
Saat sebelum morbus itu mencekik Jintan , Jintan membayangkan sebuah pedang berada dalam genggaman tangan nya pedang itu pun mendadak muncul di tangan Jintan saat monster itu mau mencekik lehernya ,Jintan secara refleks mengayunkan pedang nya itu ke tangan morbus tersebut setelah memotong tangan morbus itu Jintan sontak mundur menjaga jarak dengan morbus itu.
Dengan tangan gemetar, Jintan masih mengangkat pedang nya Jintan tak pernah membayangkan bahwa dirinya akan mengarahkan senjata ke arah seekor morbus ,
Jintan melihat morbus yang ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari dirinya dengan tubuh kecoklatan ,dengan banyak bintik-bintik di seluruh tubuh morbus tersebut membuat kengerian ketidak percayaan diri Jintan pun makin besar ,namun suara obat aneh yang tadi kembali bicara kepada Jintan
"Hoi kau manusia sadarlah selama aku ada dalam tubuhmu aku bisa tahu semua perasaan mu jadi bisa tidak kau tenang fokus pada morbus itu saja ,selama kau mengikuti kata-kata ku kau akan selamat percaya lah kepadaku"
"Ha kau bicara apa?, bagaimana bisa aku percaya pada obat aneh yang tiba tiba masuk ke dalam mulut ku , apa kau tak lihat morbus itu kepalan tangannya saja sudah sebesar kepalaku sekali aku di hajar dia hancur lah kepalaku ini di buatnya" jawab Jintan dengan sedikit kesal
"Setidaknya kata kata ku yang sebelum nya menyelamatkan mu kan , jadi dengar kan aku sekarang jangan memotong tubuh morbus itu lagi mulai sekarang"
"Apa kau gila? kalau aku tak memotongnya bagaimana aku bisa mengalahkan nya apa aku harus pasrah saja di hajar morbus itu sampai aku ,,,,, "
Sebelum Jintan menyelesaikan kata-katanya, morbus itu kembali menyerang Jintan dengan refleks Jintan yang hebat dia berhasil memotong satu tangan nya lagi di lanjutkan memenggal kepala morbus tersebut
"Hahaha hei kau lihat bukan ternyata aku bisa sehebat ini rupa nya aku bisa mengalahkan morbus menyeramkan ini"
Dengan bangga Jintan berucap ke obat aneh yang berada dalam tubuhnya
"Dasar kau manusia bodoh apa kau tahu morbus yang kita hadapi sekarang adalah Varisela ketika kau potong tubuhnya dia akan beregenerasi menggandakan tubuh nya "
Saat Jintan menoleh kembali ke arah Varisela tersebut alangkah kagetnya Jintan melihat tiga Varisela berukuran sama dengan tubuh Jintan yang sedang berdiri di hadapannya.
"ha apa kalian bercanda" ucap jintan kepada ketiga Varisela
"Sekarang kau percaya kepadaku kan jadi dengarkan ucapan ku mulai sekarang"
"Arghh sial baik lah akan ku turuti ucapan mu" balas Jintan
"Harusnya dari tadi kau percaya kepadaku bodoh , sekarang jangan sampai kau bersentuhan langsung dengan mereka kau mengerti jika kau bersentuhan dengan mereka nasib mu akan sama seperti potongan tubuh itu , jadi sekarang bayangkan sebuah pelindung untuk melindungi tubuh mu"
"Sebuah pelindung tubuh baiklahh " ucap Jintan sambil memjamkan matanya
Jintan pun membayangkan sebuah armor yang pernah dia kenakan saat kecil dahulu, saat ada festival kostum di sekolah dasar nya , muncul lah sebuah armor besi dengan warna emas di seluruh bagiannya, armor itu menutupi semua bagian tubuh Jintan dari kepala sampai kaki
"Apa-apaan armor ini apa kau mau pergi ke festival kostum haaaaa"
"Berisik hanya ini yang bisa aku bayangkan sekarang" balas Jintan
Tak berselang lama ketiga Varisela itu menyerang Jintan dengan cepat ,satu varisela menyerang Jintan ,Jintan mampu menghindarinya ,tetapi satu Varisela lagi kembali menyerang jintan kali ini Jintan tak bisa menghindarinya
Pukulan varisela tersebut membuat Jintan terlempar tersungkur cukup jauh beruntung armor yang Jintan pakai mengurangi dampak serangan Varisela tersebut ,Namun belum selesai Jintan untuk bersiap untuk bangkit satu Varisela kembali menyerang Jintan, Membuat Jintan berdiri sendiri akibat serangan tersebut, Tidak berhenti begitu saja dua Varisela lainnya pun ikut menyerang Jintan ,
Jintan yang terpojok karena serangan ke tiga Varisela tersebut pun hanya bisa pasrah
"Sialan kau bicara gampang sekali coba sini gantian kau yang di hajar mereka , kau pikir gampang aku keluar dari situasi ini" balas Jintan sambil terus menerima pukulan ketiga Varisela tersebut
kesempatan untuk keluar dari situasi itu pun akhirnya di dapatkan Jintan, setelah salah satu Varisela itu menghajar tubuh Jintan sampai di luar jangkauan serangan para Varisela lagi.
