pun akan mati bersama mu" jawab Ultram kepada Jintan


"Ah tetapi sangat mustahil aku membunuh pemilik warung itu aku tidak bisa membunuh nya" ucap Jintan


" Hy nak apa kau hanya bisa berlari saja " ucap pemilik warung kepada jintan yang terus berlari menghindari serangan nya


"jika kau tak membunuh pria itu sekarang suatu saat ergotisme itu akan menguasai tubuh pria itu percayalah jika itu terjadi bahaya yang mengerikan akan tercipta , ergotisme bukanlah morbus yang dapat di jinakan , percaya lah kepadaku jin bukan kah sudah ku bilang untuk percaya pada ku waktu itu" ucap meyakinkan Ultram kepada Jintan


"Ahhh sial sial sial" ucap Jintan dengan kesal karena tak ada pilihan, selain membunuh si pemilik warung


Jintan pun mulai maju ke arah pemilik warung sambil terus mengelak dari serangan bola api pemilik warung


"Hay pa kau masih memiliki kesempatan sebelum aku membunuh mu" ucap jintan yang berlari ke arah si pemilik warung


Jintan pun terus berlari ke arah si pemilik warung saat jarak jintan pemilik warung cukup dekat jintan mengarahkan kurambiak nya ke arah pemilik warung pemilik warung pun mengarahkan tangan kanan ergotisme nya ke arah kurambiak Jintan.


di saat serangan mereka akan beradu jintan menghindari serangan tangan kanan ergotisme pemilik warung itu , jintan pun dengan cepat menuduk untuk mengindari pukulan si pemilik warung dengan cepat jintan melangkah ke arah belakang tubuh si pemilik warung,


"Huuu" ucap pemilik warung itu yang keheranan


"Sudah ku peringatkan kau pa tadi , maafkan aku selamat tinggal Pak" ucap Jintan sambil mencoba menusuk pinggang belakang si pemilik warung dengan menutup mata nya


Namun saat kurambiak jintan hampir menusuk pemilik warung tersebut tiba-tiba serangan jintan terhenti jintan pun membuka mata nya kembali dia melihat tangan kiri pemilik warung itu pun ternyata dapat berubah menjadi tangan ergotisme juga


"Haaa sial" ucap Jintan dengan kaget melihat tangan kiri si pemilik warung


"Sudah ku bilang bukan ,kata kata mu itu terlalu sombong untuk bocah seperti mu ,Hell's holy fire" ucap pemilik warung sambil menyerang jintan dengan api di tangan kanan nya


"Aghhh , shield," jintan dengan cepat melepaskan kurambiak nya lalu mengganti nya dengan perisai


Jintan pun hanya mampuh bertahan dari serangan api si pemilik warung Jintan bertahan sampai dia terus tersungkur ke tanah sambil terus menahan serangan pemilik warung


"jin sudah ku bilang untuk membunuh pria ini mengapa kau ragu ha" ucap Ultram


Hingga akhir nya perisai jintan pun meleleh oleh serangan api si pemilik warung , di saat perisai Jintan mulai menghilang si pemilik warung pun mencekik Jintan dengan tangan kiri nya lalu Jintan di angkat sampai kaki Jintan tak menyentuh tanah .


"Hey nak , apa hanya segini kekuatan dari keadilan mu haa , kau tak akan pernah bisa mengalahkan keadilan ku kalau hanya dengan kemampuan payah mu ini, holy fire blow,"


Ucap pemilik warung sambil memukul perut jintan yang sedang di cekik nya dengan tangan kanan api yang menyelimuti nya,


Serangan telak si pemilik warung itu pun sampai menghancurkan armor milik Jintan bahkan Jintan pun sampai memuntahkan darah dari mulut nya


"ugh ah ah ah" ucap Jintan yang kesakitan dengan darah yang keluar dari mulut nya


"Lihat lah dirimu sekarang nak, sungguh jauh dari omongan besarmu yang tadi , jika hanya segini kemampuan mu maka kau kau tak akan pernah bisa menghentikan keadilan ku nak" ucap pemilik warung kepada Jintan


"Kali ini kau ku ampuni nak, tetapi jika kau kembali mengganggu keadilan yang kan ku buat ini maka tak akan ada kata ampun lagi untuk mu nak!! , ingat itu nak ini perintah bukan peringatan" ucap kembali pemilik warung sambil melempar kan tubuh Jintan ke tanah


Jintan pun hanya terbaring lemah sambil melihat si pemilik warung pergih meninggalkan nya ,lalu perlahan lahan Jintan pun jatuh pingsan


Tak lama kemudian Benjamin yang sedang mencari Jintan karena Jintan tak kunjung kembali, menemukan Jintan yang sedang tergeletak tak sadarkan diri


"oi jin jin kau mengapa oi sadarlah" ucap Benjamin kepada Jintan yang tak sadarkan diri


lalu benjamin pun membawa jintan ke penginapan kembali untuk di obati.