
"Huu,, huu,,, hampir saja, apa morbus itu sudah mati" ucap Benjamin sambil melihat ke arah Jintan
"Ahhh nampaknya iya" jawab Jintan
"Apa itu termasuk juga kita membunuh wanita itu yang sebelumnya berubah menjadi morbus ini?" tanya Benjamin
"Tenang saja , kita tidak membunuh wanita itu , wanita itu sudah tewas saat berubah menjadi morbus" jawab Jintan
"Huu, hu,,, kaya nya kau begitu banyak tahu soal para morbus ini jin!" ucap Benjamin dengan napas ter engah-engah
"Haaa benarkah aku hanya menebak saja ko hahah" balas Jintan mengeles
Ngiung ,,,ngiung,, ngiung,,, terdengar suara mobil para polisi berada di luar gedung karoke,,
"Hei ayo kita pergih aku tidak mau jadi saksi atas kejadian ini ,aku malas di tanya tanya para polisi" ucap Jintan kepada Benjamin
"haaa serius,, tunggu lah biarkan aku bernafas dahulu sebentar" jawab Benjamin memohon
"ahh sudah lah ayooo" ucap Jintan sambil menarik tangan benjamin
Mereka pun pergih dari tempat karoke itu melalui pintu belakang tempat itu , mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
"hei teman mu itu cukup lumayan ternyata!" ucap Ultram
"Ya dia adalah teman yang memang bisa di andakan ram" jawab Jintan
ke esokan paginya seperti biasa Jintan berangkat ke sekolah nya bertemu dengan Chana dalam perjalanan nya.
"Pagi Chana" safa Jintan
"Hy pagi Jintan" balas Chana
"Hy Chana apa yang akan kau lakukan besok saat libur panjang?" tanya Jintan kepada Chana
"Hmmm iya ya besok kita sudah mulai libur panjang ,,entah lah aku juga tidak tahu, kalau kau apa yang akan kau lakukan? " balas Chana
"hy cepat ajak dia jalan jin" ucap Ultram
di saat jintan ingin mengucapkan kata-kata yang di beritahu ultram, untuk mengajak chana untuk jalan ber dua dengan nya tiba tiba tubuh nya jintan di timpah tubuh besar seseorang dari belakang .
"Pagi Jin pagi juga teman wanita Jin yang tidak aku kenal" Jintan yang tidak asing dengan suara pria itu pun berkata
"Hei turun!, kau berat Ben"
"Ahh ya pagi juga" ucap Chana sambil melihat Benjamin dengan ke heranan
"Heheheh baiklah Jin" balas Benjamin dengan turun dari tubuh belakang Jintan
"Jin besok kan kita libur panjang, bagaimana kalau besok kita ke pantai? , paman ku mempunyai penginapan di sana jadi lumayan kan kita bisa liburan gratis! " ucap Benjamin kepada Jintan
"Haa bagaimana ya??"
berpikir Jintan yang hendak menolak ajakan benjamin karena dia ingin mengajak Chana pergih ber dua tetapi sebelum jintan menolak tiba-tiba blBenjamin berkata kepada Chana
"Hy kau teman nya Jin juga kan, bagaimana kalau kau ikut juga"
"Benar kah aku boleh ikut ? ahh sudah lama aku ingin ke pantai!" ucap Chana dengan senang
Jintan yang mendengar kata-kata Chana pun langsung membatalkan niat nya untuk menolak ajakan Benjamin
"Ya kau ikut lah Chana pasti seru " ucap Jintan
"Baiklah kalau memang aku boleh ikut" balas Chana dengan senyuman nya
"Oh hei aku Benjamin" ucap Benjamin sambil menjulurkan tangan nya ke Chana
"Hmm aku Chana salam kenal" ucap Chana membalas tangan Benjamin
Mereka pun akhir nya berpisah di sekolah saat di kelas Benjamin mendekati kursi Jintan
"Hei Jin besok bilang ke teman wanita mu itu , untuk berkumpul di stasiun kereta ya " ucap Benjamin kepada Jintan
"Baik lahh" balas Jintan
"Hyyyy aku juga mau ikut ben" ucap teriak Acha kepada Benjamin
" Kau mau ikut juga Cha? baik lahh makin banyak orang makin seru bukan, besok kau juga harus berkumpul di stasiun oke Cha" balas Benjamin kepada Acha
"Hmm memang nya kau di izin kan ayah mu Cha" ucap Jintan sambil menoleh ke arah Acha
"Tteentu saja pria itu tidak akan bisa melarang keinginan ku" ucap Acha dengan ter bata-bata
"Ya sudah kalau begitu" balas Jintan
"Ya sudah jangan lupa ya besok untuk berkumpul di stasiun" ucap Benjamin sambil pergih dari tempat mereka berdua
ke esokan pagi nya mereka pun berkumpul di stasiun kereta tempat meraka janjian Benjamin Jintan pun sampai di stasiun duluan .