Jintan pun langsung lari ke arah gang sempit diatara bangunan , ketiga Varisela itu pun mengejar jintan sampai ke gang sempit itu Jintan yang terpojok karena gang itu adalah gang buntu pun mulai membayangkan sebuah kurungan , lalu Jintan membuat simbol kotak menggunakan jari-jari di tangan nya menyerupai kotak lalu di arah kan ke ketiga varisela tersebut
"CUBE" ucap Jintan
mendadak muncul sebuah kotak kaca besar yang mengurung ke tiga Varisela tersebut ,Ketiga Varisela mencoba menghancurkan kotak kaca tersebut tetapi kotak kaca itu benar benar tidak bisa di hancurkan oleh ketiga Varisela,
Lalu jintan mengecilkan simbol yang dia buat di tangan nya, makin kecil juga kotak kaca yang mengurung ketiga Varisela itu , Kecil, Kecil makin kecil simbol di tangan jintan makin Kecil pula kotak kaca itu hingga akhir nya kotak kaca itu membuat para Varisela saling berhimpitan sampai ketiga varisela tersebut tak bisa menggerakan tubuh mereka lagi, Jintan pun tak melepaskan simbol di tangannya cukup lama sampai pada akhirnya ketiga Varisela itu berubah menjadi debu dalam kurungan tersebut
"Hei manusia aku rasa ini sudah cukup" ucap makhluk aneh itu
"Apa kau yakin morbus itu sudah mati?" bertanya jintan kepada obat aneh yang berada dalam tubuhnya
"Sudah ku bilang bukan untuk percaya kepadaku"
Lalu jintan pun melepaskan simbolnya menghilang juga kotak kaca itu ketiga Varisela itu lenyap menjadi debu , Jintan membayangkan armor di tubuhnya menghilang
"Huuu akhir nya,, panas benget pake gituan" ujar Jintan sambil menarik nafasnya
"ohh sial aku lupa soal Chana" Jintan yang kembali mengingat kondisi Chana
Jintan pun berlari ke tempat Chana yang sedang pingsan tadi, sesampai nya di sana Chana masih tak sadarkan diri
"Tenang saja dia hanya pingsan nanti juga dia akan siuman lebih baik kau bawa dia sekarang sebelum ada orang yang melihat kejadian ini itu akan membuat mu kerepotan"
"Apa kau yakin dia tidak apa-apa sialan" balas Jintan
"Sudah ku bilangkan kepadamu untuk percaya kepadaku dasar manusia bodoh"
"Baik lahh aku percaya kepadamu"
Jintan pun menggendong Chana, mecoba membawanya ke rumah nya,
dalam perjalanan pulang Jintan menatap wajah Chana dia tersenyum kecil melihat wajahnya
"Yo manusia apa kau menyukai wanita ini hahaha "
"Cihhh berisik kau" ...