"Hy Jintan ,hy Benjamin maaf membuat kalian menunggu ya" ucap Chana kepada Jintan Benjamin
"Oh hyy Chana tidak ko aku Jin juga baru sampai , ya kan Jin" ucap Benjamin sambil merangkul Jintan
"Ahh iya " balas Jintan
Lalu Acha pun datang menyapa mereka
"Hy Jin ,hy Ben maaf aku lama ayah ku terlalu banyak bicara tadi sebelum aku berangkat" ucap Acha
"Oh iyah tidak apa apa ko, ehh tunggu kau siapa" ucap benjamin keheranan melihat wanita di depan nya yang berparas sangat cantik dengan rambut hitam panjang dengan mata bersinar bagai bintang di malam hari pakaian yang di kenakan nya mampu membuat para laki-laki yang melihat nya terpesona
"Aku Acha dasar bodoh" ucap Acha sambil menjitak kepala Benjamin
"Ahh kau acha,, haaa berbeda sekali kau, apa kau habis oprasi pelastik, hey Jin mengapa kau ga kaget dengan tampilan si Acha ,apa kau sudah tahu?" ucap Benjamin sambil memegangi kepala nya
" Ya aku sudah tidak kaget lagi, aku sudah tahu ko!! yang aku kaget kata kata mu sama persis seperti ku saat pertama kali melihat acha dengan stelan seperti ini" balas Jintan sambil melihat ke arah Benjamin
Mereka berempat pun pergih masuk ke dalam kereta menuju penginapan paman nya Bejamin yang di pantai
Saat sampai di penginapan paman nya Benjamin, Jintan, Acha Chana pun terkejut karena penginapan paman Benjamin sangat mewah
"Luar biasa tempat ini besar sekali , gajih ku yang bekerja sebagai pelayan kopi pun tampak nya tak akan cukup untuk menginap semalaman di tempat ini" ucap Jintan terkagum melihat penginapan itu
mereka pun menaruh barang barang mereka di dalam kamar mereka masing-masing menikmati seluruh fasilitas penginapan tersebut
Acha Chana yang mandi bersama di kolam air hangat pun saling berbincang mencoba untuk akrab satu sama lain
"Apa kau dekat dengan Jintan na?" tanya Acha kepada Chana
"Ya bisa di bilang begitu aku teman kerja dia di kedai kopi Tony , lalu saat berangkat sekolah pun aku sering bersama dengan dia soal nya aku berangkat melewati apatermen nya si" balas Chana kepada Acha
"Hmm kalau kau bagaimana kau kenal jintan" lanjut Chana bertanya kepada Acha
"Ya dia teman kelas ku dia suka menolong ku memberikan buku catatan nya kepadaku, ahh dia juga sekarang menjadi murid ayah ku juga" balas Acha sambil membersihkan lengan nya
"OWH jadi jintan belajar ilmu bela diri dengan ayah mu Cha " ucap Chana
.
"Ahh iya dia sudah berbulan bualan menjadi murid ayahku dia juga suka datang saat libur sekolah ke rumah ku untuk berlatih" balas Acha
Sementara itu Jintan Benjamin sedang asyik bermain bliar
"Hu Jin tampak nya kau sudah banyak berlatih ya ,terakhir kali kita bermain bliar kau payah sekali mengapa sekarang kau jadi hebat" ucap Benjamin keheranan melihat skil Jintan
Tanpa Benjamin sadari sebenar nya Jintan hanya mengikuti kata kata Ultram
"hy jin pukul bagian atas bola putih ini dengan sudut sekurang-kurangnya 45 derajat " perintah Ultram
Jintan pun melakukan itu, lalu bola putih itu pun melompati bola yang menghalangi bola target Jintan memasuki bola target Jintan
"Hahahah kau tahu sebenar nya yang kemarin-kemarin itu aku cuma mengalah pada mu" ucap Jintan kepada Benjamin dengan sombong
"Ahh siaall aku kalah, tanding ulang Jin sialan" ucap Benjamin kesal.